أَلَا إِنَّ لِلَّهِ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ ۗ وَمَا يَتَّبِعُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ شُرَكَاءَ ۚ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

Ketahuilah, sesungguhnya milik Allah siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah tidaklah mengikuti sekutu-sekutu. Mereka hanya mengikuti persangkaan, dan mereka hanyalah menduga-duga.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. أَلَا إِنَّ لِلَّهِ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِalaa inna li-llaahi man fii s-samaawaati wa-man fii l-ardhiketahuilah, sesungguhnya milik Allah siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi
  2. وَمَا يَتَّبِعُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ شُرَكَاءَwa-maa yattabi'u lladziina yad'uuna min duuni llaahi syurakaa'adan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah tidaklah mengikuti sekutu-sekutu
  3. إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَin yattabi'uuna illaa zh-zhanna wa-in hum illaa yakhrushuunamereka hanya mengikuti persangkaan, dan mereka hanyalah menduga-duga

Terjemahan per kata (25 kata)

  1. أَلَاalaaketahuilah
  2. إِنَّinnasesungguhnya
  3. لِلَّهِli-llaahibagi Allah
  4. مَنْmanorang yang
  5. فِيfiidi
  6. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  7. وَمَنْwa-mandan orang yang
  8. فِيfiidi
  9. الْأَرْضِl-ardhibumi
  10. وَمَاwa-maadan tidaklah
  11. يَتَّبِعُyattabi'umengikuti
  12. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  13. يَدْعُونَyad'uunamereka menyeru
  14. مِنْmindari
  15. دُونِduuniselain
  16. اللَّهِllaahiAllah
  17. شُرَكَاءَsyurakaa'asekutu-sekutu
  18. إِنْinjika
  19. يَتَّبِعُونَyattabi'uunamereka mengikuti
  20. إِلَّاillaakecuali
  21. الظَّنَّzh-zhannasangkaan
  22. وَإِنْwa-indan tidaklah
  23. هُمْhummereka
  24. إِلَّاillaakecuali
  25. يَخْرُصُونَyakhrushuunamereka mengira-ngira

Inti bacaan

Kritik terhadap ketergantungan pada persangkaan tanpa dasar diulang lagi: 'mereka hanya mengikuti persangkaan, dan mereka hanyalah menduga-duga', pengulangan tema yang menegaskan pentingnya prinsip evidensial ini di berbagai konteks berbeda.

Tafsiran

Ironi tajam terletak pada kata 'sekutu' itu sendiri: mereka menyeru sesuatu yang mereka sebut 'sekutu', tetapi sesungguhnya tidak mengikuti apa pun yang nyata, hanya persangkaan dan dugaan tanpa dasar.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mereka tidak mengikuti apa-apa. Sekutunya tidak ada. Yang diikuti dugaan sendiri.
  • Kata sekutu dipakai lalu dibongkar di kalimat yang sama. Namanya sekutu. Isinya kosong.
  • Persangkaan dan menduga-duga disebut berturut-turut. Allah mengulangnya dalam satu kalimat. Yang diulang menandai ketiadaan dasar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-l-h, s-m-w, a-r-d, t-b-', d-'-w, d-w-n, sh-r-k, zh-n-n, kh-r-s): yad'uuna diterjemahkan 'menyeru' (akar d-'-w); shurakaa' diterjemahkan 'sekutu-sekutu'; zhann diterjemahkan 'persangkaan' (akar zh-n-n); yakhrusuun diterjemahkan 'menduga-duga' (akar kh-r-s, spt 6:116). gloss '(suatu kebenaran)' dibuang.