وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُ بَغْيًا وَعَدْوًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ آمَنْتُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Kami jadikan Bani Israil bisa melintasi laut itu. Lalu Firaun dan bala tentaranya mengikuti mereka untuk menganiaya dan menindas. Hingga ketika tenggelam hampir menimpanya, dia berkata, “Aku percaya bahwa tidak ada tuhan selain yang telah dipercayai oleh Bani Israil dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُ بَغْيًا وَعَدْوًاwa-jaawaznaa bi-banii israa'iila l-bahra fa-atba'ahum fir'awnu wa-junuuduhu baghyan wa-'adwanKami jadikan Bani Israil bisa melintasi laut itu, lalu Firaun dan bala tentaranya mengikuti mereka untuk menganiaya dan menindas
- حَتَّىٰ إِذَا أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ آمَنْتُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَhattaa idzaa adrakahu l-gharaqu qaala aamantu annahu laa ilaaha illaa lladzii aamanat bihi banuu israa'iila wa-anaa mina l-muslimiinahingga ketika tenggelam hampir menimpanya, dia berkata, aku percaya bahwa tidak ada tuhan selain yang telah dipercayai oleh Bani Israil dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri
Terjemahan per kata (27 kata)
- وَجَاوَزْنَاwa-jaawaznaadan Kami menyeberangkan
- بِبَنِيbi-baniidengan Bani
- إِسْرَائِيلَisraa'iilaIsrail
- الْبَحْرَl-bahralaut
- فَأَتْبَعَهُمْfa-atba'ahummaka mengejar mereka
- فِرْعَوْنُfir'awnuFiraun
- وَجُنُودُهُwa-junuuduhudan bala tentaranya
- بَغْيًاbaghyankarena kedengkian
- وَعَدْوًاwa-'adwandan permusuhan
- حَتَّىٰhattaasampai
- إِذَاidzaaapabila
- أَدْرَكَهُadrakahumenyusulnya
- الْغَرَقُl-gharaqutenggelam
- قَالَqaalaberkata
- آمَنْتُaamantuaku beriman
- أَنَّهُannahubahwa ia
- لَاlaatidak
- إِلَٰهَilaahatuhan
- إِلَّاillaakecuali
- الَّذِيlladziiyang
- آمَنَتْaamanatberiman
- بِهِbihikepada-Nya
- بَنُوbanuuBani
- إِسْرَائِيلَisraa'iilaIsrail
- وَأَنَاwa-anaadan aku
- مِنَminadari
- الْمُسْلِمِينَl-muslimiinaorang-orang yang berserah diri
Inti bacaan
Deklarasi keimanan Firaun muncul tepat di detik-detik terakhir tenggelam, sebuah pengakuan yang datang hanya setelah kepastian mutlak (kematian) tidak lagi bisa dihindari.
Tafsiran
Iman Firaun di ambang kematian datang terlambat: pengakuan yang keluar hanya setelah bukti tak terbantahkan (tenggelam) tidak lagi bernilai sebagai pilihan bebas, sebuah gema langsung dari sindiran retoris 10:51 di awal surah ini.
Renungan dan Hikmah
- Iman terlambat Firaun menggemakan sindiran retoris 10:51 ('apakah kemudian, setelah ia terjadi, kalian baru beriman?'); surah ini menutup dengan contoh nyata dari pola yang dikritik di awal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain menerjemahkan s-l-m di sini via 'muslim'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN). ' akar s-l-m (slm), cabang KEBERSERAHAN (aslama/islaam/muslim/mustaslim). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini: islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'.