وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تُؤْمِنَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَيَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ

Dan tidak mungkin bagi suatu jiwa beriman kecuali dengan izin Allah. Dan Dia menimpakan kekotoran atas orang-orang yang tidak menggunakan akal.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تُؤْمِنَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِwa-maa kaana li-nafsin an tu'mina illaa bi-idzni llaahidan tidak mungkin bagi suatu jiwa beriman kecuali dengan izin Allah
  2. وَيَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَwa-yaj'alu r-rijsa alaa lladziina laa ya'qiluunadan Dia menimpakan kekotoran atas orang-orang yang tidak menggunakan akal
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar k-w-n, n-f-s, a-m-n, a-dz-n, a-l-h, j-'-l, r-j-s, '-q-l): idhn diterjemahkan 'izin' (akar '-dz-n); rijs diterjemahkan 'kekotoran (kekejian)' (akar r-j-s; terjemahan lain 'azab', terjemahan ini harfiah); laa ya'qiluun diterjemahkan 'tidak menggunakan akal' (akar '-q-l putaran EQL). gloss '(azab)' dibuang.

Aplikasi

Kegagalan menggunakan akal (aql) secara konsisten dikaitkan dengan konsekuensi negatif, kemampuan bernalar yang dimiliki tapi tidak dipakai punya harga yang harus dibayar, bukan pilihan netral tanpa konsekuensi.