فَهَلْ يَنْتَظِرُونَ إِلَّا مِثْلَ أَيَّامِ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ قُلْ فَانْتَظِرُوا إِنِّي مَعَكُمْ مِنَ الْمُنْتَظِرِينَ
Maka tidakkah mereka menunggu kecuali seperti hari-hari orang-orang yang telah berlalu sebelum mereka? Katakanlah, “Maka tunggulah. Sesungguhnya aku bersama kalian termasuk mereka yang menunggu.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَهَلْ يَنْتَظِرُونَ إِلَّا مِثْلَ أَيَّامِ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِهِمْfa-hal yantazhiruuna illaa mitsla ayyaami lladziina khalaw min qablihimmaka tidakkah mereka menunggu kecuali seperti hari-hari orang-orang yang telah berlalu sebelum mereka
- قُلْ فَانْتَظِرُوا إِنِّي مَعَكُمْ مِنَ الْمُنْتَظِرِينَqul fa-ntazhiruu innii ma'akum mina l-muntazhiriinakatakanlah, maka tunggulah, sesungguhnya aku bersama kalian termasuk mereka yang menunggu
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar n-zh-r, m-ts-l, y-w-m, kh-l-w, q-b-l, q-w-l): yantazhiruun diterjemahkan 'menunggu' (akar n-zh-r); ayyaam diterjemahkan 'hari-hari'; khalaw diterjemahkan 'berlalu' (akar kh-l-w). gloss '(kejadian-kejadian)/(Nabi Muhammad)/(siksaan Allah)' dibuang.
Aplikasi
Pengenalan pola diterapkan pada situasi saat ini: 'tidakkah mereka menunggu kecuali seperti hari-hari orang-orang yang telah berlalu?', mengharapkan pola sejarah yang sama berulang kecuali ada perubahan nyata. Konkretnya: saat melihat pola perilaku yang sama seperti kegagalan-kegagalan sebelumnya (baik dalam sejarah maupun pengalaman pribadi), realistis untuk mengharapkan hasil yang sama kecuali ada perubahan nyata yang dilakukan, mengabaikan pola berulang dan berharap hasil berbeda tanpa perubahan adalah harapan yang tidak berdasar.