قَالُوا أَجِئْتَنَا لِتَلْفِتَنَا عَمَّا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا وَتَكُونَ لَكُمَا الْكِبْرِيَاءُ فِي الْأَرْضِ وَمَا نَحْنُ لَكُمَا بِمُؤْمِنِينَ

Mereka berkata, “Apakah engkau datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati padanya nenek moyang kami, dan agar kalian berdua mempunyai kekuasaan di bumi? Kami tidak akan beriman kepada kalian berdua.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. قَالُوا أَجِئْتَنَا لِتَلْفِتَنَا عَمَّا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا وَتَكُونَ لَكُمَا الْكِبْرِيَاءُ فِي الْأَرْضِ وَمَا نَحْنُ لَكُمَا بِمُؤْمِنِينَqaaluu a-ji'tanaa li-talfitanaa 'ammaa wajadnaa 'alayhi aabaa'anaa wa-takuuna lakumaa l-kibriyaa'u fii l-ardhi wa-maa nahnu lakumaa bi-mu'miniinamereka berkata, apakah engkau datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati padanya nenek moyang kami, dan agar kalian berdua mempunyai kekuasaan di bumi, kami tidak akan beriman kepada kalian berdua

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. قَالُواqaaluumereka berkata
  2. أَجِئْتَنَاa-ji'tanaaapakah engkau datang kepada kami
  3. لِتَلْفِتَنَاli-talfitanaaagar engkau memalingkan kami
  4. عَمَّا'ammaadari apa yang
  5. وَجَدْنَاwajadnaakami mendapati
  6. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  7. آبَاءَنَاaabaa'anaaleluhur kami
  8. وَتَكُونَwa-takuunadan engkau menjadi
  9. لَكُمَاlakumaabagi kalian berdua
  10. الْكِبْرِيَاءُl-kibriyaa'ukebesaran
  11. فِيfiidi
  12. الْأَرْضِl-ardhibumi
  13. وَمَاwa-maadan tidaklah
  14. نَحْنُnahnukami
  15. لَكُمَاlakumaabagi kalian berdua
  16. بِمُؤْمِنِينَbi-mu'miniinaorang-orang yang beriman

Inti bacaan

Tuduhan yang menyingkap proyeksi motif sendiri: elite menuduh Musa-Harun sebenarnya mengincar 'kekuasaan di bumi', memproyeksikan nilai mereka sendiri (obsesi kekuasaan) ke motif orang lain yang sebenarnya berbeda. Konkretnya: waspadai kecenderungan menuduh orang lain memiliki motif tersembunyi yang sebenarnya mencerminkan nilai/obsesi diri sendiri (proyeksi psikologis), sebelum menuduh motif seseorang, periksa apakah tuduhan itu benar-benar berdasar atau justru cerminan dari cara berpikir penuduh sendiri.

Tafsiran

Tuduhan balik ini menyingkap dua kecurigaan sekaligus (pemutusan tradisi leluhur dan perebutan kekuasaan), kecurigaan klasik yang selalu muncul terhadap penyampai pesan baru, tanpa sekali pun menguji kebenaran pesannya sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam dua tuduhan sekaligus: memalingkan dari warisan nenek moyang, dan mengincar kekuasaan. Yang satu tentang masa lalu, yang satu tentang masa depan. Penolakan sering memakai keduanya bersamaan supaya tak perlu memeriksa isinya.
  • Yang mereka pertahankan apa yang mereka dapati pada nenek moyang. Bukan alasan. Ukuran yang dipakai berupa siapa yang lebih dahulu memakainya.
  • Allah menutup rekamannya dengan keputusan mereka: kami tidak akan beriman kepada kalian berdua. Diucapkan sebelum apa pun diperiksa. Kesimpulan yang diambil di awal membuat seluruh keterangan sesudahnya kehilangan pintu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.