وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ ۚ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Jika Allah menimpakan suatu mudarat kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Dia menghendaki kebaikan bagimu, tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dia pengampun lagi pengasih.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَwa-in yamsaska llaahu bi-durrin fa-laa kaashifa lahu illaa huwajika Allah menimpakan suatu mudarat kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia
  2. وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِwa-in yuridka bi-khayrin fa-laa raadda li-fadlihidan jika Dia menghendaki kebaikan bagimu, tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya
  3. يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِyusiibu bihi man yashaa'u min ibaadihiDia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya
  4. وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُwa-huwa l-ghafuuru r-rahiimuDia pengampun lagi pengasih
Aplikasi

Prinsip sumber-tunggal-hasil ditegaskan lagi: baik kesulitan maupun kebaikan ditelusuri kembali ke satu sumber yang sama, pengulangan tema ini menegaskan pentingnya mengarahkan harapan pada sumber yang tepat, bukan sebab-sebab perantara semata.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini: “Nya. Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. terjemahan ini: kata sandang berarti “the” (kepastian), superlatif; “Maha” adalah tambahan yang tak ada di teks. Bedakan dari 58 ayat rumus indefinit (mis. 2:173) yang jadi (huruf kecil): di SANA sebutan indefinit, di SINI takrif. Corpus yang memutuskan, bukan pola teks Indonesia. Rumus muncul di, konvensi di sini berlaku sama di semuanya (bila TAKRIF, jadi “Sang Pengampun lagi Sang Pengasih”; lih. 39:53, 46:8)., dan itu penting: *ghafara* = (dosa tetap ada, diselubungi dari akibat), *rahima* =. Dua tindakan berbeda, bukan dua kata untuk satu makna, logika non-redundansi yang sama yang menegakkan basmalah. bahwa *ghafuur* & *rahiim* memang saling terikat namun berbeda: akar akar gh-f-r muncul di dekat *rahiim* tapi hanya di dekat *rahmaan*, sinonim mustahil berprofil sedisjoin itu; itulah salah satu dari empat jalur yang membuktikan *rahmaan* ≠ *rahiim*. ⚠ Akar tetangga yang BELUM diputuskan (*'aziiz*, *hakiim*, *haliim*, *'aliim* dst) sengaja dibiarkan sebagai teks terjemahan lain, register campur ini ia menandai akar mana yang sudah digarap. Rujukan:,.