إِنَّمَا مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالْأَنْعَامُ حَتَّىٰ إِذَا أَخَذَتِ الْأَرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلًا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَنْ لَمْ تَغْنَ بِالْأَمْسِ ۚ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Sesungguhnya perumpamaan kehidupan dunia adalah ibarat air yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah karenanya beragam tanaman bumi yang dimakan oleh manusia dan hewan ternak. Hingga apabila bumi telah sempurna keindahannya dan terhias, dan pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, datanglah kepadanya ketetapan Kami pada waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan ia seperti ladang yang telah disabit, seakan-akan belum pernah subur kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan secara terperinci tanda-tanda kepada kaum yang berpikir.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. إِنَّمَا مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالْأَنْعَامُ حَتَّىٰ إِذَا أَخَذَتِ الْأَرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلًا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَنْ لَمْ تَغْنَ بِالْأَمْسِinnamaa matsalu l-hayaati d-dunyaa ka-maa'in anzalnaahu mina s-samaa'i fa-khtalata bihi nabaatu l-ardi mimmaa ya'kulu n-naasu wa-l-an'aamu hattaa idzaa akhadzati l-ardu zukhrufahaa wa-zzayyanat wa-zhanna ahluhaa annahum qaadiruuna alayhaa ataahaa amrunaa laylan aw nahaaran fa-ja'alnaahaa hasiidan ka-an lam taghna bi-l-amsisesungguhnya perumpamaan kehidupan dunia adalah ibarat air yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah karenanya beragam tanaman bumi yang dimakan oleh manusia dan hewan ternak, hingga apabila bumi telah sempurna keindahannya dan terhias, dan pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, datanglah kepadanya ketetapan Kami pada waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan ia seperti ladang yang telah disabit, seakan-akan belum pernah subur kemarin
  2. كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَka-dzaalika nufassilu l-aayaati li-qawmin yatafakkaruunademikianlah Kami menjelaskan secara terperinci tanda-tanda kepada kaum yang berpikir
Catatan pilihan kata (ringkas)

Akar akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. Keputusan Pak FD 16 Jul: 'tanda' TANPA pengecualian (diuji: 'tanda' tak mustahil bahkan di 2:252/10:1/24:1/41:3). tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Lih. sebagian penerjemah: 'The likeness of the life of this world is but like water We send down from the sky, and the plants of the earth mingle with it, whereof men and cattle eat: when the earth has taken her decoration, and is made fair, and its people think they have power over it, Our command comes by night or by day, and We make it reaped as if it had not flourished the day before, thus do We set out and detail the proofs for people who reflect.'

Aplikasi

Perumpamaan tajam: tanaman yang subur dan indah, pemiliknya yakin sudah menguasainya sepenuhnya, tiba-tiba dihancurkan, kepastian berlebihan tentang kendali atas sesuatu yang sebenarnya rapuh dan sementara. Konkretnya: keyakinan berlebihan bahwa sesuatu yang tampak stabil dan berkembang baik (karier, bisnis, hubungan) sudah sepenuhnya di bawah kendali sendiri berisiko mengabaikan kerapuhan yang sebenarnya masih ada, kerendahan hati tentang batas kendali atas hal-hal yang tampak mapan mencegah keterkejutan berlebihan saat perubahan tiba-tiba terjadi.