فَقَالُوا عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Maka mereka berkata, “Kepada Allah kami bertawakal. Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami fitnah bagi kaum yang zalim.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَقَالُوا عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَfa-qaaluu 'alaa llaahi tawakkalnaa rabbanaa laa taj'alnaa fitnatan li-l-qawmi zh-zhaalimiinamaka mereka berkata, kepada Allah kami bertawakal, Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami fitnah bagi kaum yang zalim

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. فَقَالُواfa-qaaluulalu mereka berkata
  2. عَلَى'alaaatas
  3. اللَّهِllaahiAllah
  4. تَوَكَّلْنَاtawakkalnaakami bertawakal
  5. رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
  6. لَاlaajanganlah
  7. تَجْعَلْنَاtaj'alnaaEngkau menjadikan kami
  8. فِتْنَةًfitnatanujian
  9. لِلْقَوْمِli-l-qawmibagi kaum
  10. الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim

Inti bacaan

Permohonan yang bernuansa: bukan hanya 'selamatkan kami', melainkan juga 'janganlah Engkau jadikan kami fitnah bagi kaum yang zalim', kesadaran bahwa nasib sendiri bisa disalahgunakan sebagai pembenaran bagi pihak yang berbuat salah. Konkretnya: mempertimbangkan bukan hanya dampak langsung suatu hasil bagi diri sendiri, tetapi juga bagaimana hasil itu bisa disalahartikan atau dimanfaatkan pihak lain untuk membenarkan kesalahan mereka, adalah kepekaan tambahan yang layak dipertimbangkan saat berdoa atau berharap sesuatu.

Tafsiran

Respons kaum Musa ini menjadikan tawakal bukan sekadar sikap pasif, melainkan permohonan aktif agar tidak dijadikan sasaran ujian oleh kaum zalim: kesadaran bahwa iman mereka sendiri bisa menjadi celah yang dieksploitasi kekuasaan yang menindas.

Renungan dan Hikmah

  • Kepada Allah kami bertawakal diucapkan sebelum permintaan apa pun. Sandaran disebut lebih dahulu daripada keperluan. Doa yang dibuka dengan menyebut kepada siapa ia ditujukan menempatkan permintaannya pada kedudukan yang berbeda.
  • Yang mereka minta bukan kemenangan, melainkan jangan dijadikan fitnah bagi kaum yang zalim. Kekhawatirannya tentang akibat pada pihak lain. Orang yang sedang terdesak dan masih memikirkan bagaimana nasibnya akan dibaca orang lain sedang menahan sesuatu yang berat.
  • Sapaan kepada Allah diselipkan di tengah doa, sesudah tawakal dan sebelum permintaan. Panggilan itu memisah dua bagian. Yang berdiri di antara penyerahan dan permohonan ternyata sebuah panggilan, bukan alasan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, a-l-h, w-k-l, r-b-b, j-'-l, f-t-n, q-w-m, zh-l-m): tawakkalnaa diterjemahkan 'kami bertawakal' (akar w-k-l putaran 61); fitnah diterjemahkan 'fitnah (sasaran cobaan)'; zhaalimiin diterjemahkan 'zalim'. gloss '(sasaran)' dibuang.