Ayat 10:76
فَلَمَّا جَاءَهُمُ الْحَقُّ مِنْ عِنْدِنَا قَالُوا إِنَّ هَٰذَا لَسِحْرٌ مُبِينٌ
Maka ketika kebenaran datang kepada mereka dari sisi Kami, mereka berkata, “Sesungguhnya ini benar-benar sihir yang nyata.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَلَمَّا جَاءَهُمُ الْحَقُّ مِنْ عِنْدِنَا قَالُوا إِنَّ هَٰذَا لَسِحْرٌ مُبِينٌfa-lammaa jaa'ahumu l-haqqu min 'indinaa qaaluu inna haadzaa la-sihrun mubiinunmaka ketika kebenaran datang kepada mereka dari sisi Kami, mereka berkata, sesungguhnya ini benar-benar sihir yang nyata
Terjemahan per kata (10 kata)
- فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
- جَاءَهُمُjaa'ahumudatang kepada mereka
- الْحَقُّl-haqqukebenaran
- مِنْmindari
- عِنْدِنَا'indinaadi sisi Kami
- قَالُواqaaluumereka berkata
- إِنَّinnasesungguhnya
- هَٰذَاhaadzaaini
- لَسِحْرٌla-sihrunbenar-benar sihir
- مُبِينٌmubiinunyang nyata
Inti bacaan
Respons pertama terhadap kebenaran yang jelas adalah pelabelan cepat sebagai 'sihir yang nyata', reaksi defensif yang menolak evaluasi jujur, menggantinya dengan kategori yang mudah diabaikan.
Penjelasan pilihan kata
'ini' (haadzaa, tanpa -ka) demonstratif dekat konsisten.
Tafsiran
Tuduhan sihir kembali muncul sebagai pola berulang lintas kisah nabi-nabi: kebenaran yang datang dari sumber ilahi konsisten disambut dengan label yang sama, menyingkap pola penolakan yang tak bergantung pada isi pesan.
Renungan dan Hikmah
- Label yang sama muncul lagi di kisah ini. Sihir yang nyata. Allah merekam kalimat yang dipakai berulang.
- Yang datang disebut kebenaran, yang dinamai disebut sihir. Dua sebutan untuk satu hal. Yang satu dari atas, yang lain dari mereka.
- Reaksinya cepat, sebelum sempat ditimbang. Allah menyebut waktunya: ketika kebenaran datang. Bukan sesudah dipelajari.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar j-y-a, h-q-q, '-n-d, q-w-l, s-h-r, b-y-n): al-haqq diterjemahkan 'kebenaran' (akar h-q-q; terjemahan lain '(mukjizat)', dibuang); sihr mubiin diterjemahkan 'sihir yang nyata' (akar s-h-r). gloss '(mukjizat)' dibuang.
Ayat 10:77
قَالَ مُوسَىٰ أَتَقُولُونَ لِلْحَقِّ لَمَّا جَاءَكُمْ ۖ أَسِحْرٌ هَٰذَا وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُونَ
Musa berkata, “Apakah kalian mengatakan terhadap kebenaran ketika ia datang kepada kalian, ‘Sihirkah ini?’ Padahal para penyihir tidak akan beruntung.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالَ مُوسَىٰ أَتَقُولُونَ لِلْحَقِّ لَمَّا جَاءَكُمْqaala muusaa a-taquuluuna li-l-haqqi lammaa jaa'akumMusa berkata, apakah kalian mengatakan terhadap kebenaran ketika ia datang kepada kalian
- أَسِحْرٌ هَٰذَا وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُونَa-sihrun haadzaa wa-laa yuflihu s-saahiruunasihirkah ini? padahal para penyihir tidak akan beruntung
Terjemahan per kata (11 kata)
- قَالَqaalaberkata
- مُوسَىٰmuusaaMusa
- أَتَقُولُونَa-taquuluunaapakah kalian mengatakan
- لِلْحَقِّli-l-haqqipada kebenaran
- لَمَّاlammaaketika
- جَاءَكُمْjaa'akumdatang kepada kalian
- أَسِحْرٌa-sihrunapakah sihir
- هَٰذَاhaadzaaini
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- يُفْلِحُyuflihuberuntung
- السَّاحِرُونَs-saahiruunapara penyihir
Inti bacaan
Musa membalikkan pertanyaan dengan tajam: 'Apakah kalian mengatakan terhadap kebenaran ketika ia datang, sihirkah ini?', menyingkap absurditas melabeli sesuatu sebagai penipuan hanya karena baru dan menantang, tanpa evaluasi jujur. Konkretnya: melabeli sesuatu yang baru dan menantang sebagai 'tipuan' atau 'terlalu bagus untuk jadi nyata' tanpa benar-benar mengevaluasinya adalah reaksi defensif yang menghindari evaluasi jujur, mempertanyakan kembali reaksi pertama yang terlalu cepat menolak sesuatu adalah kebiasaan berpikir yang sehat.
Penjelasan pilihan kata
'ini' (haadzaa, tanpa -ka) demonstratif dekat konsisten.
