ثُمَّ قِيلَ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا ذُوقُوا عَذَابَ الْخُلْدِ هَلْ تُجْزَوْنَ إِلَّا بِمَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَ

Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zalim, “Rasakanlah azab yang kekal. Apakah kalian dibalas kecuali dengan apa yang kalian usahakan?”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. ثُمَّ قِيلَ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا ذُوقُوا عَذَابَ الْخُلْدِ هَلْ تُجْزَوْنَ إِلَّا بِمَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَtsumma qiila li-lladziina zhalamuu dzuuquu 'adzaaba l-khuldi hal tujzawna illaa bi-maa kuntum taksibuunakemudian dikatakan kepada orang-orang yang zalim, rasakanlah azab yang kekal, apakah kalian dibalas kecuali dengan apa yang kalian usahakan

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. ثُمَّtsummakemudian
  2. قِيلَqiiladikatakan
  3. لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
  4. ظَلَمُواzhalamuuberbuat zalim
  5. ذُوقُواdzuuquurasakanlah kalian
  6. عَذَابَ'adzaabaazab
  7. الْخُلْدِl-khuldikekekalan
  8. هَلْhalapakah
  9. تُجْزَوْنَtujzawnakalian dibalas
  10. إِلَّاillaakecuali
  11. بِمَاbi-maadengan apa yang
  12. كُنْتُمْkuntumkalian selalu
  13. تَكْسِبُونَtaksibuunakalian usahakan

Inti bacaan

Prinsip desert-based konsekuensi ditegaskan lagi: 'apakah kalian dibalas kecuali dengan apa yang kalian usahakan?', hasil akhir selalu terhubung langsung dengan usaha/tindakan yang sebenarnya dilakukan, bukan sewenang-wenang.

Tafsiran

Pertanyaan penutup ('apakah kalian dibalas kecuali dengan apa yang kalian usahakan') menegaskan prinsip kesetimpalan yang sudah berulang di surah ini: azab bukan kesewenangan, melainkan cermin langsung dari perbuatan yang diusahakan sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menutup dengan pertanyaan, bukan dengan vonis baru. Apakah kalian dibalas selain yang kalian kerjakan. Jawabannya sudah jelas.
  • Kata usahakan dipakai, bukan kata terjadi. Yang dibalas yang dikerjakan. Bukan yang menimpa.
  • Azabnya disebut Allah kekal, dan itu ditaruh sebelum pertanyaan. Beratnya dahulu. Alasannya kemudian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, zh-l-m, dz-w-q, '-dz-b, kh-l-d, j-z-y, k-w-n, k-s-b): dhuuquu diterjemahkan 'rasakanlah' (akar dz-w-q); adhaab al-khuld diterjemahkan 'azab yang kekal' (akar kh-l-d); tujzawna diterjemahkan 'dibalas' (akar j-z-y); taksibuun diterjemahkan 'mengusahakan' (akar k-s-b). gloss '(Bukankah)/(setimpal)' dibuang.