وَلَئِنْ أَخَّرْنَا عَنْهُمُ الْعَذَابَ إِلَىٰ أُمَّةٍ مَعْدُودَةٍ لَيَقُولُنَّ مَا يَحْبِسُهُ ۗ أَلَا يَوْمَ يَأْتِيهِمْ لَيْسَ مَصْرُوفًا عَنْهُمْ وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ
Dan sungguh jika Kami tangguhkan azab dari mereka sampai waktu tertentu, niscaya mereka berkata, “Apa yang menahannya?” Ketahuilah, pada hari ia datang kepada mereka, ia tidak dapat dipalingkan dari mereka, dan menimpa mereka apa yang dahulu mereka olok-olokkan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَئِنْ أَخَّرْنَا عَنْهُمُ الْعَذَابَ إِلَىٰ أُمَّةٍ مَعْدُودَةٍ لَيَقُولُنَّ مَا يَحْبِسُهُwa-la-in akhkharnaa 'anhumu l-'adzaaba ilaa ummatin ma'duudatin la-yaquulunna maa yahbisuhudan sungguh jika Kami tangguhkan azab dari mereka sampai waktu tertentu, niscaya mereka berkata, apa yang menahannya
- أَلَا يَوْمَ يَأْتِيهِمْ لَيْسَ مَصْرُوفًا عَنْهُمْ وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَalaa yawma ya'tiihim laysa mashruufan 'anhum wa-haaqa bihim maa kaanuu bihi yastahzi'uunaketahuilah, pada hari ia datang kepada mereka, ia tidak dapat dipalingkan dari mereka, dan menimpa mereka apa yang dahulu mereka olok-olokkan
Terjemahan per kata (22 kata)
- وَلَئِنْwa-la-indan sungguh jika
- أَخَّرْنَاakhkharnaaKami tangguhkan
- عَنْهُمُ'anhumudari mereka
- الْعَذَابَl-'adzaabaazab
- إِلَىٰilaasampai
- أُمَّةٍummatinumat
- مَعْدُودَةٍma'duudatinyang terhitung
- لَيَقُولُنَّla-yaquulunnasungguh mereka akan berkata
- مَاmaaapa yang
- يَحْبِسُهُyahbisuhumenahannya
- أَلَاalaaketahuilah
- يَوْمَyawmahari
- يَأْتِيهِمْya'tiihimdatang kepada mereka
- لَيْسَlaysabukanlah
- مَصْرُوفًاmashruufanyang dipalingkan
- عَنْهُمْ'anhumdari mereka
- وَحَاقَwa-haaqadan menimpa
- بِهِمْbihimpada mereka
- مَاmaaapa yang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- بِهِbihipadanya
- يَسْتَهْزِئُونَyastahzi'uunamereka mengolok
Inti bacaan
Pola kesalahan interpretasi: penundaan konsekuensi disalahartikan sebagai bukti ketidakberadaan ('Apa yang menahannya?') alih-alih dipahami sebagai penangguhan sementara. Konkretnya: menafsirkan tertundanya konsekuensi sebagai bukti bahwa konsekuensi itu tidak nyata adalah kesalahan berpikir yang umum, penundaan bukan penghapusan, dan kesabaran menanti tidak seharusnya disalahartikan sebagai kepastian bahwa sesuatu tidak akan terjadi.
Tafsiran
Penangguhan disalahartikan sebagai ketidakhadiran permanen ('apa yang menahannya?'): sebuah kesalahan kalkulasi yang sama dengan pola di 9:48/10:11, di mana penundaan justru diperlakukan sebagai bukti ketiadaan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut jika azab ditangguhkan, mereka bertanya apa yang menahannya. Penundaan dibaca sebagai ketiadaan. Yang diberi kelonggaran justru menuntut kelonggaran itu dicabut.
- Allah menjawab: pada hari ia datang, ia tak dapat dipalingkan. Tak bisa ditawar. Yang sekarang bisa didesak nanti tak bisa digeser sedikit pun.
- Penutupnya menyebut mereka diliputi apa yang dahulu mereka olok-olokkan. Kata meliputi dipakai. Bahan tertawaan berubah menjadi keadaan yang mengelilingi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-kh-r, '-dz-b, a-m-m, '-d-d, q-w-l, h-b-s, y-w-m, a-t-y, l-y-s, s-r-f, h-y-q, k-w-n, h-z-a): akhkharnaa diterjemahkan 'menangguhkan' (akar '-kh-r); ummah ma'duudah diterjemahkan 'waktu tertentu (terhitung)' (akar '-d-d); yahbisu diterjemahkan 'menahan' (akar h-b-s); masruuf diterjemahkan 'dipalingkan' (akar s-r-f); haaqa diterjemahkan 'menimpa/mengepung' (akar h-y-q). gloss '(azab)' dibuang.