أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِثْلِهِ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Atau apakah mereka berkata, “Dia mengada-adakannya”? Katakanlah, “Maka datangkanlah satu surah semisalnya, dan serulah siapa yang kalian mampu selain Allah, jika kalian orang-orang yang benar.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُam yaquuluuna ftaraahuatau apakah mereka berkata, dia mengada-adakannya
- قُلْ فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِثْلِهِ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَqul fa-'tuu bi-suuratin mitslihi wa-d'uu mani statha'tum min duuni llaahi in kuntum shaadiqiinakatakanlah, maka datangkanlah satu surah semisalnya, dan serulah siapa yang kalian mampu selain Allah, jika kalian orang-orang yang benar
Terjemahan per kata (16 kata)
- أَمْamatau
- يَقُولُونَyaquuluunamereka berkata
- افْتَرَاهُftaraahuia mengada-adakannya
- قُلْqulkatakanlah
- فَأْتُواfa-'tuumaka datangkanlah
- بِسُورَةٍbi-suuratindengan satu surah
- مِثْلِهِmitslihisemisalnya
- وَادْعُواwa-d'uudan panggillah
- مَنِmanisiapa yang
- اسْتَطَعْتُمْstatha'tumkalian sanggup
- مِنْmindari
- دُونِduuniselain
- اللَّهِllaahiAllah
- إِنْinjika
- كُنْتُمْkuntumkalian adalah
- صَادِقِينَshaadiqiinaorang-orang yang benar
Inti bacaan
Tantangan terbuka dan falsifiable: 'datangkanlah satu surah semisalnya. jika kalian orang-orang yang benar', kesediaan diuji secara terbuka dan spesifik adalah tanda keyakinan yang genuine terhadap klaim yang diajukan. Konkretnya: mengajukan tantangan terbuka dan spesifik yang bisa diuji/dibuktikan salah (bukan klaim samar yang tidak bisa diverifikasi) adalah tanda keyakinan yang jujur terhadap sesuatu, kesediaan menawarkan kriteria konkret untuk membuktikan diri salah adalah bentuk transparansi intelektual yang jarang ditemukan pada klaim yang sebenarnya rapuh.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini menjawab satu tuduhan dengan sebuah tawaran, bukan dengan bantahan.
Tuduhannya bahwa kitab itu dikarang. Jawabannya tidak berupa penyangkalan, melainkan permintaan agar tuduhan itu dibuktikan dengan cara yang paling langsung, yaitu mengarang sesuatu yang setara. Kalau memang bisa dikarang, mengarangnya seharusnya mungkin.
Yang diminta hanya “satu surah semisalnya” (بِسُورَةٍ مِثْلِهِ, bi-suuratin mitslihi). Bukan seluruh kitab, bukan sepuluh, cuma satu. Rangkaian kata ini hanya sekali muncul di seluruh Al-Qur'an. Tantangan yang sama ternyata muncul dalam tiga susunan kata yang berbeda dan masing-masing hanya sekali: satu surah dari yang semisalnya (2:23), satu surah semisalnya di ayat ini, dan sepuluh surah semisalnya yang dibuat-buat (11:13).
Bantuan pun tidak dibatasi. Mereka dipersilakan menyeru siapa saja yang mereka mampu. Penutupnya lalu mengembalikan perkara bukan kepada kemampuan mereka, melainkan kepada kejujuran mereka: “jika kalian orang-orang yang benar”. Yang diuji bukan sanggup atau tidak, melainkan apakah tuduhan itu sendiri diucapkan dengan sungguh-sungguh.
Tuduhan yang dijawab ayat ini bukan tuduhan yang muncul sekali. Kata “dia mengada-adakannya” (افْتَرَاهُ, iftaraahu) direkam tujuh kali di dalam Al-Qur'an (10:38, 11:13, 11:35, 21:5, 25:4, 32:3, 46:8). Sebuah kitab yang merekam tuduhan terhadap dirinya sendiri sebanyak itu sedang melakukan sesuatu yang tidak lazim: ia tidak menghapus keberatan yang paling merugikannya, melainkan mengulangnya.
Dari tujuh tempat itu, dua di antaranya dijawab dengan tantangan mengarang tandingan (10:38, 11:13). Yang lain dijawab dengan cara berbeda. Jadi jawaban berupa tantangan bukan satu-satunya cara yang dipakai, dan pemilihannya di sini punya bentuk khusus: tuduhan bahwa sesuatu dikarang dijawab dengan permintaan agar penuduhnya mengarang.
Bentuk jawaban seperti itu punya keunggulan yang tidak dimiliki bantahan. Sebuah penyangkalan bisa dibalas penyangkalan, dan perdebatan berhenti pada siapa yang lebih dipercaya. Sebuah tantangan memindahkan perkara dari perkataan ke perbuatan, dan hasilnya bisa dilihat siapa saja tanpa perlu memercayai pihak mana pun.
Yang diminta pun diperkecil sampai batas terendah, yaitu satu surah. Susunan yang dipakai di sini hanya sekali muncul di seluruh Al-Qur'an; dua tempat lain memakai susunan yang sedikit berbeda, yaitu satu surah dari yang semisalnya (2:23) dan sepuluh surah semisalnya yang dibuat-buat (11:13). Tiga rumusan, tiga ukuran, dan ketiganya masing-masing hanya sekali dipakai.
Tafsiran
Tantangan mendatangkan satu surah semisal ini menjadikan pembuktian bersifat terbuka dan terukur, bukan klaim yang harus diterima begitu saja, melainkan diuji lewat upaya nyata yang bisa dicoba siapa pun yang menuduh. Bentuk jawabannya yang paling patut diperhatikan, sebab ia bukan bantahan.
