قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۗ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۚ إِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Katakanlah, “Aku tidak menguasai bagi diriku mudarat dan tidak pula manfaat, kecuali apa yang Allah kehendaki.” Bagi setiap umat ada ajal; apabila ajal mereka datang, mereka tidak dapat menundanya sesaat pun dan tidak dapat pula mempercepatnya.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُqul laa amliku li-nafsii darran wa-laa naf'an illaa maa shaa'a llaahukatakanlah, aku tidak menguasai bagi diriku mudarat dan tidak pula manfaat, kecuali apa yang Allah kehendaki
  2. لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌli-kulli ummatin ajalunbagi setiap umat ada ajal
  3. إِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةًidzaa jaa'a ajaluhum fa-laa yasta'khiruuna saa'atanapabila ajal mereka datang, mereka tidak dapat menundanya sesaat pun
  4. وَلَا يَسْتَقْدِمُونَwa-laa yastaqdimuunadan tidak dapat pula mempercepatnya
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar q-w-l, m-l-k, n-f-s, d-r-r, n-f-', sh-y-a, a-l-h, k-l-l, a-m-m, a-j-l, j-y-a, a-kh-r, s-w-', q-d-m): laa amliku li-nafsii darran wa laa naf'an diterjemahkan 'aku tidak menguasai bagi diriku mudarat & tidak manfaat', akar m-l-k (putaran MLK; Nabi tak berdaya atas dirinya sendiri, searah tema peran-disangkal); ajal diterjemahkan 'ajal' (akar '-j-l). gloss '(Nabi Muhammad)/(menolak)/(mendatangkan)/(batas waktu)/(pula)' dibuang.

Aplikasi

Kerendahan hati dipasangkan dengan kepastian waktu yang tetap: 'aku tidak menguasai bagi diriku mudarat dan tidak pula manfaat... bagi setiap umat ada ajal... tidak dapat ditunda atau dipercepat'. Konkretnya: menerima bahwa banyak hal penting (termasuk hasil dari usaha sendiri) tidak sepenuhnya dalam kendali pribadi, dan bahwa waktu yang tepat untuk sesuatu terjadi tidak bisa dipaksa lebih cepat atau ditunda, membantu menjalani proses dengan lebih tenang.