وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ ۚ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Jika Allah menimpakan suatu mudarat kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Dia menghendaki kebaikan bagimu, tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dia pengampun lagi pengasih.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَwa-in yamsaska llaahu bi-dhurrin fa-laa kaasyifa lahu illaa huwajika Allah menimpakan suatu mudarat kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia
  2. وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِwa-in yuridka bi-khayrin fa-laa raadda li-fadhlihidan jika Dia menghendaki kebaikan bagimu, tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya
  3. يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِyushiibu bihi man yasyaa'u min 'ibaadihiDia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya
  4. وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُwa-huwa l-ghafuuru r-rahiimuDia pengampun lagi pengasih

Terjemahan per kata (24 kata)

  1. وَإِنْwa-indan jika
  2. يَمْسَسْكَyamsaskamenimpamu
  3. اللَّهُllaahuAllah
  4. بِضُرٍّbi-dhurrindengan mudarat
  5. فَلَاfa-laamaka tidak ada
  6. كَاشِفَkaasyifayang menyingkap
  7. لَهُlahubaginya
  8. إِلَّاillaakecuali
  9. هُوَhuwaDia
  10. وَإِنْwa-indan jika
  11. يُرِدْكَyuridkamenghendaki bagimu
  12. بِخَيْرٍbi-khayrindengan yang lebih baik
  13. فَلَاfa-laamaka tidak ada
  14. رَادَّraaddayang mengembalikan
  15. لِفَضْلِهِli-fadhlihiterhadap karunia-Nya
  16. يُصِيبُyushiibumenimpa
  17. بِهِbihidengannya
  18. مَنْmanorang yang
  19. يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
  20. مِنْmindari
  21. عِبَادِهِ'ibaadihihamba-hamba-Nya
  22. وَهُوَwa-huwadan Dialah
  23. الْغَفُورُl-ghafuuruMaha Pengampun
  24. الرَّحِيمُr-rahiimuSang Pengasih

Inti bacaan

Prinsip sumber-tunggal-hasil ditegaskan lagi: baik kesulitan maupun kebaikan ditelusuri kembali ke satu sumber yang sama, pengulangan tema ini menegaskan pentingnya mengarahkan harapan pada sumber yang tepat, bukan sebab-sebab perantara semata.

Tafsiran

Kekuasaan tunggal atas mudarat dan karunia ini menutup argumen 10:106: jika hanya Allah yang bisa menghilangkan mudarat atau menahan karunia-Nya, menyeru selain-Nya untuk tujuan itu jelas sia-sia secara logis, bukan hanya salah secara ritual.

Renungan dan Hikmah

  • Dua arah disebut dalam satu kalimat: mudarat dan kebaikan. Yang menimpakan dan yang memberi sama. Allah menutup jalan ke pihak lain.
  • Yang tidak bisa ditolak bukan mudaratnya saja. Karunianya juga tidak bisa ditahan. Dua-duanya di luar jangkauan kita.
  • Kesimpulannya bukan soal ibadah, melainkan soal masuk akal. Allah menaruh alasannya, bukan cuma perintahnya. Menyeru yang lain jadi sia-sia dengan sendirinya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini: “Nya. Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Bedakan dari 58 ayat rumus indefinit (mis. 2:173) yang jadi “pengampun lagi pengasih” (huruf kecil): di SANA sebutan indefinit, di SINI takrif. Corpus yang memutuskan, bukan pola teks Indonesia. Rumus ghafuurun rahiim” muncul di 58 ayat, konvensi di sini berlaku sama di semuanya (bila TAKRIF, jadi “Sang Pengampun lagi Sang Pengasih”; lih. 39:53, 46:8). Pasangan ini BUKAN tautologi, dan itu penting: ghafara = MENUTUPI (dosa tetap ada, diselubungi dari akibat), rahima = MEMBERI. Dua tindakan berbeda, bukan dua kata untuk satu makna, logika non-redundansi yang sama yang menegakkan basmalah. Uji kolokasi mengunci bahwa ghafuur & rahiim memang saling terikat namun berbeda: akar gh-f-r muncul 76× di dekat rahiim tapi hanya di dekat rahmaan, sinonim mustahil berprofil sedisjoin itu; itulah salah satu dari empat jalur yang membuktikan rahmaanrahiim. Akar tetangga yang BELUM diputuskan ('aziiz, hakiim, haliim, 'aliim dst) sengaja dibiarkan sebagai teks terjemahan lain, register campur ini ia menandai akar mana yang sudah digarap.