Sebuah penyangkalan akan membawa perdebatan ke tempat yang tidak bisa diselesaikan, yaitu siapa yang lebih pantas dipercaya. Sebuah tantangan memindahkan perkara dari perkataan ke perbuatan, dan hasilnya bisa diperiksa siapa saja tanpa perlu memihak lebih dahulu. Pilihan bentuk itu menyatakan sesuatu tentang keyakinan pihak yang memilihnya.
Tuduhan yang dijawabnya bukan tuduhan sekali lewat. Ia direkam tujuh kali di dalam kitab ini (10:38, 11:13, 11:35, 21:5, 25:4, 32:3, 46:8). Sebuah kitab yang mengulang tuduhan paling merugikan terhadap dirinya sendiri sebanyak itu sedang berbuat sebaliknya dari yang biasa dilakukan pihak yang ingin meyakinkan. Yang lazim adalah menghapus keberatan; yang dilakukan di sini mengabadikannya.
Syaratnya pun diperkecil sampai batas terendah dan bantuannya dibiarkan tanpa batas, lalu penutupnya mengembalikan perkara bukan kepada kemampuan melainkan kepada kejujuran. Kalimat terakhirnya, jika kalian orang-orang yang benar, menyingkap apa yang sebenarnya sedang diuji. Bukan sanggup atau tidak, melainkan apakah tuduhan itu diucapkan dengan sungguh-sungguh. Sebagian besar tuduhan memang tidak pernah dimaksudkan untuk diuji, dan ayat ini menempatkan penuduhnya tepat di titik itu.
Renungan dan Hikmah
- Yang diminta Allah cuma satu surah, bukan seluruh kitab. Tantangannya diperkecil sampai sekecil mungkin. Penantang yang merendahkan sendiri ambang tantangannya tidak sedang mencari kemenangan yang mudah. Kata kerja yang menamai tuduhan mereka (افْتَرَاهُ) muncul di tujuh ayat, yaitu 10:38, 11:13, 11:35, 21:5, 25:4, 32:3, dan 46:8. Tuduhan yang sama diulang oleh kaum yang berbeda-beda di surah yang berbeda-beda, dan jawabannya tidak selalu sama. Di sini jawabannya berupa tantangan satu surah, di 11:13 sepuluh surah, di tempat lain berupa keterangan.
- Mereka dipersilakan menyeru siapa pun yang mereka mampu, selain Allah. Bukan diminta bekerja sendirian. Semua bantuan yang bisa dikumpulkan manusia dibuka lebar, dan justru keterbukaan itu yang membuat hasilnya berbicara. Izin memanggil bantuan itu bagian dari tantangannya, bukan kelonggaran yang ditambahkan belakangan. Sebuah tantangan yang melarang bantuan menguji kemampuan satu orang; yang membolehkannya menguji kemampuan siapa pun yang bisa dikumpulkan. Batasnya cuma satu, yaitu selain Allah, dan batas itu justru yang membuat hasilnya bisa disimpulkan.
- Penutupnya mengembalikan perkara pada kejujuran mereka sendiri, bukan pada kemampuan mereka. Yang sebenarnya diuji bukan bakat menyusun kata. Yang diuji apakah tuduhan tadi diucapkan dengan sungguh-sungguh atau sekadar dilontarkan. Penutupnya tidak berbunyi jika kalian mampu, melainkan jika kalian orang-orang yang benar. Yang diuji karena itu bukan kesanggupan melainkan kejujuran. Perbedaannya nyata: orang yang tidak sanggup masih bisa jujur, sedangkan orang yang menuduh sambil tidak bersedia menguji tuduhannya sendiri sudah menjawab pertanyaan tentang kejujurannya tanpa mengucapkan sepatah kata.
- Allah memperkecil tantangannya sampai satu surah, membolehkan bantuan tanpa batas, lalu menutup dengan jika kalian orang-orang yang benar. Kalau yang diuji kejujuran dan bukan kemampuan, berapa banyak tuduhan yang kita lontarkan tanpa pernah berniat mengujinya? Ada satu hal yang tidak dilakukan ayat ini. Ia tidak menyebutkan siapa yang akan menilai hasilnya, dan tidak menetapkan ukuran keberhasilan. Apakah itu kelemahan tantangannya? Justru sebaliknya. Tantangan yang penilaiannya dipegang penantang selalu bisa ditolak sebagai berat sebelah. Tantangan yang tidak punya juri menyerahkan seluruh penilaiannya kepada siapa pun yang ingin memeriksa.
- Ayat ini tidak membantah tuduhan itu dengan mengatakan bahwa ia tidak benar. Ia menjawabnya dengan menyodorkan pekerjaan. Susunan itu memindahkan beban dari yang dituduh ke yang menuduh, dan pemindahan itu sah karena tuduhannya sendiri berupa klaim tentang kemampuan, yaitu bahwa seorang manusia menyusunnya. Klaim tentang kemampuan cuma bisa diperiksa dengan mencoba, bukan dengan berdebat. Allah menyerahkan alatnya dan menyingkir dari perdebatan.
- Ayat ini dibuka dengan kata yang berarti atau, jadi ia bukan tuduhan pertama melainkan tuduhan berikutnya sesudah yang sebelumnya tidak berhasil. Susunan itu menyingkapkan sesuatu tentang cara kerja penolakan. Tuduhan yang diajukan berganti-ganti sementara kesimpulannya tetap sama menandai bahwa kesimpulannya diambil lebih dulu dan tuduhannya dicari kemudian. Allah menjawab tuduhan yang kesekian itu dengan cara yang sama seriusnya dengan yang pertama, dan keseriusan itu sendiri sudah menjadi jawaban atas pola yang sedang berjalan.