وَإِذَا أَذَقْنَا النَّاسَ رَحْمَةً مِنْ بَعْدِ ضَرَّاءَ مَسَّتْهُمْ إِذَا لَهُمْ مَكْرٌ فِي آيَاتِنَا ۚ قُلِ اللَّهُ أَسْرَعُ مَكْرًا ۚ إِنَّ رُسُلَنَا يَكْتُبُونَ مَا تَمْكُرُونَ

Dan apabila Kami memberikan suatu rahmat kepada manusia setelah bencana menimpa mereka, tiba-tiba mereka melakukan tipu daya terhadap tanda-tanda Kami. Katakanlah, “Allah lebih cepat tipu daya-Nya.” Sesungguhnya utusan-utusan Kami mencatat tipu dayamu.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَإِذَا أَذَقْنَا النَّاسَ رَحْمَةً مِنْ بَعْدِ ضَرَّاءَ مَسَّتْهُمْ إِذَا لَهُمْ مَكْرٌ فِي آيَاتِنَاwa-idzaa adzaqnaa n-naasa rahmatan min ba'di dharraa'a massatsum idzaa lahum makrun fii aayaatinaadan apabila Kami memberikan suatu rahmat kepada manusia setelah bencana menimpa mereka, tiba-tiba mereka melakukan tipu daya terhadap tanda-tanda Kami
  2. قُلِ اللَّهُ أَسْرَعُ مَكْرًاquli llaahu asra'u makrankatakanlah, Allah lebih cepat tipu daya-Nya
  3. إِنَّ رُسُلَنَا يَكْتُبُونَ مَا تَمْكُرُونَinna rusulanaa yaktubuuna maa tamkuruunasesungguhnya utusan-utusan Kami mencatat tipu dayamu

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  2. أَذَقْنَاadzaqnaaKami mencicipkan
  3. النَّاسَn-naasamanusia
  4. رَحْمَةًrahmatanrahmat
  5. مِنْmindari
  6. بَعْدِba'disesudah
  7. ضَرَّاءَdharraa'akesengsaraan
  8. مَسَّتْهُمْmassatsummenimpa mereka
  9. إِذَاidzaaseketika itu
  10. لَهُمْlahumbagi mereka
  11. مَكْرٌmakruntipu daya
  12. فِيfiiterhadap
  13. آيَاتِنَاaayaatinaatanda-tanda Kami
  14. قُلِqulikatakanlah
  15. اللَّهُllaahuAllah
  16. أَسْرَعُasra'ulebih cepat
  17. مَكْرًاmakrantipu daya
  18. إِنَّinnasesungguhnya
  19. رُسُلَنَاrusulanaarasul-rasul Kami
  20. يَكْتُبُونَyaktubuunamenulis
  21. مَاmaaapa yang
  22. تَمْكُرُونَtamkuruunakalian merencanakan tipu daya

Inti bacaan

Pola yang meresahkan: begitu rahmat datang setelah kesulitan, 'mereka segera melakukan segala tipu daya', pemulihan yang cepat dari kesulitan justru diikuti kembalinya perilaku bermasalah dengan cepat pula. Konkretnya: waspadai kecenderungan diri sendiri untuk cepat melupakan pelajaran dari kesulitan begitu keadaan membaik, jarak waktu yang singkat antara pemulihan dan kembalinya kebiasaan lama adalah tanda bahwa pelajaran belum benar-benar terinternalisasi, hanya tertekan sementara oleh keadaan.

Tafsiran

Motif 'tipu daya Allah' bersifat responsif, bukan inisiatif: hanya muncul sbg jawaban atas tipu daya manusia terhadap tanda-tanda-Nya, dan pencatatan oleh utusan-utusan-Nya menegaskan bahwa tak ada muslihat yang luput dari catatan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mereka melakukan tipu daya justru setelah diberi rahmat, bukan saat ditimpa bencana. Waktunya yang mengherankan. Kelapangan ternyata menguji lebih tajam daripada kesempitan.
  • Allah memakai kata tiba-tiba untuk perubahan itu. Jaraknya sependek itu. Ingatan atas pertolongan bisa habis sebelum keadaan yang ditolong sempat berubah jauh.
  • Jawaban yang Allah perintahkan: Dia lebih cepat tipu daya-Nya. Kata yang dipakai sama dengan kata mereka. Perbuatan mereka dibalas dengan sebutan yang persis, dan hanya kecepatannya yang dibedakan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Our messengers write down what you scheme.'