قُلْ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ ۚ قُلِ اللَّهُ يَهْدِي لِلْحَقِّ ۗ أَفَمَنْ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ أَحَقُّ أَنْ يُتَّبَعَ أَمَّنْ لَا يَهِدِّي إِلَّا أَنْ يُهْدَىٰ ۖ فَمَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ
Katakanlah, “Apakah di antara sekutu-sekutu kalian ada yang membimbing pada kebenaran?” Katakanlah, “Allah membimbing pada kebenaran.” Maka apakah yang membimbing pada kebenaran lebih berhak diikuti, ataukah yang tidak mampu membimbing kecuali dibimbing? Maka, ada apa dengan kalian? Bagaimanakah kalian memberi keputusan?
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- قُلْ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّqul hal min syurakaa'ikum man yahdii ilaa l-haqqikatakanlah, apakah di antara sekutu-sekutu kalian ada yang membimbing pada kebenaran
- قُلِ اللَّهُ يَهْدِي لِلْحَقِّquli llaahu yahdii li-l-haqqikatakanlah, Allah membimbing pada kebenaran
- أَفَمَنْ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ أَحَقُّ أَنْ يُتَّبَعَ أَمَّنْ لَا يَهِدِّي إِلَّا أَنْ يُهْدَىٰa-fa-man yahdii ilaa l-haqqi ahaqqu an yuttaba'a amman laa yahiddii illaa an yuhdaamaka apakah yang membimbing pada kebenaran lebih berhak diikuti, ataukah yang tidak mampu membimbing kecuali dibimbing
- فَمَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَfa-maa lakum kayfa tahkumuunamaka, ada apa dengan kalian, bagaimanakah kalian memberi keputusan
Terjemahan per kata (29 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- هَلْhalapakah
- مِنْmindari
- شُرَكَائِكُمْsyurakaa'ikumsekutu-sekutu kalian
- مَنْmanorang yang
- يَهْدِيyahdiimemberi petunjuk
- إِلَىilaakepada
- الْحَقِّl-haqqihak
- قُلِqulikatakanlah
- اللَّهُllaahuAllah
- يَهْدِيyahdiimemberi petunjuk
- لِلْحَقِّli-l-haqqipada kebenaran
- أَفَمَنْa-fa-manmaka apakah orang yang
- يَهْدِيyahdiimemberi petunjuk
- إِلَىilaakepada
- الْحَقِّl-haqqihak
- أَحَقُّahaqqulebih berhak
- أَنْanuntuk
- يُتَّبَعَyuttaba'adiikuti
- أَمَّنْammanataukah siapa
- لَاlaatidak
- يَهِدِّيyahiddiimendapat petunjuk
- إِلَّاillaakecuali
- أَنْanbahwa
- يُهْدَىٰyuhdaadiberi petunjuk
- فَمَاfa-maamaka mengapa
- لَكُمْlakumbagi kalian
- كَيْفَkayfabagaimana
- تَحْكُمُونَtahkumuunakalian memutuskan
Inti bacaan
Kriteria kepemimpinan/otoritas yang jelas diajukan: 'apakah yang membimbing pada kebenaran lebih berhak diikuti ataukah yang tidak mampu membimbing bahkan perlu dibimbing?', standar akal sehat untuk menentukan siapa yang layak diikuti. Konkretnya: sebelum mengikuti seseorang atau sesuatu sebagai panduan/otoritas, tanyakan apakah pihak itu sendiri benar-benar mampu memberi arah yang jelas, atau justru dirinya sendiri membutuhkan bimbingan, kriteria sederhana ini (mampu membimbing vs. perlu dibimbing) mencegah mengikuti otoritas yang sebenarnya tidak layak.
Tafsiran
Kriteria 'lebih berhak diikuti' dibalik menjadi pertanyaan retoris yang menjungkirbalikkan logika penyembahan berhala: mengikuti yang butuh dibimbing, alih-alih yang membimbing, adalah kebalikan total dari akal sehat, sehingga penutup ayat langsung menyoal cara mereka membuat keputusan.
Renungan dan Hikmah
- Rangkaian pertanyaan retoris 'siapa yang membimbing' (10:31-35) membentuk satu argumen bertahap, dari pengakuan rezeki-indra-hidup-mati hingga puncaknya pada bimbingan menuju kebenaran, semua berujung pada kesimpulan yang sama namun sengaja diulang dari sudut berbeda.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
shurakaa'iKUM/laKUM/tahkumuun = 2MP diterjemahkan kalian. Penutup: fa-maa laKUM kayfa TAHKUMUuN, verba hakama utk MANUSIA yang memutus serampangan. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga terjemahan).