ثُمَّ قِيلَ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا ذُوقُوا عَذَابَ الْخُلْدِ هَلْ تُجْزَوْنَ إِلَّا بِمَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَ
Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zalim, “Rasakanlah azab yang kekal. Apakah kalian dibalas kecuali dengan apa yang kalian usahakan?”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- ثُمَّ قِيلَ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا ذُوقُوا عَذَابَ الْخُلْدِ هَلْ تُجْزَوْنَ إِلَّا بِمَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَtsumma qiila li-lladziina zhalamuu dzuuquu adzaaba l-khuldi hal tujzawna illaa bi-maa kuntum taksibuunakemudian dikatakan kepada orang-orang yang zalim, rasakanlah azab yang kekal, apakah kalian dibalas kecuali dengan apa yang kalian usahakan
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar q-w-l, zh-l-m, dz-w-q, '-dz-b, kh-l-d, j-z-y, k-w-n, k-s-b): dhuuquu diterjemahkan 'rasakanlah' (akar dz-w-q); adhaab al-khuld diterjemahkan 'azab yang kekal' (akar kh-l-d); tujzawna diterjemahkan 'dibalas' (akar j-z-y); taksibuun diterjemahkan 'mengusahakan' (akar k-s-b). gloss '(Bukankah)/(setimpal)' dibuang.
Aplikasi
Prinsip desert-based konsekuensi ditegaskan lagi: 'apakah kalian dibalas kecuali dengan apa yang kalian usahakan?', hasil akhir selalu terhubung langsung dengan usaha/tindakan yang sebenarnya dilakukan, bukan sewenang-wenang.