وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ نُوحٍ إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ إِنْ كَانَ كَبُرَ عَلَيْكُمْ مَقَامِي وَتَذْكِيرِي بِآيَاتِ اللَّهِ فَعَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْتُ فَأَجْمِعُوا أَمْرَكُمْ وَشُرَكَاءَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُنْ أَمْرُكُمْ عَلَيْكُمْ غُمَّةً ثُمَّ اقْضُوا إِلَيَّ وَلَا تُنْظِرُونِ
Dan bacakanlah kepada mereka berita Nuh, ketika dia berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, jika terasa berat bagi kalian keberadaanku dan peringatanku dengan tanda-tanda Allah, maka kepada Allahlah aku bertawakal. Bulatkanlah keputusan kalian dan sekutu-sekutu kalian, kemudian janganlah keputusan kalian itu menjadi kabur bagi kalian sendiri, kemudian bertindaklah terhadap diriku dan janganlah kalian tunda-tunda aku.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ نُوحٍ إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ إِنْ كَانَ كَبُرَ عَلَيْكُمْ مَقَامِي وَتَذْكِيرِي بِآيَاتِ اللَّهِ فَعَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْتُ فَأَجْمِعُوا أَمْرَكُمْ وَشُرَكَاءَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُنْ أَمْرُكُمْ عَلَيْكُمْ غُمَّةً ثُمَّ اقْضُوا إِلَيَّ وَلَا تُنْظِرُونِwa-tlu 'alayhim naba'a nuuhin idz qaala li-qawmihi yaa qawmi in kaana kabura 'alaykum maqaamii wa-tadzkiirii bi-aayaati llaahi fa-'alaa llaahi tawakkaltu fa-ajmi'uu amrakum wa-syurakaa'akum tsumma laa yakun amrukum 'alaykum ghummatan tsumma qdhuu ilayya wa-laa tunzhiruunidan bacakanlah kepada mereka berita Nuh, ketika dia berkata kepada kaumnya, wahai kaumku, jika terasa berat bagi kalian keberadaanku dan peringatanku dengan tanda-tanda Allah, maka kepada Allahlah aku bertawakal, bulatkanlah keputusan kalian dan sekutu-sekutu kalian, kemudian janganlah keputusan kalian itu menjadi kabur bagi kalian sendiri, kemudian bertindaklah terhadap diriku dan janganlah kalian tunda-tunda aku
Terjemahan per kata (34 kata)
- وَاتْلُwa-tludan bacakanlah
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- نَبَأَnaba'aberita
- نُوحٍnuuhinNuh
- إِذْidzketika
- قَالَqaalaberkata
- لِقَوْمِهِli-qawmihikepada kaumnya
- يَاyaawahai
- قَوْمِqawmikaumku
- إِنْinjika
- كَانَkaanaadalah
- كَبُرَkaburaterasa berat
- عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
- مَقَامِيmaqaamiikedudukanku
- وَتَذْكِيرِيwa-tadzkiiriidan peringatanku
- بِآيَاتِbi-aayaatipada tanda-tanda
- اللَّهِllaahiAllah
- فَعَلَىfa-'alaamaka atas
- اللَّهِllaahiAllah
- تَوَكَّلْتُtawakkaltuaku bertawakal
- فَأَجْمِعُواfa-ajmi'uumaka bulatkanlah kalian
- أَمْرَكُمْamrakumurusan kalian
- وَشُرَكَاءَكُمْwa-syurakaa'akumdan sekutu-sekutu kalian
- ثُمَّtsummakemudian
- لَاlaajanganlah
- يَكُنْyakunia menjadi
- أَمْرُكُمْamrukumurusan kalian
- عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
- غُمَّةًghummatankesamaran
- ثُمَّtsummakemudian
- اقْضُواqdhuuputuskanlah kalian
- إِلَيَّilayyakepadaku
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تُنْظِرُونِtunzhiruunikalian memberiku tangguh
Inti bacaan
Keberanian luar biasa Nuh: mengundang kaumnya secara terbuka untuk 'bulatkanlah keputusanmu. kemudian bertindaklah terhadap diriku dan janganlah kalian tunda-tunda', menolak diintimidasi oleh ancaman tersirat dengan cara memanggil bluff itu secara terbuka. Konkretnya: menghadapi ancaman atau intimidasi yang tersirat (tapi tidak pernah dinyatakan terbuka), kadang cara paling berani adalah memancingnya keluar secara eksplisit daripada hidup dalam ketakutan bayang-bayang, menolak tunduk pada ancaman yang tidak pernah benar-benar diucapkan secara langsung.
Tafsiran
Tantangan Nuh kepada kaumnya ini menyingkap keberanian yang bersandar penuh pada tawakal: ia justru mendorong mereka membulatkan rencana secara terbuka dan segera, bukan menghindar dari konfrontasi, karena kepercayaannya bukan pada hasil pertarungan melainkan pada Allah semata.
Renungan dan Hikmah
- Sebelum menantang, Nuh menyebutkan sandarannya: kepada Allah ia bertawakal. Urutannya menentukan. Keberanian yang diucapkan sesudah menyebut sandaran terbaca berbeda sekali dari keberanian yang berdiri sendiri.
- Yang ia minta bukan mereka berhenti, melainkan mereka membulatkan keputusan. Ancaman yang tersirat dipanggil keluar. Sesuatu yang tak pernah diucapkan terang-terangan memang paling berkuasa selama ia dibiarkan menggantung.
- Kalimat penutupnya meminta agar tidak ditunda. Ia justru meminta dipercepat. Allah merekam permintaan yang ganjil itu apa adanya, dan keganjilannya persis yang membuatnya terbaca sebagai orang yang tak punya apa pun untuk disembunyikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.