وَلَوْ يُعَجِّلُ اللَّهُ لِلنَّاسِ الشَّرَّ اسْتِعْجَالَهُمْ بِالْخَيْرِ لَقُضِيَ إِلَيْهِمْ أَجَلُهُمْ ۖ فَنَذَرُ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ

Dan sekiranya Allah menyegerakan keburukan bagi manusia sebagaimana permintaan mereka menyegerakan kebaikan, tentu ajal mereka diselesaikan. Tetapi Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami terombang-ambing dalam kesewenangan mereka.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَوْ يُعَجِّلُ اللَّهُ لِلنَّاسِ الشَّرَّ اسْتِعْجَالَهُمْ بِالْخَيْرِ لَقُضِيَ إِلَيْهِمْ أَجَلُهُمْwa-law yu'ajjilu llaahu li-n-naasi sy-syarra sti'jaalahum bi-l-khayri la-qudhiya ilayhim ajaluhumdan sekiranya Allah menyegerakan keburukan bagi manusia sebagaimana permintaan mereka menyegerakan kebaikan, tentu ajal mereka diselesaikan
  2. فَنَذَرُ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَfa-nadzaru lladziina laa yarjuuna liqaa'anaa fii thughyaanihim ya'mahuunatetapi Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami terombang-ambing dalam kesewenangan mereka

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. وَلَوْwa-lawdan sekiranya
  2. يُعَجِّلُyu'ajjilumenyegerakan
  3. اللَّهُllaahuAllah
  4. لِلنَّاسِli-n-naasikepada manusia
  5. الشَّرَّsy-syarrakeburukan
  6. اسْتِعْجَالَهُمْsti'jaalahummereka minta disegerakan
  7. بِالْخَيْرِbi-l-khayridengan kebaikan
  8. لَقُضِيَla-qudhiyasungguh akan diputuskan
  9. إِلَيْهِمْilayhimkepada mereka
  10. أَجَلُهُمْajaluhumajal mereka
  11. فَنَذَرُfa-nadzarumaka Kami membiarkan
  12. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  13. لَاlaatidak
  14. يَرْجُونَyarjuunamereka mengharapkan
  15. لِقَاءَنَاliqaa'anaapertemuan dengan Kami
  16. فِيfiidalam
  17. طُغْيَانِهِمْthughyaanihimkesewenangan mereka
  18. يَعْمَهُونَya'mahuunaterombang-ambing

Inti bacaan

Wawasan penting: jika permintaan manusia yang tergesa-gesa (termasuk permintaan buruk saat marah) dikabulkan secepat permintaan baik, manusia akan binasa, penundaan dalam mengabulkan permintaan adalah bentuk perlindungan, bukan pengabaian. Konkretnya: tidak segera mendapatkan apa yang diminta/diinginkan (terutama saat emosi sedang tinggi) bisa jadi justru perlindungan dari akibat permintaan impulsif yang belum sepenuhnya dipikirkan, bersyukur atas penundaan yang kadang terasa menyebalkan, karena itu bisa menyelamatkan dari konsekuensi permintaan yang tergesa-gesa.

Penjelasan pilihan kata

'terombang-ambing dalam kesewenangan mereka' (tughyaanihim ya'mahuuna) konsisten dengan 7:186 (frasa identik).

Tafsiran

Penundaan azab justru menyingkap kesabaran, bukan kelemahan: jika Allah menyegerakan keburukan sebagaimana manusia menyegerakan kebaikan bagi diri sendiri, ajal sudah lama berakhir; penundaan ini memberi ruang, meski dipakai sebagian orang untuk terus terombang-ambing.

Renungan dan Hikmah

  • Perbandingannya tajam: seandainya Allah menyegerakan keburukan sebagaimana manusia minta disegerakan kebaikan. Manusia tergesa pada satu arah dan tak sadar arah sebaliknya berjalan dengan ukuran yang sama. Yang menyelamatkan bukan lambatnya sebuah doa dikabulkan, melainkan lambatnya yang lain.
  • Akibat yang disebut bukan hukuman melainkan berakhirnya waktu: 'tentu ajal mereka diselesaikan'. Sekadar dikabulkan secepat yang diminta sudah cukup untuk menutup hidup seseorang. Sebagian permintaan memang cuma aman selama ia belum dipenuhi.
  • Yang tersisa bagi mereka disebut dibiarkan terombang-ambing dalam kesewenangan mereka. Dibiarkan, bukan dihukum. Ada bentuk konsekuensi yang tidak berupa tindakan apa pun dari Allah, melainkan berupa tidak dihentikannya seseorang dari arah yang sudah ia pilih.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar '-j-l, a-l-h, n-w-s, sh-r-r, kh-y-r, q-d-y, a-j-l, w-dz-r, r-j-w, l-q-y, t-gh-y, '-m-h): yu'ajjilu diterjemahkan 'menyegerakan' (akar '-j-l); yarjuuna liqaa'anaa diterjemahkan 'mengharapkan pertemuan dengan Kami' (akar r-j-w + akar l-q-y); tughyaan diterjemahkan 'kesewenangan' (akar t-gh-y putaran 124; terjemahan lain 'kesesatan'); ya'mahuun diterjemahkan 'terombang-ambing' (akar '-m-h, spt 7:186). gloss '(di akhirat)' dibuang.