هُنَالِكَ تَبْلُو كُلُّ نَفْسٍ مَا أَسْلَفَتْ ۚ وَرُدُّوا إِلَى اللَّهِ مَوْلَاهُمُ الْحَقِّ ۖ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ

Di sanalah setiap jiwa merasakan apa yang telah dikerjakannya dahulu. Dan mereka dikembalikan kepada Allah, pelindung mereka yang sebenarnya, dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. هُنَالِكَ تَبْلُو كُلُّ نَفْسٍ مَا أَسْلَفَتْhunaalika tabluu kullu nafsin maa aslafatdi sanalah setiap jiwa merasakan apa yang telah dikerjakannya dahulu
  2. وَرُدُّوا إِلَى اللَّهِ مَوْلَاهُمُ الْحَقِّwa-rudduu ilaa llaahi mawlaahumu l-haqqidan mereka dikembalikan kepada Allah, pelindung mereka yang sebenarnya
  3. وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَwa-dhalla 'anhum maa kaanuu yaftaruunadan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. هُنَالِكَhunaalikadi sanalah
  2. تَبْلُوtabluumerasakan
  3. كُلُّkullusetiap
  4. نَفْسٍnafsinjiwa
  5. مَاmaaapa yang
  6. أَسْلَفَتْaslafattelah lalu
  7. وَرُدُّواwa-rudduudan mereka dikembalikan
  8. إِلَىilaakepada
  9. اللَّهِllaahiAllah
  10. مَوْلَاهُمُmawlaahumupelindung mereka
  11. الْحَقِّl-haqqihak
  12. وَضَلَّwa-dhalladan lenyaplah
  13. عَنْهُمْ'anhumdari mereka
  14. مَاmaaapa yang
  15. كَانُواkaanuumereka selalu
  16. يَفْتَرُونَyaftaruunamereka mengada-ada

Inti bacaan

Momen penentu: 'setiap jiwa merasakan (menguji) apa yang telah dikerjakannya dahulu', sebuah pengalaman langsung dan personal atas hasil tindakan masa lalu, bukan sekadar laporan abstrak. Konkretnya: pada akhirnya, seseorang akan benar-benar 'merasakan' konsekuensi dari pilihan-pilihan yang dibuat sepanjang hidup secara langsung dan personal, kesadaran akan momen penentu ini mendorong pertimbangan yang lebih serius terhadap tindakan sehari-hari, bukan menunda evaluasi sampai 'nanti'.

Tafsiran

Penutup pericope ini menyingkap dua momen sekaligus: pengujian atas amal masa lalu dan lenyapnya seluruh sandaran palsu, menegaskan bahwa hanya Allah, sebagai pelindung sebenarnya, yang tersisa ketika segala fabrikasi terkuak.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut setiap jiwa merasakan apa yang telah dikerjakannya. Bukan menerima laporan. Yang dihadapi bukan penilaian atas perbuatan, melainkan perbuatannya sendiri.
  • Allah menyebut mereka dikembalikan kepada-Nya, pelindung mereka yang sebenarnya. Kata sebenarnya ditambahkan. Yang selama ini dianggap pelindung disebut bukan yang sebenarnya.
  • Allah menutup dengan lenyapnya apa yang mereka ada-adakan. Bukan dikalahkan. Sesuatu yang tak pernah benar-benar ada tidak perlu dihapus; ia cuma berhenti tampak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar b-l-w, k-l-l, n-f-s, s-l-f, r-d-d, a-l-h, w-l-y, h-q-q, d-l-l, k-w-n, f-r-y): tabluu diterjemahkan 'merasakan/menguji' (akar b-l-w); aslafat diterjemahkan 'yang telah dikerjakan dahulu' (akar s-l-f); mawlaa diterjemahkan 'pelindung (wali)' (akar w-l-y WLY, Allah pelindung sejati); al-haqq diterjemahkan 'yang sebenarnya' (akar h-q-q); dalla anhum diterjemahkan 'lenyap dari mereka' (akar d-l-l putaran 78, 'sirna'). gloss '(padang Mahsyar)/(dahulu)/(sesembahan)' dibuang.