وَيَقُولُونَ لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ ۖ فَقُلْ إِنَّمَا الْغَيْبُ لِلَّهِ فَانْتَظِرُوا إِنِّي مَعَكُمْ مِنَ الْمُنْتَظِرِينَ

Dan mereka berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya suatu tanda dari Tuhannya?” Maka katakanlah, “Sungguh, yang gaib hanya milik Allah. Maka tunggulah! Sesungguhnya aku pun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kalian.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَيَقُولُونَ لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ رَبِّهِwa-yaquuluuna lawlaa unzila 'alayhi aayatun min rabbihidan mereka berkata, mengapa tidak diturunkan kepadanya suatu tanda dari Tuhannya
  2. فَقُلْ إِنَّمَا الْغَيْبُ لِلَّهِ فَانْتَظِرُوا إِنِّي مَعَكُمْ مِنَ الْمُنْتَظِرِينَfa-qul innamaa l-ghaybu li-llaahi fa-ntazhiruu innii ma'akum mina l-muntazhiriinamaka katakanlah, sungguh yang gaib hanya milik Allah, maka tunggulah, sesungguhnya aku pun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kalian

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. وَيَقُولُونَwa-yaquuluunadan mereka berkata
  2. لَوْلَاlawlaamengapa tidak
  3. أُنْزِلَunziladiturunkan
  4. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  5. آيَةٌaayatuntanda
  6. مِنْmindari
  7. رَبِّهِrabbihiTuhannya
  8. فَقُلْfa-qulmaka katakanlah
  9. إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
  10. الْغَيْبُl-ghaybuyang gaib
  11. لِلَّهِli-llaahibagi Allah
  12. فَانْتَظِرُواfa-ntazhiruumaka tunggulah kalian
  13. إِنِّيinniisesungguhnya aku
  14. مَعَكُمْma'akumbersama kalian
  15. مِنَminadari
  16. الْمُنْتَظِرِينَl-muntazhiriinaorang-orang yang menunggu

Inti bacaan

Nabi menempatkan dirinya bersama semua orang dalam ketidaktahuan akan yang gaib: 'aku pun termasuk orang-orang yang menunggu bersamamu', tidak mengklaim akses eksklusif terhadap hal-hal yang memang di luar jangkauan siapa pun. Konkretnya: kejujuran tentang berbagi keterbatasan yang sama dengan orang lain (bukan mengklaim posisi istimewa yang sebenarnya tidak dimiliki) adalah kerendahan hati yang membangun kepercayaan, bersedia menunggu bersama, bukan berpura-pura sudah tahu jawabannya, adalah sikap yang lebih jujur.

Tafsiran

Tuntutan tanda tambahan dijawab bukan dengan penyediaan tanda baru, melainkan penegasan batas pengetahuan: hal gaib sepenuhnya milik Allah, dan sikap menunggu bersama menjadi jawaban yang lebih jujur daripada janji palsu memenuhi tuntutan di luar kewenangan.

Renungan dan Hikmah

  • Yang diperintahkan Allah menjawab bahwa yang gaib hanya milik-Nya. Bukan menjanjikan tanda. Permintaan yang dijawab dengan menyebut siapa pemiliknya berhenti menjadi tawar-menawar.
  • Jawabannya berupa ajakan menunggu, bukan bantahan. Tidak ada perdebatan yang diteruskan. Ada perkara yang memang tidak diselesaikan hari itu juga, dan mengakuinya lebih jujur daripada memaksakan penyelesaian.
  • Yang diperintahkan Allah mengucapkan bahwa ia pun termasuk yang menunggu. Ia berdiri di barisan yang sama. Penyampai yang tidak mengaku punya akses lebih menutup jarak yang biasanya tumbuh sendiri di antara pembawa kabar dan pendengarnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti. maka tunggulah, aku bersama kalian menunggu.”'