وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا ۙ وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ وَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ
Dan sungguh Kami telah membinasakan generasi-generasi sebelum kalian ketika mereka berbuat zalim, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka tidak mau beriman. Demikianlah Kami membalas kaum yang berbuat dosa.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُواwa-la-qad ahlaknaa l-quruuna min qablikum lammaa zhalamuudan sungguh Kami telah membinasakan generasi-generasi sebelum kalian ketika mereka berbuat zalim
- وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ وَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُواwa-jaa'atsum rusuluhum bi-l-bayyinaati wa-maa kaanuu li-yu'minuupadahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka tidak mau beriman
- كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَka-dzaalika najzii l-qawma l-mujrimiinademikianlah Kami membalas kaum yang berbuat dosa
Terjemahan per kata (17 kata)
- وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
- أَهْلَكْنَاahlaknaaKami binasakan
- الْقُرُونَl-quruunagenerasi-generasi
- مِنْmindari
- قَبْلِكُمْqablikumsebelum kalian
- لَمَّاlammaaketika
- ظَلَمُواzhalamuuberbuat zalim
- وَجَاءَتْهُمْwa-jaa'atsumdan datang kepada mereka
- رُسُلُهُمْrusuluhumrasul-rasul mereka
- بِالْبَيِّنَاتِbi-l-bayyinaatidengan bukti-bukti yang nyata
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- كَانُواkaanuumereka selalu
- لِيُؤْمِنُواli-yu'minuuagar mereka beriman
- كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
- نَجْزِيnajziiKami membalas
- الْقَوْمَl-qawmakaum
- الْمُجْرِمِينَl-mujrimiinapara pendosa
Inti bacaan
Pengulangan pola historis (generasi yang dibinasakan setelah menolak kejelasan yang datang) menegaskan konsistensi mekanisme sebab-akibat lintas waktu, bukan kejadian terisolasi, melainkan pola yang berulang secara sistematis.
Penjelasan pilihan kata
'rasul-rasul mereka' (rusuluhum) polos, tanpa nama diri ditambahkan: sudah benar sejak draf.
Tafsiran
Kebinasaan generasi terdahulu bukan tanpa peringatan: rasul-rasul datang membawa keterangan nyata, tetapi kezaliman dan penolakan untuk beriman yang menjadi sebab langsung, bukan ketiadaan bukti.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut urutannya lengkap: rasul datang, mereka menolak, lalu binasa. Tak ada langkah yang dilompati. Sebabnya berderet.
- Yang dibinasakan disebut berbuat zalim, bukan sekadar tidak tahu. Keterangan sudah sampai kepada mereka. Penolakannya disengaja.
- Pola ini disebut Allah berulang lintas generasi. Bukan satu peristiwa tunggal. Mekanismenya sama setiap kali.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar h-l-k, q-r-n, q-b-l, zh-l-m, j-y-a, r-s-l, b-y-n, k-w-n, a-m-n, j-z-y, q-w-m, j-r-m): ahlaknaa diterjemahkan 'membinasakan' (akar h-l-k); quruun diterjemahkan 'generasi-generasi'; bayyinaat diterjemahkan 'keterangan-keterangan yang nyata' (akar b-y-n); mujrimiin diterjemahkan 'yang berbuat dosa' (akar j-r-m). Selaras.