وَمَا كَانَ هَٰذَا الْقُرْآنُ أَنْ يُفْتَرَىٰ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ الْكِتَابِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Tidak mungkin Al-Qur'an ini dibuat-buat oleh selain Allah, tetapi membenarkan yang sebelumnya dan menjelaskan secara terperinci Kitab. Tidak ada keraguan di dalamnya, dari Tuhan seisi alam.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَمَا كَانَ هَٰذَا الْقُرْآنُ أَنْ يُفْتَرَىٰ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ الْكِتَابِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَwa-maa kaana haadzaa l-qur'aanu an yuftaraa min duuni llaahi wa-laakin tashdiiqa lladzii bayna yadayhi wa-tafshiila l-kitaabi laa rayba fiihi min rabbi l-'aalamiinatidak mungkin Al-Qur'an ini dibuat-buat oleh selain Allah, tetapi membenarkan yang sebelumnya dan menjelaskan secara terperinci Kitab, tidak ada keraguan di dalamnya, dari Tuhan seisi alam
Terjemahan per kata (22 kata)
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- كَانَkaanaadalah
- هَٰذَاhaadzaaini
- الْقُرْآنُl-qur'aanuAl-Qur'an
- أَنْanuntuk
- يُفْتَرَىٰyuftaraadiada-adakan
- مِنْmindari
- دُونِduuniselain
- اللَّهِllaahiAllah
- وَلَٰكِنْwa-laakintetapi
- تَصْدِيقَtashdiiqamembenarkan
- الَّذِيlladziiyang
- بَيْنَbaynadi antara
- يَدَيْهِyadayhikedua tangannya
- وَتَفْصِيلَwa-tafshiiladan penjelasan
- الْكِتَابِl-kitaabiKitab
- لَاlaatidak
- رَيْبَraybakeraguan
- فِيهِfiihidi dalamnya
- مِنْmindari
- رَبِّrabbiTuhan
- الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam
Inti bacaan
Kredibilitas argumen dibangun lewat konsistensi dan koherensi dengan yang sudah ada sebelumnya, 'membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya', bukan klaim yang berdiri sendiri tanpa keterhubungan. Konkretnya: klaim baru yang konsisten dan koheren dengan pengetahuan/kebenaran yang sudah mapan sebelumnya (bukan bertentangan sepenuhnya tanpa penjelasan) memiliki kredibilitas yang lebih kuat, memeriksa keterhubungan sebuah klaim baru dengan pemahaman yang sudah teruji sebelumnya adalah cara menilai kredibilitasnya.
Tafsiran
Argumen ini membalikkan tuduhan 'dibuat-buat' dengan kriteria fungsional: Al-Qur'an membenarkan yang datang sebelumnya dan menjelaskan Kitab secara terperinci, dua fungsi yang menuntut sumber otoritatif, bukan karangan sepihak.
Renungan dan Hikmah
- Allah membantah tuduhan itu bukan dengan menyebut keindahan bacaan ini, melainkan dengan menyebut apa yang dikerjakannya. Alasannya berupa fungsi. Yang membuktikan asal-usul sesuatu adalah apa yang bisa dilakukannya, bukan bagaimana rupanya.
- Pekerjaan pertama yang Allah sebut membenarkan yang sebelumnya. Bukan menggantikan. Sesuatu yang datang belakangan dan tetap membenarkan pendahulunya tidak sedang bersaing dengannya.
- Allah menutup dengan menyebut asalnya: dari Tuhan seisi alam. Sesudah dua alasan yang bisa diperiksa. Keterangan tentang sumbernya diletakkan di ujung, bukan dijadikan pembuka yang harus dipercaya lebih dahulu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
sebutan pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C2: aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (73 ayat, SATU terjemahan; KBBI seisi = 'seluruh penghuni'; 'alam' = kata serapan aalam). Bandingkan 26:165/15:70/29:10 (aalamiin=orang); definisi internal 26:23-24; tambalan '(pada masa itu)' 6 ayat faddala dibuang. naas diterjemahkan 'manusia', khalq diterjemahkan 'makhluk', ummah diterjemahkan 'umat', wilayah lain, tak dilebur. jamak aalamuun = 'jenis-jenis makhluk yang diciptakan… bentuk jamak ini dipakai justru karena mencakup manusia'.