فَمَا آمَنَ لِمُوسَىٰ إِلَّا ذُرِّيَّةٌ مِنْ قَوْمِهِ عَلَىٰ خَوْفٍ مِنْ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِمْ أَنْ يَفْتِنَهُمْ ۚ وَإِنَّ فِرْعَوْنَ لَعَالٍ فِي الْأَرْضِ وَإِنَّهُ لَمِنَ الْمُسْرِفِينَ

Tidak ada yang beriman kepada Musa selain keturunan dari kaumnya disertai ketakutan kepada Firaun dan para pemuka kaumnya yang akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Firaun benar-benar sewenang-wenang di bumi, dan sesungguhnya ia benar-benar termasuk orang-orang yang melampaui batas.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. فَمَا آمَنَ لِمُوسَىٰ إِلَّا ذُرِّيَّةٌ مِنْ قَوْمِهِ عَلَىٰ خَوْفٍ مِنْ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِمْ أَنْ يَفْتِنَهُمْfa-maa aamana li-muusaa illaa dzurriyyatun min qawmihi alaa khawfin min fir'awna wa-mala'ihim an yaftinahumtidak ada yang beriman kepada Musa selain keturunan dari kaumnya disertai ketakutan kepada Firaun dan para pemuka kaumnya yang akan menyiksa mereka
  2. وَإِنَّ فِرْعَوْنَ لَعَالٍ فِي الْأَرْضِ وَإِنَّهُ لَمِنَ الْمُسْرِفِينَwa-inna fir'awna la-aalin fii l-ardi wa-innahu la-mina l-musrifiinasesungguhnya Firaun benar-benar sewenang-wenang di bumi, dan sesungguhnya ia benar-benar termasuk orang-orang yang melampaui batas
Catatan pilihan kata (ringkas)

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) passthrough; per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan pending. Lih.. of saghiir, but see azhiim'; keluarga memuat 'the greatest, or oldest, ancestor' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.

Aplikasi

Pengakuan jujur: para pengikut awal beriman 'disertai ketakutan kepada Fir'aun', keberanian dan ketakutan hidup berdampingan, bukan saling meniadakan. Konkretnya: bertindak dengan keyakinan tidak mengharuskan ketiadaan rasa takut sama sekali, keberanian sejati adalah bertindak sesuai keyakinan MESKI merasa takut, bukan menunggu rasa takut hilang sepenuhnya sebelum bertindak.