وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَىٰ ضُرٍّ مَسَّهُ ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Dan apabila kesusahan menimpa manusia, ia menyeru Kami dalam keadaan berbaring, atau duduk, atau berdiri. Maka ketika Kami hilangkan kesusahannya darinya, ia berlalu seakan-akan ia tidak pernah menyeru Kami untuk kesusahan yang menimpanya. Demikianlah dihiasi bagi orang-orang yang melampaui batas apa yang mereka kerjakan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَىٰ ضُرٍّ مَسَّهُwa-idzaa massa l-insaana dh-dhurru da'aanaa li-janbihi aw qaa'idan aw qaa'iman fa-lammaa kasyafnaa 'anhu dhurrahu marra ka-an lam yad'unaa ilaa dhurrin massahudan apabila kesusahan menimpa manusia, ia menyeru Kami dalam keadaan berbaring, atau duduk, atau berdiri, maka ketika Kami hilangkan kesusahannya darinya, ia berlalu seakan-akan ia tidak pernah menyeru Kami untuk kesusahan yang menimpanya
- كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَka-dzaalika zuyyina li-l-musrifiina maa kaanuu ya'maluunademikianlah dihiasi bagi orang-orang yang melampaui batas apa yang mereka kerjakan
Terjemahan per kata (27 kata)
- وَإِذَاwa-idzaadan apabila
- مَسَّmassamenyentuh
- الْإِنْسَانَl-insaanamanusia
- الضُّرُّdh-dhurrukemudaratan
- دَعَانَاda'aanaamenyeru Kami
- لِجَنْبِهِli-janbihiberbaring
- أَوْawatau
- قَاعِدًاqaa'idanduduk
- أَوْawatau
- قَائِمًاqaa'imanyang tegak
- فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
- كَشَفْنَاkasyafnaaKami menyingkap
- عَنْهُ'anhudarinya
- ضُرَّهُdhurrahumudaratnya
- مَرَّmarraberlalu
- كَأَنْka-anseakan-akan
- لَمْlamtidak
- يَدْعُنَاyad'unaamenyeru Kami
- إِلَىٰilaakarena
- ضُرٍّdhurrinmudarat
- مَسَّهُmassahumenyentuhnya
- كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
- زُيِّنَzuyyinadihiasi
- لِلْمُسْرِفِينَli-l-musrifiinauntuk orang-orang yang melampaui batas
- مَاmaaapa yang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- يَعْمَلُونَya'maluunamereka kerjakan
Inti bacaan
Pola yang sudah dikenal diulang dengan detail vivid: memanggil dalam segala posisi (berbaring, duduk, berdiri) saat kesusahan, lalu 'berlalu seakan-akan ia tidak pernah menyeru' begitu kesusahan hilang. Konkretnya: intensitas permohonan saat krisis (memanggil dalam kondisi apa pun) sebaiknya menjadi pengingat komitmen yang perlu dijaga konsisten setelah krisis lewat, mencatat secara sadar seberapa mendesak sebuah permohonan terasa saat sulit membantu menjaga rasa syukur setelah pertolongan datang.
Penjelasan pilihan kata
'demikianlah' (ka-dzaalika, wits -ka) demonstratif jauh konsisten disiplin.
Tafsiran
Pola seruan-saat-susah lalu lupa-saat-lapang menyingkap kerapuhan sikap reaktif, bukan komitmen yang tumbuh dari kesadaran, melainkan respons darurat yang terhias indah bagi mereka yang melampaui batas, hingga tampak wajar bagi diri mereka sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut tiga keadaan: berbaring, duduk, berdiri. Seluruh cara tubuh berada disebutkan. Yang digambarkan bukan doa pada waktu tertentu, melainkan seruan yang tidak berhenti di posisi mana pun.
- Yang disebut bukan ia lupa, melainkan ia berlalu seakan-akan tidak pernah menyeru. Bukan ingatannya yang hilang. Yang hilang hubungan antara apa yang ia minta dan apa yang ia terima.
- Penutupnya menyebut perbuatan itu dihiasi bagi orang-orang yang melampaui batas. Mereka tidak merasa sedang keliru. Allah menyebut bukan cuma perbuatannya, melainkan juga mengapa perbuatan itu tak pernah terasa sebagai masalah bagi pelakunya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar m-s-s, a-n-s, d-r-r, d-'-w, j-n-b, q-'-d, q-w-m, k-sh-f, m-r-r, z-y-n, s-r-f, k-w-n, '-m-l): massa diterjemahkan 'menimpa/menyentuh' (akar m-s-s putaran MSS); durr diterjemahkan 'kesusahan' (akar d-r-r); da'aanaa diterjemahkan 'menyeru Kami' (akar d-'-w, seruan kepada Allah saat susah); kashafnaa diterjemahkan 'menghilangkan' (akar k-sh-f); musrifiin diterjemahkan 'yang melampaui batas' (akar s-r-f). gloss '(ke jalan yang sesat)/(menghilangkan)' dibuang.