Ayat 10:66

أَلَا إِنَّ لِلَّهِ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ ۗ وَمَا يَتَّبِعُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ شُرَكَاءَ ۚ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

Ketahuilah, sesungguhnya milik Allah siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah tidaklah mengikuti sekutu-sekutu. Mereka hanya mengikuti persangkaan, dan mereka hanyalah menduga-duga.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. أَلَا إِنَّ لِلَّهِ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِalaa inna li-llaahi man fii s-samaawaati wa-man fii l-ardhiketahuilah, sesungguhnya milik Allah siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi
  2. وَمَا يَتَّبِعُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ شُرَكَاءَwa-maa yattabi'u lladziina yad'uuna min duuni llaahi syurakaa'adan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah tidaklah mengikuti sekutu-sekutu
  3. إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَin yattabi'uuna illaa zh-zhanna wa-in hum illaa yakhrushuunamereka hanya mengikuti persangkaan, dan mereka hanyalah menduga-duga

Terjemahan per kata (25 kata)

  1. أَلَاalaaketahuilah
  2. إِنَّinnasesungguhnya
  3. لِلَّهِli-llaahibagi Allah
  4. مَنْmanorang yang
  5. فِيfiidi
  6. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  7. وَمَنْwa-mandan orang yang
  8. فِيfiidi
  9. الْأَرْضِl-ardhibumi
  10. وَمَاwa-maadan tidaklah
  11. يَتَّبِعُyattabi'umengikuti
  12. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  13. يَدْعُونَyad'uunamereka menyeru
  14. مِنْmindari
  15. دُونِduuniselain
  16. اللَّهِllaahiAllah
  17. شُرَكَاءَsyurakaa'asekutu-sekutu
  18. إِنْinjika
  19. يَتَّبِعُونَyattabi'uunamereka mengikuti
  20. إِلَّاillaakecuali
  21. الظَّنَّzh-zhannasangkaan
  22. وَإِنْwa-indan tidaklah
  23. هُمْhummereka
  24. إِلَّاillaakecuali
  25. يَخْرُصُونَyakhrushuunamereka mengira-ngira

Inti bacaan

Kritik terhadap ketergantungan pada persangkaan tanpa dasar diulang lagi: 'mereka hanya mengikuti persangkaan, dan mereka hanyalah menduga-duga', pengulangan tema yang menegaskan pentingnya prinsip evidensial ini di berbagai konteks berbeda.

Tafsiran

Ironi tajam terletak pada kata 'sekutu' itu sendiri: mereka menyeru sesuatu yang mereka sebut 'sekutu', tetapi sesungguhnya tidak mengikuti apa pun yang nyata, hanya persangkaan dan dugaan tanpa dasar.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mereka tidak mengikuti apa-apa. Sekutunya tidak ada. Yang diikuti dugaan sendiri.
  • Kata sekutu dipakai lalu dibongkar di kalimat yang sama. Namanya sekutu. Isinya kosong.
  • Persangkaan dan menduga-duga disebut berturut-turut. Allah mengulangnya dalam satu kalimat. Yang diulang menandai ketiadaan dasar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-l-h, s-m-w, a-r-d, t-b-', d-'-w, d-w-n, sh-r-k, zh-n-n, kh-r-s): yad'uuna diterjemahkan 'menyeru' (akar d-'-w); shurakaa' diterjemahkan 'sekutu-sekutu'; zhann diterjemahkan 'persangkaan' (akar zh-n-n); yakhrusuun diterjemahkan 'menduga-duga' (akar kh-r-s, spt 6:116). gloss '(suatu kebenaran)' dibuang.

Ayat 10:67

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

Dialah yang menjadikan malam bagi kalian agar kalian beristirahat padanya, dan siang terang benderang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengar.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًاhuwa lladzii ja'ala lakumu l-layla li-taskunuu fiihi wa-n-nahaara mubshiranDialah yang menjadikan malam bagi kalian agar kalian beristirahat padanya, dan siang terang benderang
  2. إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَinna fii dzaalika la-aayaatin li-qawmin yasma'uunasesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengar

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. هُوَhuwaDia
  2. الَّذِيlladziiyang
  3. جَعَلَja'alamenjadikan
  4. لَكُمُlakumubagi kalian
  5. اللَّيْلَl-laylamalam
  6. لِتَسْكُنُواli-taskunuuagar kalian tenteram
  7. فِيهِfiihidi dalamnya
  8. وَالنَّهَارَwa-n-nahaaradan siang
  9. مُبْصِرًاmubshiranyang terang
  10. إِنَّinnasesungguhnya
  11. فِيfiipadanya
  12. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  13. لَآيَاتٍla-aayaatinbenar-benar tanda-tanda
  14. لِقَوْمٍli-qawminbagi kaum
  15. يَسْمَعُونَyasma'uunamendengar

Inti bacaan

Fungsi praktis siang-malam ditutup dengan bagian kalimat penting: 'tanda-tanda bagi kaum yang mau mendengar', kesediaan mendengarkan/memperhatikan menjadi filter yang menentukan siapa yang benar-benar mendapat manfaat dari tanda yang tersedia bagi semua. Konkretnya: hal-hal yang tersedia secara merata bagi semua orang (siklus alam, kesempatan) hanya benar-benar bermanfaat bagi yang bersedia memperhatikannya dengan sungguh-sungguh, kesediaan mendengarkan/memperhatikan adalah variabel yang menentukan, bukan ketersediaan itu sendiri.

