مَتَاعٌ فِي الدُّنْيَا ثُمَّ إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ ثُمَّ نُذِيقُهُمُ الْعَذَابَ الشَّدِيدَ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ

Kesenangan di dunia, kemudian kepada Kami tempat kembali mereka, kemudian Kami rasakan kepada mereka azab yang keras karena mereka selalu kufur.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. مَتَاعٌ فِي الدُّنْيَا ثُمَّ إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ ثُمَّ نُذِيقُهُمُ الْعَذَابَ الشَّدِيدَ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَmataa'un fii d-dunyaa tsumma ilaynaa marji'uhum tsumma nudziiquhumu l-'adzaaba sy-syadiida bi-maa kaanuu yakfuruunakesenangan di dunia, kemudian kepada Kami tempat kembali mereka, kemudian Kami rasakan kepada mereka azab yang keras karena mereka selalu kufur

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. مَتَاعٌmataa'unkesenangan
  2. فِيfiidi
  3. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  4. ثُمَّtsummakemudian
  5. إِلَيْنَاilaynaakepada Kami
  6. مَرْجِعُهُمْmarji'uhumtempat kembali mereka
  7. ثُمَّtsummakemudian
  8. نُذِيقُهُمُnudziiquhumuKami mencicipkan kepada mereka
  9. الْعَذَابَl-'adzaabaazab
  10. الشَّدِيدَsy-syadiidayang keras
  11. بِمَاbi-maakarena apa yang
  12. كَانُواkaanuumereka selalu
  13. يَكْفُرُونَyakfuruunakufur

Inti bacaan

Kontras waktu ditegaskan lagi: 'kesenangan di dunia, kemudian kepada Kami tempat kembali mereka', kenikmatan sementara diletakkan dalam kerangka waktu yang lebih besar, bukan dipandang sebagai tujuan akhir itu sendiri. Konkretnya: menilai kenikmatan/pencapaian sesaat dalam kerangka waktu yang lebih panjang (bukan sebagai tujuan akhir yang berdiri sendiri) membantu menempatkan kepuasan sesaat secara proporsional terhadap makna yang lebih besar.

Tafsiran

Kesenangan dunia digambarkan sebagai fase sementara ('mata'un', kesenangan singkat) sebelum kembali dan pertanggungjawaban, bukan hukuman atas kesenangan itu sendiri, melainkan atas kekufuran yang menyertainya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut kesenangan di dunia, lalu langsung menyebut tempat kembali. Tanpa penjelasan. Bagian yang panjang bagi yang menjalaninya diringkas jadi satu kata.
  • Kata kemudian dipakai dua kali dalam ayat pendek ini. Menandai urutan. Yang terasa sebagai keadaan tetap disebut sebagai satu tahap di antara tahap-tahap.
  • Sebab yang Dia sebut: mereka selalu kufur. Kata selalu menunjuk kebiasaan. Yang dinilai bukan satu penolakan, melainkan yang berlangsung sepanjang kesenangan tadi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar m-t-', d-n-w, r-j-', dz-w-q, '-dz-b, sh-d-d, k-w-n, k-f-r): mataa' diterjemahkan 'kesenangan'; marji' diterjemahkan 'tempat kembali' (akar r-j-'); nudhiiqu diterjemahkan 'Kami rasakan (membuat merasakan)' (akar dz-w-q); adhaab shadiid diterjemahkan 'azab yang keras' (شديد DECIDED='keras'). gloss '(Bagi mereka)/(sesaat)/(ketika)' dibuang.