وَلِكُلِّ أُمَّةٍ رَسُولٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ رَسُولُهُمْ قُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
Dan bagi setiap umat ada seorang rasul. Maka apabila rasul mereka datang, diputuskanlah di antara mereka dengan adil, dan mereka tidak dizalimi.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلِكُلِّ أُمَّةٍ رَسُولٌwa-li-kulli ummatin rasuulundan bagi setiap umat ada seorang rasul
- فَإِذَا جَاءَ رَسُولُهُمْ قُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَfa-idzaa jaa'a rasuuluhum qudhiya baynahum bi-l-qisthi wa-hum laa yuzhlamuunamaka apabila rasul mereka datang, diputuskanlah di antara mereka dengan adil, dan mereka tidak dizalimi
Terjemahan per kata (12 kata)
- وَلِكُلِّwa-li-kullidan bagi setiap
- أُمَّةٍummatinumat
- رَسُولٌrasuulunseorang rasul
- فَإِذَاfa-idzaamaka apabila
- جَاءَjaa'adatang
- رَسُولُهُمْrasuuluhumrasul mereka
- قُضِيَqudhiyadiputuskan
- بَيْنَهُمْbaynahumdi antara mereka
- بِالْقِسْطِbi-l-qisthidengan keadilan
- وَهُمْwa-humdan mereka
- لَاlaatidak
- يُظْلَمُونَyuzhlamuunamereka dizalimi
Inti bacaan
Prinsip universal dipasangkan: setiap komunitas mendapat panduan (rasul), dan setiap komunitas mendapat penilaian yang adil, cakupan dan keadilan berjalan bersama, tidak ada yang diistimewakan atau diabaikan. Konkretnya: sistem yang adil memastikan setiap pihak mendapat kesempatan yang layak (panduan/informasi yang memadai) sebelum dinilai, kombinasi kesempatan yang adil dan penilaian yang adil ini adalah standar yang layak diterapkan dalam menilai situasi apa pun, bukan hanya salah satunya.
Penjelasan pilihan kata
'rasuulun' polos indefinit tanpa nama diri disisipkan, sudah benar sejak draf.
Tafsiran
Prinsip 'setiap umat memiliki rasul' menegaskan universalitas keadilan penyampaian pesan: keputusan yang adil hanya menyusul setelah pesan disampaikan, bukan dijatuhkan sepihak tanpa peringatan lebih dulu.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut bagi setiap umat ada seorang rasul. Tidak ada yang dilewati. Keadilan yang diputuskan kemudian berdiri di atas keterangan itu, sebab tak seorang pun dinilai atas sesuatu yang tak pernah sampai kepadanya.
- Urutan yang disebut Allah jelas: apabila rasul mereka datang, barulah diputuskan di antara mereka. Keputusannya menyusul, bukan mendahului. Yang menentukan waktu penghakiman ternyata sampainya keterangan, bukan habisnya kesabaran.
- Kalimat penutupnya menegaskan mereka tidak dizalimi. Ditambahkan sesudah putusan disebutkan. Jaminan itu diletakkan di ujung, seolah yang perlu dipastikan pembaca bukan beratnya keputusan, melainkan adilnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-l-l, a-m-m, r-s-l, j-y-a, q-d-y, b-y-n, q-s-t, zh-l-m): qudiya diterjemahkan 'diputuskan' (akar q-d-y); bi-l-qist diterjemahkan 'dengan adil' (akar q-s-t). gloss '(di akhirat kelak)/(oleh Allah)/(sedikit pun)' dibuang.