وَقَالَ مُوسَىٰ يَا قَوْمِ إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللَّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُسْلِمِينَ
Musa berkata, “Wahai kaumku, jika kalian sungguh-sungguh beriman kepada Allah, bertawakallah hanya kepada-Nya apabila kalian benar-benar orang-orang yang berserah diri.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَقَالَ مُوسَىٰ يَا قَوْمِ إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللَّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُسْلِمِينَwa-qaala muusaa yaa qawmi in kuntum aamantum bi-llaahi fa-alayhi tawakkaluu in kuntum muslimiinaMusa berkata, wahai kaumku, jika kalian sungguh-sungguh beriman kepada Allah, bertawakallah hanya kepada-Nya apabila kalian benar-benar orang-orang yang berserah diri
Catatan pilihan kata (ringkas)
terjemahan lain merender s-l-m di sini via 'muslim'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN -2). PASS: retrofit kau/engkau/kalian menyusul. sebagian penerjemah: 'And Moses said: “O my people: if you believe in God, then place your trust in Him, if you are submitting.”' Akar akar s-l-m (slm), cabang KEBERSERAHAN (aslama/islaam/muslim/mustaslim). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini (Pak FD 2026-07-15): islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'. Lih. Versi lama catatan ini keliru di kedua titik itu; lih. C1).
Aplikasi
Musa mengarahkan kaumnya pada tawakal sebagai respons terhadap ancaman berat, mempercayakan hasil akhir kepada sumber yang lebih besar setelah usaha maksimal dilakukan, bukan sebagai pengganti usaha.