Ayat 10:99

وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَآمَنَ مَنْ فِي الْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا ۚ أَفَأَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتَّىٰ يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ

Dan sekiranya Tuhanmu menghendaki, tentu semua orang di bumi beriman seluruhnya. Maka apakah engkau hendak memaksa manusia hingga mereka menjadi orang-orang beriman?

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَآمَنَ مَنْ فِي الْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًاwa-law shaa'a rabbuka la-aamana man fii l-ardi kulluhum jamii'andan sekiranya Tuhanmu menghendaki, tentu semua orang di bumi beriman seluruhnya
  2. أَفَأَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتَّىٰ يَكُونُوا مُؤْمِنِينَa-fa-anta tukrihu n-naasa hattaa yakuunuu mu'miniinamaka apakah engkau hendak memaksa manusia hingga mereka menjadi orang-orang beriman
Aplikasi

Penolakan eksplisit terhadap pemaksaan: 'apakah engkau hendak memaksa manusia hingga mereka menjadi orang-orang beriman?', keyakinan yang genuine harus tetap menjadi pilihan bebas, bukan kepatuhan yang dipaksakan. Konkretnya: mencoba memaksa seseorang menerima keyakinan atau nilai tertentu (bukan meyakinkan lewat argumen dan teladan) menghasilkan kepatuhan permukaan, bukan perubahan genuine, menghormati kebebasan memilih orang lain, bahkan saat yakin mereka salah, adalah prinsip yang ditegaskan eksplisit di sini.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar sh-y-a, r-b-b, a-m-n, a-r-d, k-l-l, j-m-', k-r-h, n-w-s, k-w-n): tukrihu n-naas diterjemahkan 'memaksa manusia', akar k-r-h (KRH: iman tak dapat dipaksakan; sejalan 2:256 laa ikraah fii d-diin); aamana diterjemahkan 'beriman'. gloss '(Nabi Muhammad)' dibuang.

Ayat 10:100

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تُؤْمِنَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَيَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ

Dan tidak mungkin bagi suatu jiwa beriman kecuali dengan izin Allah. Dan Dia menimpakan kekotoran atas orang-orang yang tidak menggunakan akal.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تُؤْمِنَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِwa-maa kaana li-nafsin an tu'mina illaa bi-idzni llaahidan tidak mungkin bagi suatu jiwa beriman kecuali dengan izin Allah
  2. وَيَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَwa-yaj'alu r-rijsa alaa lladziina laa ya'qiluunadan Dia menimpakan kekotoran atas orang-orang yang tidak menggunakan akal
Aplikasi

Kegagalan menggunakan akal (aql) secara konsisten dikaitkan dengan konsekuensi negatif, kemampuan bernalar yang dimiliki tapi tidak dipakai punya harga yang harus dibayar, bukan pilihan netral tanpa konsekuensi.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-w-n, n-f-s, a-m-n, a-dz-n, a-l-h, j-'-l, r-j-s, '-q-l): idhn diterjemahkan 'izin' (akar '-dz-n); rijs diterjemahkan 'kekotoran (kekejian)' (akar r-j-s; terjemahan lain 'azab', terjemahan ini harfiah); laa ya'qiluun diterjemahkan 'tidak menggunakan akal' (akar '-q-l putaran EQL). gloss '(azab)' dibuang.