فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةً ۚ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ عَنْ آيَاتِنَا لَغَافِلُونَ

Pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelah engkau. Sesungguhnya kebanyakan manusia benar-benar lengah dari tanda-tanda Kami.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةًfa-l-yawma nunajjiika bi-badanika li-takuuna li-man khalfaka aayatanpada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelah engkau
  2. وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ عَنْ آيَاتِنَا لَغَافِلُونَwa-inna katsiiran mina n-naasi an aayaatinaa la-ghaafiluunasesungguhnya kebanyakan manusia benar-benar lengah dari tanda-tanda Kami
Catatan pilihan kata (ringkas)

Akar akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. Keputusan Pak FD 16 Jul: 'tanda' TANPA pengecualian (diuji: 'tanda' tak mustahil bahkan di 2:252/10:1/24:1/41:3). tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Lih. sebagian penerjemah: '“So this day will We save thee in thy body, that thou be a proof to those after thee.” But most among men are heedless of Our proofs.'

Aplikasi

Detail luar biasa: jasad Firaun sengaja diselamatkan/diawetkan 'agar engkau menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelah engkau', bahkan sisa fisik seseorang bisa berfungsi sebagai pengingat abadi bagi generasi mendatang, meski 'kebanyakan manusia benar-benar lengah'. Konkretnya: warisan seseorang (baik atau buruk) bisa terus menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya lama setelah orang itu tiada, kesadaran bahwa jejak hidup seseorang bisa menjadi pengingat abadi (bukan sekadar berlalu tanpa bekas) mendorong pertimbangan lebih serius tentang warisan macam apa yang ditinggalkan.