وَقَالَ مُوسَىٰ يَا قَوْمِ إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللَّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُسْلِمِينَ

Musa berkata, “Wahai kaumku, jika kalian sungguh-sungguh beriman kepada Allah, bertawakallah hanya kepada-Nya apabila kalian benar-benar orang-orang yang berserah diri.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَقَالَ مُوسَىٰ يَا قَوْمِ إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللَّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُسْلِمِينَwa-qaala muusaa yaa qawmi in kuntum aamantum bi-llaahi fa-'alayhi tawakkaluu in kuntum muslimiinaMusa berkata, wahai kaumku, jika kalian sungguh-sungguh beriman kepada Allah, bertawakallah hanya kepada-Nya apabila kalian benar-benar orang-orang yang berserah diri

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. وَقَالَwa-qaaladan berkata
  2. مُوسَىٰmuusaaMusa
  3. يَاyaawahai
  4. قَوْمِqawmikaumku
  5. إِنْinjika
  6. كُنْتُمْkuntumkalian adalah
  7. آمَنْتُمْaamantumkalian beriman
  8. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  9. فَعَلَيْهِfa-'alayhimaka atasnya
  10. تَوَكَّلُواtawakkaluubertawakallah kalian
  11. إِنْinjika
  12. كُنْتُمْkuntumkalian adalah
  13. مُسْلِمِينَmuslimiinaorang-orang yang berserah diri

Inti bacaan

Musa mengarahkan kaumnya pada tawakal sebagai respons terhadap ancaman berat, mempercayakan hasil akhir kepada sumber yang lebih besar setelah usaha maksimal dilakukan, bukan sebagai pengganti usaha.

Tafsiran

Ajakan bertawakal ini disyaratkan pada iman yang sudah ada ('jika kalian sungguh-sungguh beriman'), bukan tuntutan sepihak, melainkan konsekuensi logis dari keimanan yang mereka klaim sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam Musa menyandarkan ajakannya pada pengakuan mereka sendiri. Kalau memang beriman. Maka bertawakallah.
  • Yang dituntut bukan iman baru, melainkan lanjutannya. Imannya sudah ada. Akibatnya yang diminta.
  • Kata hanya disisipkan Allah pada tawakalnya. Bukan sebagian kepada-Nya. Seluruhnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menerjemahkan s-l-m di sini via 'muslim'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN). ' akar s-l-m (slm), cabang KEBERSERAHAN (aslama/islaam/muslim/mustaslim). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini: islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'.