Ayat 10:42
وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْتَمِعُونَ إِلَيْكَ ۚ أَفَأَنْتَ تُسْمِعُ الصُّمَّ وَلَوْ كَانُوا لَا يَعْقِلُونَ
Di antara mereka ada orang yang mendengarkan engkau. Apakah engkau dapat menjadikan orang yang tuli bisa mendengar walaupun mereka tidak mengerti?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْتَمِعُونَ إِلَيْكَwa-minhum man yastami'uuna ilaykadi antara mereka ada orang yang mendengarkan engkau
- أَفَأَنْتَ تُسْمِعُ الصُّمَّ وَلَوْ كَانُوا لَا يَعْقِلُونَa-fa-anta tusmi'u sh-shumma wa-law kaanuu laa ya'qiluunaapakah engkau dapat menjadikan orang yang tuli bisa mendengar walaupun mereka tidak mengerti
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَمِنْهُمْwa-minhumdan di antara mereka
- مَنْmanorang yang
- يَسْتَمِعُونَyastami'uunamereka mendengarkan
- إِلَيْكَilaykakepadamu
- أَفَأَنْتَa-fa-antamaka apakah engkau
- تُسْمِعُtusmi'uengkau memperdengarkan
- الصُّمَّsh-shummaorang-orang tuli
- وَلَوْwa-lawdan sekiranya
- كَانُواkaanuumereka adalah
- لَاlaatidak
- يَعْقِلُونَya'qiluunayang mengerti
Inti bacaan
Pertanyaan retoris tajam: 'apakah engkau dapat menjadikan orang yang tuli itu bisa mendengar walaupun mereka tidak mengerti?', menyingkap bahwa kehadiran fisik (mendengarkan) tidak sama dengan pemahaman sejati, dan yang terakhir tidak bisa dipaksakan dari luar. Konkretnya: seseorang bisa hadir secara fisik mendengarkan tanpa benar-benar memahami, menyadari batas kemampuan meyakinkan orang lain (tidak bisa memaksakan pemahaman yang sebenarnya butuh keterbukaan dari dalam) membantu mengelola ekspektasi saat berusaha menjelaskan sesuatu kepada yang belum siap menerima.
Tafsiran
Ketulian di sini bersifat metaforis, bukan fisik: mendengar secara indrawi tanpa memahami menyingkap bahwa penerimaan pesan memerlukan lebih dari sekadar telinga yang berfungsi.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut sebagian mereka mendengarkan. Kehadirannya diakui. Yang menjadi soal bukan keengganan datang, melainkan yang terjadi setelah suara sampai.
- Perumpamaannya orang tuli yang juga tidak mengerti. Dua-duanya disebut. Kalau yang kurang cuma pendengaran, isyarat masih bisa menolong; ketidakmengertian menutup jalan itu.
- Allah bertanya apakah engkau dapat membuat orang tuli mendengar. Pertanyaan itu ditujukan kepada yang menyampaikan. Batas tanggung jawab seorang penyampai diletakkan dengan lembut, dalam bentuk pertanyaan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.
Ayat 10:43
وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْظُرُ إِلَيْكَ ۚ أَفَأَنْتَ تَهْدِي الْعُمْيَ وَلَوْ كَانُوا لَا يُبْصِرُونَ
Di antara mereka ada orang yang melihat kepada engkau. Apakah engkau dapat memberi petunjuk kepada orang yang buta, walaupun mereka tidak melihat?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْظُرُ إِلَيْكَwa-minhum man yanzhuru ilaykadi antara mereka ada orang yang melihat kepada engkau
- أَفَأَنْتَ تَهْدِي الْعُمْيَ وَلَوْ كَانُوا لَا يُبْصِرُونَa-fa-anta tahdii l-'umya wa-law kaanuu laa yubshiruunaapakah engkau dapat memberi petunjuk kepada orang yang buta, walaupun mereka tidak melihat
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَمِنْهُمْwa-minhumdan di antara mereka
- مَنْmanorang yang
- يَنْظُرُyanzhurumemperhatikan
- إِلَيْكَilaykakepadamu
- أَفَأَنْتَa-fa-antamaka apakah engkau
- تَهْدِيtahdiiengkau memberi petunjuk
- الْعُمْيَl-'umyaorang-orang buta
- وَلَوْwa-lawdan sekiranya
- كَانُواkaanuumereka adalah
- لَاlaatidak
- يُبْصِرُونَyubshiruunamelihat
Inti bacaan
Pertanyaan paralel untuk penglihatan: kehadiran visual (melihat) juga tidak menjamin pemahaman jika 'mereka tidak melihat' secara batin, pola yang sama berlaku lintas indra, menunjukkan masalahnya bukan soal indra fisik. Konkretnya: baik mendengar maupun melihat secara fisik tidak menjamin pemahaman batin yang sesungguhnya, kesadaran ini membantu tidak terlalu frustrasi saat penjelasan yang jelas secara indrawi tetap tidak dipahami, karena masalahnya ada di lapisan yang lebih dalam daripada akses indrawi.
Penjelasan pilihan kata
Paralel struktur persis dgn 10:42 (dengar-tuli / lihat-buta).
Tafsiran
Pasangan ayat ini (10:42-43) membentuk dua metafora kembar: kebutaan dan ketulian bukan kondisi fisik melainkan penolakan memahami, dan tugas penyampai pesan tidak mencakup memaksa pemahaman yang ditolak sendiri oleh penerimanya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut ada yang melihat kepadamu, lalu bertanya tentang memberi petunjuk kepada orang buta. Dua kata melihat dipakai untuk dua hal berbeda dalam satu ayat. Yang hadir dengan mata terbuka belum tentu sedang melihat apa pun.
- Yang ditanyakan apakah engkau dapat memberi petunjuk. Bukan apakah engkau sudah berusaha. Pertanyaan tentang kesanggupan menutup rasa bersalah yang tumbuh dari mengira segala sesuatu masih bergantung pada usaha sendiri.
- Ayat ini disusun Allah persis sejajar dengan yang sebelumnya tentang mendengar dan tuli. Dua indra, satu bentuk kalimat. Pengulangan bentuk itu menunjukkan bahwa yang dibicarakan bukan telinga atau mata, melainkan sesuatu di belakang keduanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.