فَكَذَّبُوهُ فَنَجَّيْنَاهُ وَمَنْ مَعَهُ فِي الْفُلْكِ وَجَعَلْنَاهُمْ خَلَائِفَ وَأَغْرَقْنَا الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُنْذَرِينَ

Mereka mendustakannya. Lalu Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, serta Kami jadikan mereka sebagai generasi penerus, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan tanda-tanda Kami. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. فَكَذَّبُوهُ فَنَجَّيْنَاهُ وَمَنْ مَعَهُ فِي الْفُلْكِ وَجَعَلْنَاهُمْ خَلَائِفَ وَأَغْرَقْنَا الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَاfa-kadzdzabuuhu fa-najjaynaahu wa-man ma'ahu fii l-fulki wa-ja'alnaahum khalaa'ifa wa-aghraqnaa lladziina kadzdzabuu bi-aayaatinaamereka mendustakannya, lalu Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, serta Kami jadikan mereka sebagai generasi penerus, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan tanda-tanda Kami
  2. فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُنْذَرِينَfa-nzhur kayfa kaana aaqibatu l-mundzariinamaka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan
Catatan pilihan kata (ringkas)

Akar akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. Keputusan Pak FD 16 Jul: 'tanda' TANPA pengecualian (diuji: 'tanda' tak mustahil bahkan di 2:252/10:1/24:1/41:3). tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Lih. sebagian penerjemah: 'Then they denied him; so We delivered him, and those with him in the ship, and made them successors, and We drowned those who denied Our proofs. Then see thou how was the final outcome of those who had been warned!'

Aplikasi

Keselamatan Nuh dan pengikutnya dibingkai sebagai penerus tanggung jawab ('generasi penerus'), bukan sekadar keberuntungan lolos dari bencana, kelangsungan hidup disertai amanah, bukan hadiah tanpa konsekuensi. Konkretnya: diberi kesempatan hidup atau kesempatan baru setelah melewati masa sulit sebaiknya dipandang sebagai amanah untuk melanjutkan sesuatu yang bermakna, bukan sekadar keberuntungan yang bisa dinikmati tanpa tanggung jawab lanjutan.