وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ وَأَخِيهِ أَنْ تَبَوَّآ لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوتًا وَاجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

Telah Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya, “Ambillah oleh kalian berdua beberapa rumah di Mesir untuk tempat tinggal kaum kalian berdua, jadikanlah rumah-rumah kalian itu kiblat, dan tegakkanlah salat.” Dan gembirakanlah orang-orang mukmin.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ وَأَخِيهِ أَنْ تَبَوَّآ لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوتًا وَاجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَwa-awhaynaa ilaa muusaa wa-akhiihi an tabawwa'aa li-qawmikumaa bi-mishra buyuutan wa-j'aluu buyuutakum qiblatan wa-aqiimuu sh-shalaatatelah Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya, ambillah oleh kalian berdua beberapa rumah di Mesir untuk tempat tinggal kaum kalian berdua, jadikanlah rumah-rumah kalian itu kiblat, dan tegakkanlah salat
  2. وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَwa-basysyiri l-mu'miniinadan gembirakanlah orang-orang mukmin

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. وَأَوْحَيْنَاwa-awhaynaadan Kami mewahyukan
  2. إِلَىٰilaakepada
  3. مُوسَىٰmuusaaMusa
  4. وَأَخِيهِwa-akhiihidan saudaranya
  5. أَنْanyaitu
  6. تَبَوَّآtabawwa'aatempatkanlah kalian berdua
  7. لِقَوْمِكُمَاli-qawmikumaabagi kaum kalian berdua
  8. بِمِصْرَbi-mishradi Mesir
  9. بُيُوتًاbuyuutanrumah-rumah
  10. وَاجْعَلُواwa-j'aluudan jadikanlah kalian
  11. بُيُوتَكُمْbuyuutakumrumah-rumah kalian
  12. قِبْلَةًqiblatankiblat
  13. وَأَقِيمُواwa-aqiimuudan tegakkanlah kalian
  14. الصَّلَاةَsh-shalaatasalat
  15. وَبَشِّرِwa-basysyiridan sampaikanlah kabar gembira
  16. الْمُؤْمِنِينَl-mu'miniinaorang-orang beriman

Inti bacaan

Instruksi menjaga praktik spiritual (menegakkan salat, mengorientasikan rumah) diberikan justru saat masih berada dalam penindasan di Mesir, kesadaran dan disiplin dijaga bahkan sebelum kondisi membaik, bukan menunggu keadaan aman lebih dulu. Konkretnya: menjaga praktik dan disiplin yang bermakna (rutinitas positif, kesadaran nilai) bahkan di tengah situasi sulit yang belum membaik adalah kekuatan yang membantu bertahan, menunggu kondisi ideal sebelum mulai menjaga disiplin sering berarti tidak pernah memulainya sama sekali.

Tafsiran

Perintah menjadikan rumah sebagai kiblat dan tempat salat menandai penyesuaian ibadah dalam kondisi tertekan: ketika ruang publik tidak aman, ibadah tetap ditegakkan dalam ruang privat yang tersedia.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memerintahkan menjadikan rumah-rumah mereka kiblat, di masa mereka tak bisa beribadah terbuka. Tempat tinggal jadi tempat menghadap. Ketika ruang luar tertutup, yang dipakai ruang yang paling dekat.
  • Perintah keduanya tetap menegakkan salat. Di tengah penindasan. Yang diperintahkan bukan menunggu keadaan aman, melainkan mengerjakannya dalam keadaan yang ada.
  • Allah menutup dengan perintah menggembirakan orang-orang yang beriman. Sesudah dua perintah tentang cara bertahan. Yang perlu disebarkan pada masa sempit bukan hanya cara, melainkan juga kabar baik.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Ambillah” diterjemahkan “Ambillah”; “kamu” diterjemahkan “kalian”; “kaummu,” diterjemahkan “kaum kalian berdua,”; “rumah-rumahmu” diterjemahkan “rumah-rumah kalian”; “kiblat (tempat ibadah),” diterjemahkan “kiblat,”; “Gembirakanlah” diterjemahkan “Dan gembirakanlah (engkau)”; “mukmin.”” diterjemahkan “mukmin. Dalam ayat ini, 'salaah' bertakrif (memakai kata sandang al-). salaah diterjemahkan 'salat' UNIVERSAL (: kewajiban generik, bukan koreografi; bukti terkuat 24:41, BURUNG punya salaah; contoh serupa 9:103, 33:56; homograf dijaga: 22:40 salawaat=IBRANI, 69:31=s-l-y 'bakar').