إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا ۖ وَعْدَ اللَّهِ حَقًّا ۚ إِنَّهُ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ بِالْقِسْطِ ۚ وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ
Kepada-Nya tempat kembali kalian semua, janji Allah yang benar. Sesungguhnya Dia memulai penciptaan, kemudian mengembalikannya, untuk membalas orang-orang yang beriman dan beramal saleh dengan adil. Dan orang-orang yang kufur, bagi mereka minuman dari air mendidih dan azab yang pedih karena mereka kufur.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًاilayhi marji'ukum jamii'ankepada-Nya tempat kembali kalian semua
- وَعْدَ اللَّهِ حَقًّاwa'da llaahi haqqanjanji Allah yang benar
- إِنَّهُ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ بِالْقِسْطِinnahu yabda'u l-khalqa tsumma yu'iiduhu li-yajziya lladziina aamanuu wa-amiluu s-saalihaati bi-l-qistisesungguhnya Dia memulai penciptaan, kemudian mengembalikannya, untuk membalas orang-orang yang beriman dan beramal saleh dengan adil
- وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَwa-lladziina kafaruu lahum sharaabun min hamiimin wa-adzaabun aliimun bi-maa kaanuu yakfuruunadan orang-orang yang kufur, bagi mereka minuman dari air mendidih dan azab yang pedih karena mereka kufur
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar r-j-', j-m-', w-'-d, a-l-h, h-q-q, b-d-a, kh-l-q, '-w-d, j-z-y, a-m-n, '-m-l, s-l-h, q-s-t, k-f-r, sh-r-b, h-m-m, '-dz-b, a-l-m, k-w-n): marji' diterjemahkan 'tempat kembali' (akar r-j-'); wa'd haqq diterjemahkan 'janji yang benar' (akar h-q-q); yabda'u l-khalq diterjemahkan 'memulai penciptaan' (akar b-d-' + akar kh-l-q); bi-l-qist diterjemahkan 'dengan adil' (akar q-s-t). gloss '(makhluk)/(menghidupkannya lagi)/(disediakan)' dibuang.
Aplikasi
Siklus penciptaan-pengembalian secara eksplisit diarahkan pada tujuan keadilan: 'untuk membalas orang-orang yang beriman dan beramal saleh dengan adil'. Konkretnya: memahami bahwa proses besar dalam hidup (termasuk siklus sebab-akibat jangka panjang) diarahkan pada keadilan (bukan kesewenangan) memberi dasar kepercayaan bahwa usaha dan integritas pada akhirnya diperhitungkan secara adil, meski tidak selalu terlihat segera.