وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۗ وَلَئِنْ قُلْتَ إِنَّكُمْ مَبْعُوثُونَ مِنْ بَعْدِ الْمَوْتِ لَيَقُولَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan Arasy-Nya di atas air, untuk menguji kalian, siapa di antara kalian yang terbaik amalnya. Dan sungguh jika engkau berkata, “Sesungguhnya kalian akan dibangkitkan setelah mati,” niscaya orang-orang kufur berkata, “Ini tidak lain kecuali sihir yang nyata.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًاwa-huwa lladzii khalaqa s-samaawaati wa-l-arda fii sittati ayyaamin wa-kaana arshuhu alaa l-maa'i li-yabluwakum ayyukum ahsanu amalandan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan Arasy-Nya di atas air, untuk menguji kalian, siapa di antara kalian yang terbaik amalnya
  2. وَلَئِنْ قُلْتَ إِنَّكُمْ مَبْعُوثُونَ مِنْ بَعْدِ الْمَوْتِ لَيَقُولَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌwa-la-in qulta innakum mab'uutsuuna min ba'di l-mawti la-yaquulanna lladziina kafaruu in haadzaa illaa sihrun mubiinundan sungguh jika engkau berkata, sesungguhnya kalian akan dibangkitkan setelah mati, niscaya orang-orang kufur berkata, ini tidak lain kecuali sihir yang nyata
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar kh-l-q, s-m-w, a-r-d, s-t-t, y-w-m, k-w-n, '-r-sh, m-w-h, b-l-w, h-s-n, '-m-l, q-w-l, b-'-ts, b-'-d, m-w-t, k-f-r, s-h-r, b-y-n): khalaqa diterjemahkan 'menciptakan' (akar kh-l-q); ayyaam diterjemahkan 'masa (hari)'; arsh diterjemahkan 'Arasy' (dijaga harfiah); yabluwakum diterjemahkan 'menguji kalian' (akar b-l-w); mab'uuthuun diterjemahkan 'dibangkitkan' (akar b-'-ts). gloss '(sebelum itu)/(Penciptaan itu dilakukan)/(Nabi Muhammad)/(Al-Qur'an)' dibuang.

Aplikasi

Tujuan penciptaan dinyatakan eksplisit: 'untuk menguji kalian, siapa di antara kalian yang terbaik amalnya', fokus pada KUALITAS perbuatan, bukan sekadar durasi hidup atau pencapaian kuantitatif. Konkretnya: mengevaluasi hidup berdasarkan kualitas tindakan yang dilakukan (bukan sekadar berapa lama hidup atau berapa banyak yang dicapai) selaras dengan kerangka tujuan yang diajukan di sini, 'terbaik' diukur dari kualitas, bukan kuantitas semata.