وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تُؤْمِنَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَيَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ

Dan tidak mungkin bagi suatu jiwa beriman kecuali dengan izin Allah. Dan Dia menimpakan kekotoran atas orang-orang yang tidak menggunakan akal.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تُؤْمِنَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِwa-maa kaana li-nafsin an tu'mina illaa bi-idzni llaahidan tidak mungkin bagi suatu jiwa beriman kecuali dengan izin Allah
  2. وَيَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَwa-yaj'alu r-rijsa 'alaa lladziina laa ya'qiluunadan Dia menimpakan kekotoran atas orang-orang yang tidak menggunakan akal

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. كَانَkaanaadalah
  3. لِنَفْسٍli-nafsinbagi seseorang
  4. أَنْanuntuk
  5. تُؤْمِنَtu'minaengkau beriman
  6. إِلَّاillaakecuali
  7. بِإِذْنِbi-idznidengan izin
  8. اللَّهِllaahiAllah
  9. وَيَجْعَلُwa-yaj'aludan Dia menjadikan
  10. الرِّجْسَr-rijsakekotoran
  11. عَلَى'alaaatas
  12. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  13. لَاlaatidak
  14. يَعْقِلُونَya'qiluunayang mengerti

Inti bacaan

Kegagalan menggunakan akal (aql) secara konsisten dikaitkan dengan konsekuensi negatif, kemampuan bernalar yang dimiliki tapi tidak dipakai punya harga yang harus dibayar, bukan pilihan netral tanpa konsekuensi.

Tafsiran

Kekotoran di sini bukan sebab, melainkan konsekuensi yang menimpa mereka yang tidak menggunakan akal: melengkapi jawaban atas pertanyaan 10:99, iman bergantung pada izin Allah, dan penolakan akal menjadi penyebab langsung dari kondisi terhalangnya iman itu.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut izin sebagai syarat, dan akal sebagai jalannya. Bukan dua hal berlawanan. Keduanya disebut dalam satu ayat.
  • Yang ditimpa kekotoran disebut yang tidak memakai akal. Bukan yang tidak punya. Yang punya tetapi tidak dipakai.
  • Urutannya disebut Allah begitu: menolak berpikir dahulu, akibatnya kemudian. Bukan dihalangi lalu tidak bisa berpikir. Yang mengunci pilihannya sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-w-n, n-f-s, a-m-n, a-dz-n, a-l-h, j-'-l, r-j-s, '-q-l): idhn diterjemahkan 'izin' (akar '-dz-n); rijs diterjemahkan 'kekotoran (kekejian)' (akar r-j-s; terjemahan lain 'azab', terjemahan ini harfiah); laa ya'qiluun diterjemahkan 'tidak menggunakan akal' (akar '-q-l putaran EQL). gloss '(azab)' dibuang.