وَمَا ظَنُّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَشْكُرُونَ

Dan apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari kiamat? Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَا ظَنُّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ يَوْمَ الْقِيَامَةِwa-maa zhannu lladziina yaftaruuna 'alaa llaahi l-kadziba yawma l-qiyaamatidan apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari kiamat
  2. إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَشْكُرُونَinna llaaha la-dzuu fadhlin 'alaa n-naasi wa-laakinna aktsarahum laa yasykuruunasesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. وَمَاwa-maadan apa
  2. ظَنُّzhannusangkaan
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. يَفْتَرُونَyaftaruunamereka mengada-ada
  5. عَلَى'alaaatas
  6. اللَّهِllaahiAllah
  7. الْكَذِبَl-kadzibakebohongan
  8. يَوْمَyawmahari
  9. الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
  10. إِنَّinnasesungguhnya
  11. اللَّهَllaahaAllah
  12. لَذُوla-dzuubenar-benar pemilik
  13. فَضْلٍfadhlinkarunia
  14. عَلَى'alaaatas
  15. النَّاسِn-naasimanusia
  16. وَلَٰكِنَّwa-laakinnatetapi
  17. أَكْثَرَهُمْaktsarahumkebanyakan mereka
  18. لَاlaatidak
  19. يَشْكُرُونَyasykuruunamereka bersyukur

Inti bacaan

Pertanyaan retoris yang menantang: apa sebenarnya yang diharapkan oleh orang yang mengada-adakan kebohongan tentang hal fundamental akan terjadi pada mereka di hari pertanggungjawaban? Konkretnya: memikirkan konsekuensi jangka panjang dari kebohongan yang dibuat tentang hal-hal fundamental (bukan hanya manfaat jangka pendeknya) adalah pertimbangan yang layak dilakukan sebelum membuat klaim besar yang tidak berdasar, apa sebenarnya yang diharapkan terjadi setelah kebenaran terungkap?

Tafsiran

Pertanyaan retoris tentang 'dugaan' para pengada-ada dusta dibiarkan terbuka tanpa jawaban eksplisit: kekosongan itu sendiri menjadi teguran, menyingkap bahwa mereka sebetulnya tak pernah benar-benar memikirkan konsekuensi hari kiamat atas klaim yang mereka buat.

Renungan dan Hikmah

  • Allah bertanya apa dugaan orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap-Nya pada hari kiamat. Yang ditanya perkiraan mereka sendiri. Sebagian orang berbuat tanpa pernah sekali pun membayangkan ujungnya.
  • Di tengah kecaman itu Allah menyebut Dia mempunyai karunia atas manusia. Sisipan yang tak terduga. Kecaman-Nya pun tidak menghapus keterangan tentang kemurahan-Nya.
  • Penutupnya menyebut kebanyakan mereka tidak bersyukur. Bukan tidak beriman. Yang disorot kegagalan mengenali pemberian, dan dari situlah kebohongan tadi bermula.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini selaras utk sisi-hamba ('bersyukur'; profil verba terjemahan lain 42/42 seragam). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).