قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۚ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ ۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

Katakanlah, “Siapakah yang memberikan rezeki kepada kalian dari langit dan bumi, siapakah yang kuasa atas pendengaran dan penglihatan, siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, serta siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab, “Allah.” Maka katakanlah, “Apakah kalian tidak bertakwa?”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَqul man yarzuqukum mina s-samaa'i wa-l-ardhi amman yamliku s-sam'a wa-l-abshaara wa-man yukhriju l-hayya mina l-mayyiti wa-yukhriju l-mayyita mina l-hayyi wa-man yudabbiru l-amrakatakanlah, siapakah yang memberikan rezeki kepada kalian dari langit dan bumi, siapakah yang kuasa atas pendengaran dan penglihatan, siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, serta siapakah yang mengatur segala urusan
  2. فَسَيَقُولُونَ اللَّهُfa-sa-yaquuluuna llaahumaka mereka akan menjawab, Allah
  3. فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَfa-qul a-fa-laa tattaquunamaka katakanlah, apakah kalian tidak bertakwa

Terjemahan per kata (27 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. مَنْmanorang yang
  3. يَرْزُقُكُمْyarzuqukummemberi kalian rezeki
  4. مِنَminadari
  5. السَّمَاءِs-samaa'ilangit
  6. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  7. أَمَّنْammanataukah siapa
  8. يَمْلِكُyamlikumemiliki
  9. السَّمْعَs-sam'apendengaran
  10. وَالْأَبْصَارَwa-l-abshaaradan penglihatan
  11. وَمَنْwa-mandan orang yang
  12. يُخْرِجُyukhrijumengeluarkan
  13. الْحَيَّl-hayyayang hidup
  14. مِنَminadari
  15. الْمَيِّتِl-mayyitiyang mati
  16. وَيُخْرِجُwa-yukhrijudan Dia mengeluarkan
  17. الْمَيِّتَl-mayyitayang mati
  18. مِنَminadari
  19. الْحَيِّl-hayyiyang hidup
  20. وَمَنْwa-mandan orang yang
  21. يُدَبِّرُyudabbirumengatur
  22. الْأَمْرَl-amraurusan
  23. فَسَيَقُولُونَfa-sa-yaquuluunamaka mereka akan berkata
  24. اللَّهُllaahuAllah
  25. فَقُلْfa-qulmaka katakanlah
  26. أَفَلَاa-fa-laamaka tidakkah
  27. تَتَّقُونَtattaquunabertakwa

Inti bacaan

Rangkaian pertanyaan retoris yang dijawab sendiri oleh pendengarnya ('mereka akan menjawab: Allah') menyingkap kesenjangan antara pengakuan intelektual dan konsistensi perilaku, mereka sudah tahu jawabannya, tapi tidak bertindak sesuai. Konkretnya: kesenjangan antara apa yang secara intelektual diakui benar dan bagaimana seseorang benar-benar bertindak adalah pola yang umum dan layak diperiksa pada diri sendiri, mengetahui jawaban yang benar tidak otomatis menghasilkan perilaku yang konsisten dengannya, jarak ini perlu dijembatani secara sadar.

Tafsiran

Rangkaian pertanyaan retoris ini membangun pengakuan bertahap (rezeki, indra, kehidupan-kematian, pengaturan alam semesta), semua diakui berasal dari Allah, namun pengakuan verbal itu sendiri tidak otomatis membuahkan ketakwaan, menyingkap jarak antara pengetahuan dan sikap hidup.

Renungan dan Hikmah

  • Yang menjawab pertanyaan itu mereka sendiri, dan jawabannya Allah. Tidak ada yang perlu diyakinkan. Pengetahuan bukan yang kurang di sini, dan itulah yang membuat pertanyaan penutupnya terasa begitu tajam.
  • Empat hal ditanyakan berturut-turut: rezeki, pendengaran dan penglihatan, hidup dan mati, lalu pengaturan segala urusan. Semuanya dijawab dengan satu nama. Yang dikumpulkan bukan bukti baru, melainkan hal-hal yang sudah lama mereka akui, ditaruh berjejer.
  • Sesudah jawaban itu keluar dari mulut mereka sendiri, Allah menyuruh bertanya sekali lagi: apakah kalian tidak bertakwa? Jarak antara tahu dan bertindak yang ditanyakan. Dan pertanyaan itu jauh lebih sulit dijawab daripada empat yang sebelumnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.