Tafsiran

Fungsi berlawanan malam (istirahat) dan siang (penglihatan) disandingkan sebagai satu paket tanda yang saling melengkapi, bukan kebetulan, melainkan desain yang menopang ritme hidup manusia sehari-hari.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut malam dijadikan agar kalian beristirahat. Gunanya disebutkan, bukan hanya keberadaannya. Gelap yang datang tiap hari ternyata punya maksud yang menguntungkan yang mengalaminya.
  • Untuk siang, Allah menyebut sifatnya: terang benderang. Bukan gunanya. Yang satu diterangkan lewat manfaat, yang satu lewat keadaannya, dan keduanya sama-sama memperkenalkan.
  • Allah menyebut tanda itu bagi kaum yang mendengar. Pergantian siang malam dialami semua orang. Yang membedakan bukan siapa yang mengalaminya, melainkan siapa yang menyimaknya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.

Ayat 10:68

قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا ۗ سُبْحَانَهُ ۖ هُوَ الْغَنِيُّ ۖ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ إِنْ عِنْدَكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ بِهَٰذَا ۚ أَتَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Mereka berkata, “Allah mengangkat anak.” Mahasuci Dia. Dia berkecukupan. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kalian tidak mempunyai alasan kuat tentang ini. Pantaskah kalian mengatakan tentang Allah apa yang tidak kalian ketahui?

Terjemahan bertahap (6 jeda)

  1. قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًاqaaluu ttakhadza llaahu waladanmereka berkata, Allah mengangkat anak
  2. سُبْحَانَهُsubhaanahuMahasuci Dia
  3. هُوَ الْغَنِيُّhuwa l-ghaniyyuDia berkecukupan
  4. لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِlahu maa fii s-samaawaati wa-maa fii l-ardhimilik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi
  5. إِنْ عِنْدَكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ بِهَٰذَاin 'indakum min sulthaanin bi-haadzaakalian tidak mempunyai alasan kuat tentang ini
  6. أَتَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَa-taquuluuna 'alaa llaahi maa laa ta'lamuunapantaskah kalian mengatakan tentang Allah apa yang tidak kalian ketahui

Terjemahan per kata (25 kata)

  1. قَالُواqaaluumereka berkata
  2. اتَّخَذَttakhadzamengambil
  3. اللَّهُllaahuAllah
  4. وَلَدًاwaladananak
  5. سُبْحَانَهُsubhaanahuMahasuci Dia
  6. هُوَhuwaDia
  7. الْغَنِيُّl-ghaniyyuMahakaya
  8. لَهُlahubaginya
  9. مَاmaaapa yang
  10. فِيfiidi
  11. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  12. وَمَاwa-maadan apa yang
  13. فِيfiidi
  14. الْأَرْضِl-ardhibumi
  15. إِنْinjika
  16. عِنْدَكُمْ'indakumdi sisi kalian
  17. مِنْmindari
  18. سُلْطَانٍsulthaaninketerangan
  19. بِهَٰذَاbi-haadzaadengan ini
  20. أَتَقُولُونَa-taquuluunaapakah kalian mengatakan
  21. عَلَى'alaaatas
  22. اللَّهِllaahiAllah
  23. مَاmaaapa yang
  24. لَاlaatidak
  25. تَعْلَمُونَta'lamuunakalian mengetahui

Inti bacaan

Argumen logis: kecukupan diri sepenuhnya (al-ghaniyy, tidak membutuhkan apa pun) menjadi dasar penolakan konsep kebutuhan akan keturunan, kebutuhan akan kelangsungan lewat anak hanya relevan bagi yang terbatas dan fana. Konkretnya: kebutuhan akan warisan/kelangsungan lewat sesuatu di luar diri (anak, karya, nama) adalah ciri dari keterbatasan, memahami perbedaan antara yang benar-benar berkecukupan dan yang masih membutuhkan legacy eksternal membantu menilai klaim tentang apa yang sesungguhnya 'lengkap' tanpa kekurangan.

Tafsiran

Argumen ini menyusun tiga langkah, kesucian Allah dari klaim beranak, kecukupan-Nya yang membuat klaim itu tak masuk akal (mengapa yang serba berkecukupan butuh anak?), dan kepemilikan mutlak atas alam semesta, sebelum menutup dengan tantangan langsung: klaim macam ini butuh dasar, dan tak ada satu pun yang ditunjukkan.

Renungan dan Hikmah

  • Yang pertama datang bukan bantahan, melainkan Mahasuci Dia. Sebuah penyucian, bukan alasan. Allah menjawab tuduhan tentang diri-Nya dengan lebih dahulu menegaskan kedudukan, baru kemudian menalar.
  • Alasan yang diberikan Dia berkecukupan. Yang tidak kekurangan apa pun tidak memerlukan penerus. Kebutuhan akan keturunan memang keterangan tentang yang membutuhkannya, bukan tentang kebesarannya.
  • Yang diminta dari mereka alasan kuat, bukan tobat lebih dahulu. Allah menuntut dasar. Sebuah keyakinan yang tak pernah diminta pertanggungjawabannya biasanya tumbuh karena tak seorang pun pernah menanyakannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP). Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).