Tafsiran
Musa membalikkan tuduhan dengan argumen logis: jika ini benar sihir, mengapa pembawanya (menurut logika mereka sendiri soal penyihir) justru dijamin tidak beruntung? Tuduhan itu runtuh dari dalam premisnya sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Musa tidak membantah tuduhannya; ia bertanya tentang cara mereka menyebut kebenaran dari Allah yang baru datang. Yang dipersoalkan reaksinya. Sebuah pertanyaan tentang cara menanggapi lebih sulit dijawab daripada bantahan atas isinya.
- Alasan yang dipakai justru anggapan mereka sendiri: para penyihir tidak akan beruntung. Bantahannya berdiri di atas keyakinan lawan. Tuduhan yang runtuh oleh premisnya sendiri tidak menyisakan tempat untuk berdebat tentang bukti.
- Keterangan yang dilekatkan ketika ia datang kepada kalian. Kebenaran itu disebut sudah sampai, bukan sedang ditawarkan. Dan Allah merekam bahwa yang dipersoalkan bukan kedatangannya, melainkan kalimat pertama yang keluar begitu ia tiba.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, h-q-q, j-y-a, s-h-r, f-l-h): al-haqq diterjemahkan 'kebenaran' (akar h-q-q); sihr diterjemahkan 'sihir' (akar s-h-r); yuflihu diterjemahkan 'beruntung' (akar f-l-h); saahiruun diterjemahkan 'para penyihir'. gloss '(pantas)/(mukjizat)' dibuang.
Ayat 10:78
قَالُوا أَجِئْتَنَا لِتَلْفِتَنَا عَمَّا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا وَتَكُونَ لَكُمَا الْكِبْرِيَاءُ فِي الْأَرْضِ وَمَا نَحْنُ لَكُمَا بِمُؤْمِنِينَ
Mereka berkata, “Apakah engkau datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati padanya nenek moyang kami, dan agar kalian berdua mempunyai kekuasaan di bumi? Kami tidak akan beriman kepada kalian berdua.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قَالُوا أَجِئْتَنَا لِتَلْفِتَنَا عَمَّا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا وَتَكُونَ لَكُمَا الْكِبْرِيَاءُ فِي الْأَرْضِ وَمَا نَحْنُ لَكُمَا بِمُؤْمِنِينَqaaluu a-ji'tanaa li-talfitanaa 'ammaa wajadnaa 'alayhi aabaa'anaa wa-takuuna lakumaa l-kibriyaa'u fii l-ardhi wa-maa nahnu lakumaa bi-mu'miniinamereka berkata, apakah engkau datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati padanya nenek moyang kami, dan agar kalian berdua mempunyai kekuasaan di bumi, kami tidak akan beriman kepada kalian berdua
Terjemahan per kata (16 kata)
- قَالُواqaaluumereka berkata
- أَجِئْتَنَاa-ji'tanaaapakah engkau datang kepada kami
- لِتَلْفِتَنَاli-talfitanaaagar engkau memalingkan kami
- عَمَّا'ammaadari apa yang
- وَجَدْنَاwajadnaakami mendapati
- عَلَيْهِ'alayhiatasnya
- آبَاءَنَاaabaa'anaaleluhur kami
- وَتَكُونَwa-takuunadan engkau menjadi
- لَكُمَاlakumaabagi kalian berdua
- الْكِبْرِيَاءُl-kibriyaa'ukebesaran
- فِيfiidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- نَحْنُnahnukami
- لَكُمَاlakumaabagi kalian berdua
- بِمُؤْمِنِينَbi-mu'miniinaorang-orang yang beriman
Inti bacaan
Tuduhan yang menyingkap proyeksi motif sendiri: elite menuduh Musa-Harun sebenarnya mengincar 'kekuasaan di bumi', memproyeksikan nilai mereka sendiri (obsesi kekuasaan) ke motif orang lain yang sebenarnya berbeda. Konkretnya: waspadai kecenderungan menuduh orang lain memiliki motif tersembunyi yang sebenarnya mencerminkan nilai/obsesi diri sendiri (proyeksi psikologis), sebelum menuduh motif seseorang, periksa apakah tuduhan itu benar-benar berdasar atau justru cerminan dari cara berpikir penuduh sendiri.
Tafsiran
Tuduhan balik ini menyingkap dua kecurigaan sekaligus (pemutusan tradisi leluhur dan perebutan kekuasaan), kecurigaan klasik yang selalu muncul terhadap penyampai pesan baru, tanpa sekali pun menguji kebenaran pesannya sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam dua tuduhan sekaligus: memalingkan dari warisan nenek moyang, dan mengincar kekuasaan. Yang satu tentang masa lalu, yang satu tentang masa depan. Penolakan sering memakai keduanya bersamaan supaya tak perlu memeriksa isinya.
- Yang mereka pertahankan apa yang mereka dapati pada nenek moyang. Bukan alasan. Ukuran yang dipakai berupa siapa yang lebih dahulu memakainya.
- Allah menutup rekamannya dengan keputusan mereka: kami tidak akan beriman kepada kalian berdua. Diucapkan sebelum apa pun diperiksa. Kesimpulan yang diambil di awal membuat seluruh keterangan sesudahnya kehilangan pintu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.