فَمَا آمَنَ لِمُوسَىٰ إِلَّا ذُرِّيَّةٌ مِنْ قَوْمِهِ عَلَىٰ خَوْفٍ مِنْ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِمْ أَنْ يَفْتِنَهُمْ ۚ وَإِنَّ فِرْعَوْنَ لَعَالٍ فِي الْأَرْضِ وَإِنَّهُ لَمِنَ الْمُسْرِفِينَ

Tidak ada yang beriman kepada Musa selain keturunan dari kaumnya disertai ketakutan kepada Firaun dan para pemuka kaumnya yang akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Firaun benar-benar sewenang-wenang di bumi, dan sesungguhnya ia benar-benar termasuk orang-orang yang melampaui batas.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَمَا آمَنَ لِمُوسَىٰ إِلَّا ذُرِّيَّةٌ مِنْ قَوْمِهِ عَلَىٰ خَوْفٍ مِنْ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِمْ أَنْ يَفْتِنَهُمْfa-maa aamana li-muusaa illaa dzurriyyatun min qawmihi 'alaa khawfin min fir'awna wa-mala'ihim an yaftinahumtidak ada yang beriman kepada Musa selain keturunan dari kaumnya disertai ketakutan kepada Firaun dan para pemuka kaumnya yang akan menyiksa mereka
  2. وَإِنَّ فِرْعَوْنَ لَعَالٍ فِي الْأَرْضِ وَإِنَّهُ لَمِنَ الْمُسْرِفِينَwa-inna fir'awna la-'aalin fii l-ardhi wa-innahu la-mina l-musrifiinasesungguhnya Firaun benar-benar sewenang-wenang di bumi, dan sesungguhnya ia benar-benar termasuk orang-orang yang melampaui batas

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. فَمَاfa-maamaka tidak
  2. آمَنَaamanaberiman
  3. لِمُوسَىٰli-muusaakepada Musa
  4. إِلَّاillaakecuali
  5. ذُرِّيَّةٌdzurriyyatunketurunan
  6. مِنْmindari
  7. قَوْمِهِqawmihikaumnya
  8. عَلَىٰ'alaaatas
  9. خَوْفٍkhawfinketakutan
  10. مِنْmindari
  11. فِرْعَوْنَfir'awnaFiraun
  12. وَمَلَئِهِمْwa-mala'ihimdan para pemuka mereka
  13. أَنْanbahwa
  14. يَفْتِنَهُمْyaftinahummenguji mereka
  15. وَإِنَّwa-innadan sungguh
  16. فِرْعَوْنَfir'awnaFiraun
  17. لَعَالٍla-'aalinbenar-benar sombong
  18. فِيfiidi
  19. الْأَرْضِl-ardhibumi
  20. وَإِنَّهُwa-innahudan sesungguhnya ia
  21. لَمِنَla-minasungguh termasuk
  22. الْمُسْرِفِينَl-musrifiinaorang-orang yang melampaui batas

Inti bacaan

Pengakuan jujur: para pengikut awal beriman 'disertai ketakutan kepada Fir'aun', keberanian dan ketakutan hidup berdampingan, bukan saling meniadakan. Konkretnya: bertindak dengan keyakinan tidak mengharuskan ketiadaan rasa takut sama sekali, keberanian sejati adalah bertindak sesuai keyakinan meski merasa takut, bukan menunggu rasa takut hilang sepenuhnya sebelum bertindak.

Tafsiran

Iman yang dibayangi ketakutan tetap dicatat sebagai iman: ayat ini tidak menuntut keberanian sempurna sebagai syarat, melainkan mengakui bahwa iman bisa hadir bersamaan dengan rasa takut yang wajar terhadap kekuasaan sewenang-wenang.

Renungan dan Hikmah

  • Allah mencatat iman mereka disertai ketakutan. Tetap dicatat. Yang takut tak dicoret dari daftar orang beriman.
  • Yang beriman disebut keturunan dari kaumnya. Sedikit. Jumlahnya tak disembunyikan, meski kecil.
  • Allah menyebut Firaun sewenang-wenang di bumi. Sesudah menyebut ketakutan mereka. Rasa takut itu diberi alasan, bukan disalahkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.