فَلَمَّا جَاءَ السَّحَرَةُ قَالَ لَهُمْ مُوسَىٰ أَلْقُوا مَا أَنْتُمْ مُلْقُونَ

Maka ketika para penyihir datang, Musa berkata kepada mereka, “Lemparkanlah apa yang hendak kalian lemparkan.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَلَمَّا جَاءَ السَّحَرَةُ قَالَ لَهُمْ مُوسَىٰ أَلْقُوا مَا أَنْتُمْ مُلْقُونَfa-lammaa jaa'a s-saharatu qaala lahum muusaa alquu maa antum mulquunamaka ketika para penyihir datang, Musa berkata kepada mereka, lemparkanlah apa yang hendak kalian lemparkan

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
  2. جَاءَjaa'adatang
  3. السَّحَرَةُs-saharatupara penyihir
  4. قَالَqaalaberkata
  5. لَهُمْlahumkepada mereka
  6. مُوسَىٰmuusaaMusa
  7. أَلْقُواalquulemparkanlah kalian
  8. مَاmaaapa yang
  9. أَنْتُمْantumkalian
  10. مُلْقُونَmulquunaorang-orang yang melemparkan

Inti bacaan

Musa merespons tantangan langsung tanpa keraguan, 'lemparkanlah apa yang hendak kalian lemparkan', kepercayaan diri yang tenang menghadapi unjuk kekuatan lawan, tidak terintimidasi oleh skala persiapan mereka.

Tafsiran

Musa mempersilakan lawan bertindak lebih dulu, bukan sikap ragu, melainkan kepercayaan diri yang membiarkan kontras hasil berbicara sendiri tanpa perlu klaim mendahului bukti.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam Musa mempersilakan lawan mendahului. Bukan ragu. Yakin.
  • Yang dilempar tidak disebut apa. Silakan, apa pun itu. Tidak ditanyakan dulu.
  • Ia tidak mengklaim apa pun sebelum bukti. Allah merekam ketenangannya. Yang membuktikan bukan kata-katanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar j-y-a, s-h-r, q-w-l, l-q-y): saharah diterjemahkan 'para penyihir' (akar s-h-r); alquu/mulquun diterjemahkan 'melemparkan' (akar l-q-y). Selaras.