وَإِذَا أَذَقْنَا النَّاسَ رَحْمَةً مِنْ بَعْدِ ضَرَّاءَ مَسَّتْهُمْ إِذَا لَهُمْ مَكْرٌ فِي آيَاتِنَا ۚ قُلِ اللَّهُ أَسْرَعُ مَكْرًا ۚ إِنَّ رُسُلَنَا يَكْتُبُونَ مَا تَمْكُرُونَ

Dan apabila Kami memberikan suatu rahmat kepada manusia setelah bencana menimpa mereka, tiba-tiba mereka melakukan tipu daya terhadap tanda-tanda Kami. Katakanlah, “Allah lebih cepat tipu daya-Nya.” Sesungguhnya utusan-utusan Kami mencatat tipu dayamu.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَإِذَا أَذَقْنَا النَّاسَ رَحْمَةً مِنْ بَعْدِ ضَرَّاءَ مَسَّتْهُمْ إِذَا لَهُمْ مَكْرٌ فِي آيَاتِنَاwa-idzaa adzaqnaa n-naasa rahmatan min ba'di darraa'a massatsum idzaa lahum makrun fii aayaatinaadan apabila Kami memberikan suatu rahmat kepada manusia setelah bencana menimpa mereka, tiba-tiba mereka melakukan tipu daya terhadap tanda-tanda Kami
  2. قُلِ اللَّهُ أَسْرَعُ مَكْرًاquli llaahu asra'u makrankatakanlah, Allah lebih cepat tipu daya-Nya
  3. إِنَّ رُسُلَنَا يَكْتُبُونَ مَا تَمْكُرُونَinna rusulanaa yaktubuuna maa tamkuruunasesungguhnya utusan-utusan Kami mencatat tipu dayamu
Catatan pilihan kata (ringkas)

Akar akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. Keputusan Pak FD 16 Jul: 'tanda' TANPA pengecualian (diuji: 'tanda' tak mustahil bahkan di 2:252/10:1/24:1/41:3). tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Lih. sebagian penerjemah: 'And when We let men taste mercy after affliction has touched them, then have they a scheme concerning Our proofs. Say thou: “God is swifter in scheme!” Our messengers write down what you scheme.'

Aplikasi

Pola yang meresahkan: begitu rahmat datang setelah kesulitan, 'mereka segera melakukan segala tipu daya', pemulihan yang cepat dari kesulitan justru diikuti kembalinya perilaku bermasalah dengan cepat pula. Konkretnya: waspadai kecenderungan diri sendiri untuk cepat melupakan pelajaran dari kesulitan begitu keadaan membaik, jarak waktu yang singkat antara pemulihan dan kembalinya kebiasaan lama adalah tanda bahwa pelajaran belum benar-benar terinternalisasi, hanya tertekan sementara oleh keadaan.