فَإِنْ كُنْتَ فِي شَكٍّ مِمَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ فَاسْأَلِ الَّذِينَ يَقْرَءُونَ الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ لَقَدْ جَاءَكَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ
Maka jika engkau dalam keraguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca Kitab sebelummu. Sungguh telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang ragu.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَإِنْ كُنْتَ فِي شَكٍّ مِمَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ فَاسْأَلِ الَّذِينَ يَقْرَءُونَ الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكَfa-in kunta fii syakkin mimmaa anzalnaa ilayka fa-s'ali lladziina yaqra'uuna l-kitaaba min qablikamaka jika engkau dalam keraguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca Kitab sebelummu
- لَقَدْ جَاءَكَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَla-qad jaa'aka l-haqqu min rabbika fa-laa takuunanna mina l-mumtariinasungguh telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang ragu
Terjemahan per kata (22 kata)
- فَإِنْfa-inmaka jika
- كُنْتَkuntaengkau adalah
- فِيfiidalam
- شَكٍّsyakkinkeraguan
- مِمَّاmimmaatentang apa yang
- أَنْزَلْنَاanzalnaaKami menurunkan
- إِلَيْكَilaykakepadamu
- فَاسْأَلِfa-s'alimaka tanyakanlah
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- يَقْرَءُونَyaqra'uunamereka membaca
- الْكِتَابَl-kitaabaKitab
- مِنْmindari
- قَبْلِكَqablikasebelummu
- لَقَدْla-qadsungguh
- جَاءَكَjaa'akadatang kepadamu
- الْحَقُّl-haqqukebenaran
- مِنْmindari
- رَبِّكَrabbikaTuhanmu
- فَلَاfa-laamaka janganlah
- تَكُونَنَّtakuunannaengkau menjadi
- مِنَminadari
- الْمُمْتَرِينَl-mumtariinaorang-orang yang ragu
Inti bacaan
Metode mengatasi keraguan yang dianjurkan: berkonsultasi dengan mereka yang sudah memiliki tradisi pengetahuan yang mapan sebelumnya ('tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca Kitab sebelummu'). Konkretnya: saat menghadapi keraguan tentang sesuatu yang penting, berkonsultasi dengan sumber pengetahuan yang sudah mapan dan teruji (bukan hanya mengandalkan keyakinan sendiri) adalah metode yang sah dan dianjurkan untuk mengatasi keraguan, silang-periksa dengan tradisi pengetahuan yang sudah ada adalah langkah bijak, bukan tanda kelemahan keyakinan.
Penjelasan pilihan kata
'engkau' polos, tanpa nama diri ditambahkan, sudah benar sejak draf (bandingkan positif meski ayat ini secara tradisional dipahami tertuju pd penyampai wahyu).
Tafsiran
Ayat pengandaian ini ('jika engkau dalam keraguan') berfungsi retoris, bukan literal: menegaskan konsistensi wahyu dengan Kitab-Kitab sebelumnya sebagai bukti eksternal yang bisa diverifikasi, bukan klaim yang berdiri sendiri tanpa jejak sejarah.
Renungan dan Hikmah
- Kalimatnya berbentuk pengandaian: 'jika engkau dalam keraguan'. Allah tidak menyatakan ada keraguan, dan tidak pula menyangkalnya. Yang disediakan cuma jalannya, seandainya keadaan itu datang. Cara menyiapkan seseorang menghadapi ragu tanpa menuduhnya sedang ragu memang jarang ditemukan.
- Yang disarankan bukan berdoa lebih khusyuk atau menunggu tanda, melainkan bertanya kepada orang-orang yang membaca Kitab sebelumnya. Sebuah langkah yang bisa diperiksa siapa pun. Allah menaruh jalan keluar dari keraguan di tempat yang bisa dijangkau, bukan di tempat yang menuntut keadaan batin tertentu lebih dulu.
- Sesudah menawarkan jalan itu, ayatnya menegaskan 'sungguh telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu'. Kedudukannya tidak digantungkan pada hasil bertanya. Memeriksa ulang sesuatu tidak sama dengan menggantungkan kebenarannya pada hasil pemeriksaan itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-w-n, sh-k-k, n-z-l, s-a-l, q-r-a, k-t-b, q-b-l, j-y-a, h-q-q, r-b-b, m-r-y): shakk diterjemahkan 'keraguan' (akar sh-k-k); yaqra'uun diterjemahkan 'membaca' (akar q-r-'); al-haqq diterjemahkan 'kebenaran' (akar h-q-q); mumtariin diterjemahkan 'orang-orang yang ragu' (akar m-r-y). gloss '(Nabi Muhammad)/(kisah nabi-nabi terdahulu)' dibuang.