ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْ بَعْدِهِ رُسُلًا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ فَجَاءُوهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا بِمَا كَذَّبُوا بِهِ مِنْ قَبْلُ ۚ كَذَٰلِكَ نَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِ الْمُعْتَدِينَ

Kemudian Kami mengutus setelahnya rasul-rasul kepada kaum mereka, lalu mereka datang kepada mereka dengan keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka tidak mau beriman pada apa yang dahulu mereka dustakan. Demikianlah Kami mengunci hati orang-orang yang melampaui batas.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْ بَعْدِهِ رُسُلًا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ فَجَاءُوهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا بِمَا كَذَّبُوا بِهِ مِنْ قَبْلُtsumma ba'atsnaa min ba'dihi rusulan ilaa qawmihim fa-jaa'uuhum bi-l-bayyinaati fa-maa kaanuu li-yu'minuu bi-maa kadzdzabuu bihi min qablukemudian Kami mengutus setelahnya rasul-rasul kepada kaum mereka, lalu mereka datang kepada mereka dengan keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka tidak mau beriman pada apa yang dahulu mereka dustakan
  2. كَذَٰلِكَ نَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِ الْمُعْتَدِينَka-dzaalika nathba'u 'alaa quluubi l-mu'tadiinademikianlah Kami mengunci hati orang-orang yang melampaui batas

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. ثُمَّtsummakemudian
  2. بَعَثْنَاba'atsnaaKami mengutus
  3. مِنْmindari
  4. بَعْدِهِba'dihisesudahnya
  5. رُسُلًاrusulanpara rasul
  6. إِلَىٰilaakepada
  7. قَوْمِهِمْqawmihimkaum mereka
  8. فَجَاءُوهُمْfa-jaa'uuhummaka mereka mendatangi mereka
  9. بِالْبَيِّنَاتِbi-l-bayyinaatidengan bukti-bukti yang nyata
  10. فَمَاfa-maamaka tidak
  11. كَانُواkaanuumereka adalah
  12. لِيُؤْمِنُواli-yu'minuuagar mereka beriman
  13. بِمَاbi-maapada apa yang
  14. كَذَّبُواkadzdzabuumendustakan
  15. بِهِbihipadanya
  16. مِنْmindari
  17. قَبْلُqablusebelumnya
  18. كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
  19. نَطْبَعُnathba'uKami mengunci
  20. عَلَىٰ'alaaatas
  21. قُلُوبِquluubihati
  22. الْمُعْتَدِينَl-mu'tadiinaorang-orang yang melampaui batas

Inti bacaan

Pola berulang ditegaskan lagi lintas berbagai rasul dan kaum, hati yang 'melampaui batas (al-mu'tadiin)' secara konsisten terkunci terhadap keterangan yang jelas, sebuah mekanisme yang berulang bukan kebetulan tunggal.

Tafsiran

Pengulangan penolakan lintas generasi ('apa yang dahulu mereka dustakan') menyingkap bahwa penguncian hati adalah konsekuensi dari pola penolakan berulang, bukan penentuan sepihak yang mendahului pilihan mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut penolakannya berakar di masa lalu. Bukan menolak yang baru. Meneruskan yang dahulu.
  • Rasulnya berganti, jawabannya tidak. Yang datang orang baru. Yang menyambut sikap lama.
  • Penguncian hati disebut Allah sesudah pola itu, bukan sebelumnya. Urutannya penting. Pilihan mereka mendahului.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar b-'-ts, b-'-d, r-s-l, q-w-m, j-y-a, b-y-n, k-w-n, a-m-n, k-dz-b, q-b-l, t-b-', q-l-b, '-d-w): ba'athnaa diterjemahkan 'mengutus' (akar b-'-ts); bayyinaat diterjemahkan 'keterangan-keterangan yang nyata' (akar b-y-n); natba'u alaa quluub diterjemahkan 'mengunci hati' (akar t-b-' + akar q-l-b); mu'tadiin diterjemahkan 'yang melampaui batas' (akar '-d-w). gloss '(Nuh)/(umat masing-masing)/(biasa)' dibuang.