وَمَا كَانَ النَّاسُ إِلَّا أُمَّةً وَاحِدَةً فَاخْتَلَفُوا ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ فِيمَا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ
Dan tidaklah manusia itu kecuali umat yang satu, lalu mereka berselisih. Dan sekiranya bukan karena suatu kalimat yang telah mendahului dari Tuhanmu, tentu telah diputuskan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمَا كَانَ النَّاسُ إِلَّا أُمَّةً وَاحِدَةً فَاخْتَلَفُواwa-maa kaana n-naasu illaa ummatan waahidatan fa-khtalafuudan tidaklah manusia itu kecuali umat yang satu, lalu mereka berselisih
- وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ فِيمَا فِيهِ يَخْتَلِفُونَwa-lawlaa kalimatun sabaqat min rabbika la-qudhiya baynahum fiimaa fiihi yakhtalifuunadan sekiranya bukan karena suatu kalimat yang telah mendahului dari Tuhanmu, tentu telah diputuskan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan
Terjemahan per kata (17 kata)
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- كَانَkaanaadalah
- النَّاسُn-naasumanusia
- إِلَّاillaakecuali
- أُمَّةًummatanumat
- وَاحِدَةًwaahidatansatu
- فَاخْتَلَفُواfa-khtalafuumaka mereka berselisih
- وَلَوْلَاwa-lawlaadan sekiranya tidak
- كَلِمَةٌkalimatunsatu kalimat
- سَبَقَتْsabaqattelah mendahului
- مِنْmindari
- رَبِّكَrabbikaTuhanmu
- لَقُضِيَla-qudhiyasungguh akan diputuskan
- بَيْنَهُمْbaynahumdi antara mereka
- فِيمَاfiimaapada apa yang
- فِيهِfiihidi dalamnya
- يَخْتَلِفُونَyakhtalifuunamereka berselisih
Inti bacaan
Catatan tentang asal-usul: 'tidaklah manusia itu kecuali umat yang satu, lalu mereka berselisih', perpecahan digambarkan sebagai perkembangan kemudian, bukan kondisi asali yang tak terelakkan. Konkretnya: menyadari bahwa perpecahan dan perselisihan besar biasanya berkembang dari titik kesamaan yang lebih mendasar (bukan kondisi alami yang tak terhindarkan) membuka kemungkinan untuk menemukan kembali titik temu, perpecahan adalah hasil pilihan dan sejarah, bukan takdir yang tak bisa diubah.
Tafsiran
Perselisihan manusia bukan kondisi asali, melainkan perkembangan dari kesatuan awal: penundaan keputusan final atas perselisihan itu sendiri merupakan ketetapan ilahi, bukan ketidakpedulian.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut manusia mulanya umat yang satu, lalu berselisih. Perpecahan datang kemudian. Yang asli kesatuan, dan perbedaan itu yang perlu diterangkan.
- Yang menahan keputusan disebut suatu kalimat yang telah mendahului dari Tuhanmu. Ketetapan lama. Perselisihan dibiarkan berlangsung bukan karena tak terlihat.
- Allah menyebut kalau bukan karena itu, perkaranya sudah diputuskan. Bentuk pengandaian. Waktu yang tersisa bagi yang berselisih adalah pemberian, bukan kelalaian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-w-n, n-w-s, a-m-m, w-h-d, kh-l-f, k-l-m, s-b-q, r-b-b, q-d-y, b-y-n): ummatan waahidatan diterjemahkan 'umat yang satu'; ikhtalafuu/yakhtalifuun diterjemahkan 'berselisih' (akar kh-l-f, ikhtilaaf, akar sama dengan 4:82); kalimah sabaqat diterjemahkan 'kalimat yang mendahului' (akar k-l-m KLM). gloss '(dalam ketauhidan)/(azab di dunia)' dibuang.