ثُمَّ نُنَجِّي رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا ۚ كَذَٰلِكَ حَقًّا عَلَيْنَا نُنْجِ الْمُؤْمِنِينَ

Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman. Demikianlah, menjadi hak atas Kami, Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. ثُمَّ نُنَجِّي رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُواtsumma nunajjii rusulanaa wa-lladziina aamanuukemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman
  2. كَذَٰلِكَ حَقًّا عَلَيْنَا نُنْجِ الْمُؤْمِنِينَka-dzaalika haqqan 'alaynaa nunji l-mu'miniinademikianlah, menjadi hak atas Kami, Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. ثُمَّtsummakemudian
  2. نُنَجِّيnunajjiiKami menyelamatkan
  3. رُسُلَنَاrusulanaarasul-rasul Kami
  4. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  5. آمَنُواaamanuuberiman
  6. كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
  7. حَقًّاhaqqansebagai kewajiban
  8. عَلَيْنَا'alaynaaatas Kami
  9. نُنْجِnunjiKami menyelamatkan
  10. الْمُؤْمِنِينَl-mu'miniinaorang-orang beriman

Inti bacaan

Keandalan penyelamatan dibingkai sebagai 'hak/kewajiban atas Kami', sebuah komitmen yang konsisten dan bisa diandalkan, bukan kemurahan yang sewaktu-waktu bisa berubah tanpa pola.

Tafsiran

Penyelamatan digambarkan sebagai 'hak' (haqqan alaynaa), bukan tindakan sewenang-wenang atau belas kasihan sesaat, melainkan konsekuensi tetap yang menyertai iman, pola yang berulang di setiap kisah umat terdahulu dalam surah ini.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebutnya hak atas diri-Nya. Bukan kemurahan sesaat. Sesuatu yang Ia bebankan sendiri.
  • Yang mengikat bukan pihak luar. Tidak ada yang menuntut-Nya. Ia yang menetapkan.
  • Pola ini berulang di kisah-kisah sebelumnya dalam surah yang sama. Allah menegaskannya sebagai kaidah. Bukan kebetulan yang terjadi berkali-kali.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-j-w, r-s-l, a-m-n, h-q-q): nunajjii/nunji diterjemahkan 'menyelamatkan' (akar n-j-w); haqqan alaynaa diterjemahkan 'menjadi hak/kewajiban atas Kami' (akar h-q-q). gloss '(ketentuan Kami untuk)' dibuang.