وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْتَمِعُونَ إِلَيْكَ ۚ أَفَأَنْتَ تُسْمِعُ الصُّمَّ وَلَوْ كَانُوا لَا يَعْقِلُونَ

Di antara mereka ada orang yang mendengarkan engkau. Apakah engkau dapat menjadikan orang yang tuli bisa mendengar walaupun mereka tidak mengerti?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْتَمِعُونَ إِلَيْكَwa-minhum man yastami'uuna ilaykadi antara mereka ada orang yang mendengarkan engkau
  2. أَفَأَنْتَ تُسْمِعُ الصُّمَّ وَلَوْ كَانُوا لَا يَعْقِلُونَa-fa-anta tusmi'u sh-shumma wa-law kaanuu laa ya'qiluunaapakah engkau dapat menjadikan orang yang tuli bisa mendengar walaupun mereka tidak mengerti

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. وَمِنْهُمْwa-minhumdan di antara mereka
  2. مَنْmanorang yang
  3. يَسْتَمِعُونَyastami'uunamereka mendengarkan
  4. إِلَيْكَilaykakepadamu
  5. أَفَأَنْتَa-fa-antamaka apakah engkau
  6. تُسْمِعُtusmi'uengkau memperdengarkan
  7. الصُّمَّsh-shummaorang-orang tuli
  8. وَلَوْwa-lawdan sekiranya
  9. كَانُواkaanuumereka adalah
  10. لَاlaatidak
  11. يَعْقِلُونَya'qiluunayang mengerti

Inti bacaan

Pertanyaan retoris tajam: 'apakah engkau dapat menjadikan orang yang tuli itu bisa mendengar walaupun mereka tidak mengerti?', menyingkap bahwa kehadiran fisik (mendengarkan) tidak sama dengan pemahaman sejati, dan yang terakhir tidak bisa dipaksakan dari luar. Konkretnya: seseorang bisa hadir secara fisik mendengarkan tanpa benar-benar memahami, menyadari batas kemampuan meyakinkan orang lain (tidak bisa memaksakan pemahaman yang sebenarnya butuh keterbukaan dari dalam) membantu mengelola ekspektasi saat berusaha menjelaskan sesuatu kepada yang belum siap menerima.

Tafsiran

Ketulian di sini bersifat metaforis, bukan fisik: mendengar secara indrawi tanpa memahami menyingkap bahwa penerimaan pesan memerlukan lebih dari sekadar telinga yang berfungsi.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut sebagian mereka mendengarkan. Kehadirannya diakui. Yang menjadi soal bukan keengganan datang, melainkan yang terjadi setelah suara sampai.
  • Perumpamaannya orang tuli yang juga tidak mengerti. Dua-duanya disebut. Kalau yang kurang cuma pendengaran, isyarat masih bisa menolong; ketidakmengertian menutup jalan itu.
  • Allah bertanya apakah engkau dapat membuat orang tuli mendengar. Pertanyaan itu ditujukan kepada yang menyampaikan. Batas tanggung jawab seorang penyampai diletakkan dengan lembut, dalam bentuk pertanyaan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.