بَلْ كَذَّبُوا بِمَا لَمْ يُحِيطُوا بِعِلْمِهِ وَلَمَّا يَأْتِهِمْ تَأْوِيلُهُ ۚ كَذَٰلِكَ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الظَّالِمِينَ
Bahkan, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna dan belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikianlah, orang-orang sebelum mereka pun telah mendustakan. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang zalim.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- بَلْ كَذَّبُوا بِمَا لَمْ يُحِيطُوا بِعِلْمِهِ وَلَمَّا يَأْتِهِمْ تَأْوِيلُهُbal kadzdzabuu bi-maa lam yuhiithuu bi-'ilmihi wa-lammaa ya'tihim ta'wiiluhubahkan, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna dan belum datang kepada mereka penjelasannya
- كَذَٰلِكَ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْka-dzaalika kadzdzaba lladziina min qablihimdemikianlah, orang-orang sebelum mereka pun telah mendustakan
- فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الظَّالِمِينَfa-nzhur kayfa kaana 'aaqibatu zh-zhaalimiinamaka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang zalim
Terjemahan per kata (19 kata)
- بَلْbalbahkan
- كَذَّبُواkadzdzabuumendustakan
- بِمَاbi-maaapa yang
- لَمْlamtidak
- يُحِيطُواyuhiithuumereka meliputi
- بِعِلْمِهِbi-'ilmihidengan ilmu-Nya
- وَلَمَّاwa-lammaadan ketika
- يَأْتِهِمْya'tihimdatang kepada mereka
- تَأْوِيلُهُta'wiiluhutakwilnya
- كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
- كَذَّبَkadzdzabamendustakan
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- مِنْmindari
- قَبْلِهِمْqablihimsebelum mereka
- فَانْظُرْfa-nzhurmaka perhatikanlah
- كَيْفَkayfabagaimana
- كَانَkaanaadalah
- عَاقِبَةُ'aaqibatukesudahan
- الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim
Inti bacaan
Kritik terhadap penolakan prematur: 'mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna', menolak sesuatu sebelum benar-benar memahaminya adalah kesalahan metodologis, bukan skeptisisme yang sehat. Konkretnya: menolak sepenuhnya sesuatu sebelum benar-benar berusaha memahaminya secara menyeluruh adalah kesalahan berpikir yang berbeda dari skeptisisme yang sehat (yang tetap terbuka memeriksa sebelum memutuskan), memastikan pemahaman yang memadai sebelum menolak sesuatu adalah kedisiplinan intelektual dasar.
Tafsiran
Pendustaan sebelum memahami menyingkap sebab kesalahan yang berulang lintas generasi: pola yang sama terjadi pada umat-umat terdahulu, dan kesudahan mereka menjadi peringatan yang bisa langsung diperiksa ('perhatikanlah'), bukan sekadar diceritakan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut mereka mendustakan apa yang belum mereka ketahui dengan sempurna. Penolakannya mendahului pengertiannya. Yang dipersoalkan bukan kesimpulannya, melainkan bahwa kesimpulan itu diambil sebelum bahannya lengkap.
- Keterangan yang ditambahkan bahwa penjelasannya belum sampai kepada mereka. Bukan sudah sampai lalu ditolak. Menolak sesuatu yang keterangannya masih dalam perjalanan memang kekeliruan yang berbeda jenisnya dari menolak yang sudah terang.
- Kalimat berikutnya menyebut orang-orang sebelum mereka pun berbuat begitu. Allah menaruhnya sebagai pola. Yang membuat kekeliruan ini layak diperhatikan bukan bahwa ia terjadi, melainkan bahwa ia sudah terjadi berkali-kali dengan cara yang sama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; orang-kedua ayat ini murni 2MS/2FS, '-mu/engkau' terjemahan lain SAH. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).