قَالَ مُوسَىٰ أَتَقُولُونَ لِلْحَقِّ لَمَّا جَاءَكُمْ ۖ أَسِحْرٌ هَٰذَا وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُونَ

Musa berkata, “Apakah kalian mengatakan terhadap kebenaran ketika ia datang kepada kalian, ‘Sihirkah ini?’ Padahal para penyihir tidak akan beruntung.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. قَالَ مُوسَىٰ أَتَقُولُونَ لِلْحَقِّ لَمَّا جَاءَكُمْqaala muusaa a-taquuluuna li-l-haqqi lammaa jaa'akumMusa berkata, apakah kalian mengatakan terhadap kebenaran ketika ia datang kepada kalian
  2. أَسِحْرٌ هَٰذَا وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُونَa-sihrun haadzaa wa-laa yuflihu s-saahiruunasihirkah ini? padahal para penyihir tidak akan beruntung
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar q-w-l, h-q-q, j-y-a, s-h-r, f-l-h): al-haqq diterjemahkan 'kebenaran' (akar h-q-q); sihr diterjemahkan 'sihir' (akar s-h-r); yuflihu diterjemahkan 'beruntung' (akar f-l-h); saahiruun diterjemahkan 'para penyihir'. gloss '(pantas)/(mukjizat)' dibuang.

Aplikasi

Musa membalikkan pertanyaan dengan tajam: 'Apakah kalian mengatakan terhadap kebenaran ketika ia datang, sihirkah ini?', menyingkap absurditas melabeli sesuatu sebagai penipuan hanya karena baru dan menantang, tanpa evaluasi jujur. Konkretnya: melabeli sesuatu yang baru dan menantang sebagai 'tipuan' atau 'terlalu bagus untuk jadi nyata' tanpa benar-benar mengevaluasinya adalah reaksi defensif yang menghindari evaluasi jujur, mempertanyakan kembali reaksi pertama yang terlalu cepat menolak sesuatu adalah kebiasaan berpikir yang sehat.