أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Ketahuilah, sesungguhnya wali-wali Allah, tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak pula mereka bersedih.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَalaa inna awliyaa'a llaahi laa khawfun 'alayhim wa-laa hum yahzanuunaketahuilah, sesungguhnya wali-wali Allah, tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak pula mereka bersedih
Terjemahan per kata (10 kata)
- أَلَاalaaketahuilah
- إِنَّinnasesungguhnya
- أَوْلِيَاءَawliyaa'apara pelindung
- اللَّهِllaahiAllah
- لَاlaatidak
- خَوْفٌkhawfunrasa takut
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- هُمْhummereka
- يَحْزَنُونَyahzanuunabersedih
Inti bacaan
Definisi 'wali Allah' (orang dekat dengan-Nya) diberikan dengan kriteria yang dapat diakses semua orang: bebas dari rasa takut dan kesedihan berlebihan, bukan status eksklusif yang hanya dimiliki segelintir orang istimewa.
Tafsiran
Ketiadaan takut dan sedih ini bukan berarti ketiadaan kesulitan, melainkan ketenangan batin yang bersumber dari kedekatan dengan Allah: status 'wali' di sini bukan gelar formal, melainkan kondisi hati yang dijelaskan lebih lanjut di ayat berikut.
Renungan dan Hikmah
- Dua beban disebut diangkat: takut dan sedih. Yang satu menghadap depan. Allah menyebut yang lain menoleh ke belakang.
- Yang dijanjikan bukan ketiadaan kesulitan. Kesulitannya tetap ada. Yang hilang cara menanggungnya.
- Sebutan wali disebut Allah tanpa daftar nama. Bukan gelar yang dibagikan. Ayat berikutnya baru memberi cirinya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
awliyaa'a llaah diterjemahkan 'wali-wali Tuhan' (bukan 'wali-wali Allah'), lih. flag Tuhan/Allah di bawah; 'wali' dipertahankan sbg serapan (bukan diterjemah 'pelindung/sekutu-dekat'), konsisten kepakaian umum KBBI 'wali' = org dekat-Allah, istilah sudah mapan di bahasa Indonesia religius. ayat ini bagian dari 66 ayat 'penyaringan-lawas' (ditulis sblm konvensi korpus-luas mapan), memakai 'Tuhan' utk Allaah (gaya dekat sebagian penerjemah 'heed warning'), BERBEDA dari konvensi 6.170 ayat lainnya di korpus ini yg memakai 'Allah' (nama, bukan diterjemah) 'beriman'. Ini BUKAN kesalahan makna (kedua terjemahan valid scr leksikal), tapi inkonsistensi GAYA internal yg jujur dicatat di sini, bukan didiamkan.