أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ آمَنْتُمْ بِهِ ۚ آلْآنَ وَقَدْ كُنْتُمْ بِهِ تَسْتَعْجِلُونَ

Apakah kemudian, setelah ia terjadi, kalian baru beriman kepadanya? Apakah baru sekarang, padahal kalian dahulu selalu meminta agar ia disegerakan?

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ آمَنْتُمْ بِهِa-tsumma idzaa maa waqa'a aamantum bihiapakah kemudian, setelah ia terjadi, kalian baru beriman kepadanya
  2. آلْآنَ وَقَدْ كُنْتُمْ بِهِ تَسْتَعْجِلُونَaal-aana wa-qad kuntum bihi tasta'jiluunaapakah baru sekarang, padahal kalian dahulu selalu meminta agar ia disegerakan
Aplikasi

Ironi tajam: keyakinan yang datang setelah bukti sudah tak terbantahkan ('setelah ia terjadi, kalian baru beriman') kehilangan nilai dibandingkan keyakinan yang seharusnya sudah dibangun lebih awal, bukan menunggu kepastian mutlak. Konkretnya: keyakinan yang baru muncul setelah bukti menjadi terlalu jelas untuk disangkal kehilangan nilai sebagai keputusan yang bermakna, keyakinan yang lebih berharga adalah yang dibangun sebelum kepastian mutlak dipaksakan oleh keadaan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar w-q-', a-m-n, k-w-n, '-j-l): waqa'a diterjemahkan 'terjadi' (akar w-q-'); tasta'jiluun diterjemahkan 'meminta disegerakan' (akar '-j-l). Selaras.