إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْئًا وَلَٰكِنَّ النَّاسَ أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun, tetapi manusia itulah yang menzalimi diri mereka sendiri.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْئًا وَلَٰكِنَّ النَّاسَ أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَinna llaaha laa yazhlimu n-naasa shay'an wa-laakinna n-naasa anfusahum yazhlimuunasesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun, tetapi manusia itulah yang menzalimi diri mereka sendiri
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar a-l-h, zh-l-m, n-w-s, sh-y-a, n-f-s): laa yazhlimu…yazhlimuun diterjemahkan 'tidak menzalimi…menzalimi' (akar zh-l-m). Selaras.
Aplikasi
Penutup tegas: 'Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun, tetapi manusia itulah yang menzalimi diri mereka sendiri', prinsip inti yang berulang di seluruh teks, ditempatkan sebagai kesimpulan yang jelas dan langsung. Konkretnya: sebelum menyalahkan pihak luar atas kesulitan yang dialami, kebiasaan memeriksa kontribusi diri sendiri terhadap situasi itu adalah disiplin yang secara konsisten ditekankan, tanggung jawab pribadi atas hasil hidup, bukan menyalahkan nasib atau ketidakadilan eksternal semata, adalah pesan yang diulang berkali-kali karena pentingnya.