قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۗ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۚ إِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
Katakanlah, “Aku tidak menguasai bagi diriku mudarat dan tidak pula manfaat, kecuali apa yang Allah kehendaki.” Bagi setiap umat ada ajal; apabila ajal mereka datang, mereka tidak dapat menundanya sesaat pun dan tidak dapat pula mempercepatnya.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُqul laa amliku li-nafsii dharran wa-laa naf'an illaa maa syaa'a llaahukatakanlah, aku tidak menguasai bagi diriku mudarat dan tidak pula manfaat, kecuali apa yang Allah kehendaki
- لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌli-kulli ummatin ajalunbagi setiap umat ada ajal
- إِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةًidzaa jaa'a ajaluhum fa-laa yasta'khiruuna saa'atanapabila ajal mereka datang, mereka tidak dapat menundanya sesaat pun
- وَلَا يَسْتَقْدِمُونَwa-laa yastaqdimuunadan tidak dapat pula mempercepatnya
Terjemahan per kata (22 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- لَاlaatidak
- أَمْلِكُamlikuaku memiliki
- لِنَفْسِيli-nafsiibagi diriku
- ضَرًّاdharranmudarat
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- نَفْعًاnaf'anmanfaat
- إِلَّاillaakecuali
- مَاmaaapa yang
- شَاءَsyaa'amenghendaki
- اللَّهُllaahuAllah
- لِكُلِّli-kullibagi setiap
- أُمَّةٍummatinumat
- أَجَلٌajalunajal
- إِذَاidzaaapabila
- جَاءَjaa'adatang
- أَجَلُهُمْajaluhumajal mereka
- فَلَاfa-laamaka tidak
- يَسْتَأْخِرُونَyasta'khiruunamereka mengundurkan
- سَاعَةًsaa'atansesaat
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- يَسْتَقْدِمُونَyastaqdimuunamereka memajukan
Inti bacaan
Kerendahan hati dipasangkan dengan kepastian waktu yang tetap: 'aku tidak menguasai bagi diriku mudarat dan tidak pula manfaat. bagi setiap umat ada ajal. tidak dapat ditunda atau dipercepat'. Konkretnya: menerima bahwa banyak hal penting (termasuk hasil dari usaha sendiri) tidak sepenuhnya dalam kendali pribadi, dan bahwa waktu yang tepat untuk sesuatu terjadi tidak bisa dipaksa lebih cepat atau ditunda, membantu menjalani proses dengan lebih tenang.
Penjelasan pilihan kata
'katakanlah' polos, tanpa nama diri ditambahkan, sudah benar sejak draf.
Tafsiran
Pengakuan ketidakberdayaan pribadi ('tidak menguasai bagi diriku mudarat dan manfaat') menjadi jawaban tak langsung atas tuntutan 10:48: penyampai pesan sendiri tunduk pada ajal yang sama, tidak memiliki kendali atas waktunya sendiri apalagi waktu orang lain.
Renungan dan Hikmah
- Yang diperintahkan Allah mengucapkan pengakuan tidak menguasai mudarat maupun manfaat bagi dirinya sendiri. Bukan pengakuan pengikutnya. Orang yang diminta percaya justru diberi tahu lebih dahulu bahwa penyampainya sama tak berdayanya.
- Yang disebut tidak bisa dikerjakan dua: menunda dan mempercepat. Kedua arah ditutup. Yang menuntut agar dipercepat dan yang berharap agar ditunda sama-sama sedang meminta sesuatu yang tidak tersedia.
- Ukuran yang dipakai Allah sesaat pun. Sekecil-kecilnya waktu. Ketetapan yang tak bisa digeser walau sekejap menutup seluruh ruang tawar-menawar, dan justru itu yang membuatnya bisa diandalkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, m-l-k, n-f-s, d-r-r, n-f-', sh-y-a, a-l-h, k-l-l, a-m-m, a-j-l, j-y-a, a-kh-r, s-w-', q-d-m): laa amliku li-nafsii darran wa laa naf'an diterjemahkan 'aku tidak menguasai bagi diriku mudarat & tidak manfaat', akar m-l-k (putaran MLK; Nabi tak berdaya atas dirinya sendiri, searah tema peran-disangkal); ajal diterjemahkan 'ajal' (akar '-j-l). gloss '(Nabi Muhammad)/(menolak)/(mendatangkan)/(batas waktu)/(pula)' dibuang.