قَالُوا أَجِئْتَنَا لِتَلْفِتَنَا عَمَّا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا وَتَكُونَ لَكُمَا الْكِبْرِيَاءُ فِي الْأَرْضِ وَمَا نَحْنُ لَكُمَا بِمُؤْمِنِينَ
Mereka berkata, “Apakah engkau datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati padanya nenek moyang kami, dan agar kalian berdua mempunyai kekuasaan di bumi? Kami tidak akan beriman kepada kalian berdua.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قَالُوا أَجِئْتَنَا لِتَلْفِتَنَا عَمَّا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا وَتَكُونَ لَكُمَا الْكِبْرِيَاءُ فِي الْأَرْضِ وَمَا نَحْنُ لَكُمَا بِمُؤْمِنِينَqaaluu a-ji'tanaa li-talfitanaa ammaa wajadnaa alayhi aabaa'anaa wa-takuuna lakumaa l-kibriyaa'u fii l-ardi wa-maa nahnu lakumaa bi-mu'miniinamereka berkata, apakah engkau datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati padanya nenek moyang kami, dan agar kalian berdua mempunyai kekuasaan di bumi, kami tidak akan beriman kepada kalian berdua
Catatan pilihan kata (ringkas)
keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) passthrough; per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan pending. Lih.. sebagian penerjemah: 'They said: “Hast thou come to us to turn us away from that upon which we found our fathers, and that there be for you1 majesty in the land? of saghiir, but see azhiim'; keluarga memuat 'the greatest, or oldest, ancestor' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.
Aplikasi
Tuduhan yang menyingkap proyeksi motif sendiri: elite menuduh Musa-Harun sebenarnya mengincar 'kekuasaan di bumi', memproyeksikan nilai mereka sendiri (obsesi kekuasaan) ke motif orang lain yang sebenarnya berbeda. Konkretnya: waspadai kecenderungan menuduh orang lain memiliki motif tersembunyi yang sebenarnya mencerminkan nilai/obsesi diri sendiri (proyeksi psikologis), sebelum menuduh motif seseorang, periksa apakah tuduhan itu benar-benar berdasar atau justru cerminan dari cara berpikir penuduh sendiri.