وَلَوْ أَنَّ لِكُلِّ نَفْسٍ ظَلَمَتْ مَا فِي الْأَرْضِ لَافْتَدَتْ بِهِ ۗ وَأَسَرُّوا النَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ ۖ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ ۚ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
Dan sekiranya setiap jiwa yang berbuat zalim memiliki apa yang ada di bumi, tentu ia menebus diri dengannya. Dan mereka menyembunyikan penyesalan ketika melihat azab. Dan diputuskanlah di antara mereka dengan adil, dan mereka tidak dizalimi.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَلَوْ أَنَّ لِكُلِّ نَفْسٍ ظَلَمَتْ مَا فِي الْأَرْضِ لَافْتَدَتْ بِهِwa-law anna li-kulli nafsin zhalamat maa fii l-ardhi la-ftadat bihidan sekiranya setiap jiwa yang berbuat zalim memiliki apa yang ada di bumi, tentu ia menebus diri dengannya
- وَأَسَرُّوا النَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَwa-asarruu n-nadaamata lammaa ra'awu l-'adzaabadan mereka menyembunyikan penyesalan ketika melihat azab
- وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِwa-qudhiya baynahum bi-l-qisthidan diputuskanlah di antara mereka dengan adil
- وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَwa-hum laa yuzhlamuunadan mereka tidak dizalimi
Terjemahan per kata (21 kata)
- وَلَوْwa-lawdan sekiranya
- أَنَّannabahwa
- لِكُلِّli-kullibagi setiap
- نَفْسٍnafsinjiwa
- ظَلَمَتْzhalamatmenzalimi
- مَاmaaapa yang
- فِيfiidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- لَافْتَدَتْla-ftadatsungguh ia akan menebus
- بِهِbihidengannya
- وَأَسَرُّواwa-asarruudan mereka merahasiakan
- النَّدَامَةَn-nadaamatapenyesalan
- لَمَّاlammaaketika
- رَأَوُاra'awumereka melihat
- الْعَذَابَl-'adzaabaazab
- وَقُضِيَwa-qudhiyadan diputuskan
- بَيْنَهُمْbaynahumdi antara mereka
- بِالْقِسْطِbi-l-qisthidengan keadilan
- وَهُمْwa-humdan mereka
- لَاlaatidak
- يُظْلَمُونَyuzhlamuunamereka dizalimi
Inti bacaan
Skenario hipotetis yang tajam: bahkan jika memiliki seluruh kekayaan bumi untuk ditebuskan, itu tidak akan cukup pada momen konsekuensi tiba, sumber daya material tidak bisa menggantikan apa yang sebenarnya sudah terjadi/dilakukan. Konkretnya: pada titik tertentu, tidak ada jumlah kompensasi material yang bisa menebus kerusakan yang sudah dilakukan atau kesempatan yang sudah dilewatkan, kesadaran ini mendorong keseriusan bertindak benar sejak awal, bukan berasumsi bisa 'membeli jalan keluar' nanti.
Tafsiran
Kesediaan menebus dengan seluruh kekayaan bumi menyingkap betapa besar nilai yang mereka baru sadari terlambat: penyesalan yang disembunyikan (bukan diumumkan) menunjukkan bahwa itu bukan pertobatan tulus, melainkan kekalahan yang enggan diakui secara terbuka.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut seandainya orang zalim itu memiliki seluruh isi bumi, tentu ia menebus diri dengannya. Harga tertinggi yang bisa dibayangkan disebut. Dan penyebutan itu justru menerangkan bahwa yang dihadapi bukan perkara yang bisa dibayar.
- Yang digambarkan mereka menyembunyikan penyesalan ketika melihat azab. Bukan meratap. Di tempat yang tak lagi ada yang perlu dijaga, kebiasaan menyimpan rasa ternyata masih terbawa juga.
- Allah menutup dengan menyebut perkara mereka diputuskan dengan adil dan mereka tidak dirugikan. Sesudah gambaran yang berat itu. Yang perlu dipastikan pembaca bukan seberapa keras keputusannya, melainkan bahwa ia tepat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-l-l, n-f-s, zh-l-m, a-r-d, f-d-y, s-r-r, n-d-m, r-a-y, '-dz-b, q-d-y, b-y-n, q-s-t): iftadat diterjemahkan 'menebus diri' (akar f-d-y); asarruu diterjemahkan 'menyembunyikan' (akar s-r-r); nadaamah diterjemahkan 'penyesalan' (akar n-d-m); bi-l-qist diterjemahkan 'dengan adil' (akar q-s-t). gloss '(mempunyai)/(oleh Allah)/(sedikit pun)' dibuang.