فَقَالُوا عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Maka mereka berkata, “Kepada Allah kami bertawakal. Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami fitnah bagi kaum yang zalim.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَقَالُوا عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَfa-qaaluu alaa llaahi tawakkalnaa rabbanaa laa taj'alnaa fitnatan li-l-qawmi zh-zhaalimiinamaka mereka berkata, kepada Allah kami bertawakal, Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami fitnah bagi kaum yang zalim
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar q-w-l, a-l-h, w-k-l, r-b-b, j-'-l, f-t-n, q-w-m, zh-l-m): tawakkalnaa diterjemahkan 'kami bertawakal' (akar w-k-l putaran 61); fitnah diterjemahkan 'fitnah (sasaran cobaan)'; zhaalimiin diterjemahkan 'zalim'. gloss '(sasaran)' dibuang.
Aplikasi
Permohonan yang bernuansa: bukan hanya 'selamatkan kami', melainkan juga 'janganlah Engkau jadikan kami fitnah bagi kaum yang zalim', kesadaran bahwa nasib sendiri bisa disalahgunakan sebagai pembenaran bagi pihak yang berbuat salah. Konkretnya: mempertimbangkan bukan hanya dampak langsung suatu hasil bagi diri sendiri, tetapi juga bagaimana hasil itu bisa disalahartikan atau dimanfaatkan pihak lain untuk membenarkan kesalahan mereka, adalah kepekaan tambahan yang layak dipertimbangkan saat berdoa atau berharap sesuatu.