أَلَا إِنَّ لِلَّهِ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ ۗ وَمَا يَتَّبِعُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ شُرَكَاءَ ۚ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ
Ketahuilah, sesungguhnya milik Allah siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah tidaklah mengikuti sekutu-sekutu. Mereka hanya mengikuti dugaan, dan mereka hanyalah mengira-ngira.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- أَلَا إِنَّ لِلَّهِ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِalaa inna li-llaahi man fii s-samaawaati wa-man fii l-ardhiketahuilah, sesungguhnya milik Allah siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi
- وَمَا يَتَّبِعُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ شُرَكَاءَwa-maa yattabi'u lladziina yad'uuna min duuni llaahi syurakaa'adan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah tidaklah mengikuti sekutu-sekutu
- إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَin yattabi'uuna illaa zh-zhanna wa-in hum illaa yakhrushuunamereka hanya mengikuti dugaan, dan mereka hanyalah mengira-ngira
Terjemahan per kata (25 kata)
- أَلَاalaaketahuilah
- إِنَّinnasesungguhnya
- لِلَّهِli-llaahibagi Allah
- مَنْmanorang yang
- فِيfiidi
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- فِيfiidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- يَتَّبِعُyattabi'umengikuti
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- يَدْعُونَyad'uunamereka menyeru
- مِنْmindari
- دُونِduuniselain
- اللَّهِllaahiAllah
- شُرَكَاءَsyurakaa'asekutu-sekutu
- إِنْintidaklah
- يَتَّبِعُونَyattabi'uunamereka mengikuti
- إِلَّاillaakecuali
- الظَّنَّzh-zhannadugaan
- وَإِنْwa-indan tidaklah
- هُمْhummereka
- إِلَّاillaakecuali
- يَخْرُصُونَyakhrushuunamereka mengira-ngira
Inti bacaan
Kritik terhadap ketergantungan pada dugaan tanpa dasar diulang lagi: 'mereka hanya mengikuti dugaan, dan mereka hanyalah mengira-ngira', pengulangan tema yang menegaskan pentingnya prinsip evidensial ini di berbagai konteks berbeda.
Tafsiran
Ironi tajam terletak pada kata 'sekutu' itu sendiri: mereka menyeru sesuatu yang mereka sebut 'sekutu', tetapi sesungguhnya tidak mengikuti apa pun yang nyata, hanya dugaan dan kira-kira tanpa dasar.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut mereka tidak mengikuti apa-apa. Sekutunya tidak ada. Yang diikuti dugaan sendiri.
- Kata sekutu dipakai lalu dibongkar di kalimat yang sama. Namanya sekutu. Isinya kosong.
- Dugaan dan mengira-ngira disebut berturut-turut. Allah mengulangnya dalam satu kalimat. Yang diulang menandai ketiadaan dasar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-l-h, s-m-w, a-r-d, t-b-', d-'-w, d-w-n, sh-r-k, zh-n-n, kh-r-s): yad'uuna diterjemahkan 'menyeru' (akar d-'-w); shurakaa' diterjemahkan 'sekutu-sekutu'; zhann diterjemahkan 'dugaan' (akar zh-n-n, seragam dengan 10:36, 53:23, 53:28); yakhrusuun diterjemahkan 'mengira-ngira' (akar kh-r-s, spt 6:116). gloss '(suatu kebenaran)' dibuang.