Ayat 11:9
وَلَئِنْ أَذَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً ثُمَّ نَزَعْنَاهَا مِنْهُ إِنَّهُ لَيَئُوسٌ كَفُورٌ
Sungguh, jika Kami cicipkan kepada manusia suatu rahmat dari Kami kemudian Kami cabut kembali darinya, sesungguhnya dia menjadi sangat berputus asa lagi sangat kufur.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلَئِنْ أَذَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً ثُمَّ نَزَعْنَاهَا مِنْهُ إِنَّهُ لَيَئُوسٌ كَفُورٌwa-la-in adzaqnaa l-insaana minnaa rahmatan tsumma naza'naahaa minhu innahu la-ya'uusun kafuurunsungguh, jika Kami cicipkan kepada manusia suatu rahmat dari Kami kemudian Kami cabut kembali darinya, sesungguhnya dia menjadi sangat berputus asa lagi sangat kufur
Aplikasi
Diagnosis pola psikologis: kehilangan sesuatu yang pernah dinikmati memicu 'sangat berputus asa lagi sangat kufur', respons ekstrem terhadap kehilangan setelah pernah merasakan kelimpahan. Konkretnya: mengenali kecenderungan alami untuk bereaksi berlebihan (putus asa, tidak bersyukur) saat kehilangan sesuatu yang pernah dinikmati membantu mempersiapkan respons yang lebih seimbang, kehilangan adalah bagian wajar dari hidup, dan reaksi ekstrem terhadapnya adalah pola yang layak dikelola secara sadar, bukan dibiarkan menguasai sepenuhnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…kan kepada manusia suatu rahmat dari Kami kemudian Kami …”. Corpus ayat ini: «raHomapF, INDEFINIT».
Ayat 11:10
وَلَئِنْ أَذَقْنَاهُ نَعْمَاءَ بَعْدَ ضَرَّاءَ مَسَّتْهُ لَيَقُولَنَّ ذَهَبَ السَّيِّئَاتُ عَنِّي ۚ إِنَّهُ لَفَرِحٌ فَخُورٌ
Dan sungguh jika Kami cicipkan kepadanya suatu nikmat setelah bencana yang menimpanya, niscaya ia berkata, “Telah hilang keburukan itu dariku.” Sesungguhnya ia sangat gembira lagi membanggakan diri,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَئِنْ أَذَقْنَاهُ نَعْمَاءَ بَعْدَ ضَرَّاءَ مَسَّتْهُ لَيَقُولَنَّ ذَهَبَ السَّيِّئَاتُ عَنِّيwa-la-in adzaqnaahu na'maa'a ba'da darraa'a massatsu la-yaquulanna dzahaba s-sayyi'aatu anniidan sungguh jika Kami cicipkan kepadanya suatu nikmat setelah bencana yang menimpanya, niscaya ia berkata, telah hilang keburukan itu dariku
- إِنَّهُ لَفَرِحٌ فَخُورٌinnahu la-farihun fakhuurunsesungguhnya ia sangat gembira lagi membanggakan diri
Aplikasi
Sisi berlawanan didiagnosis: kelimpahan setelah kesulitan memicu 'sangat gembira lagi membanggakan diri', kegembiraan berlebihan yang berubah menjadi kesombongan atas pemulihan. Konkretnya: perhatikan kecenderungan untuk menjadi berlebihan bangga dan sombong saat keadaan membaik setelah masa sulit, baik kehilangan maupun perolehan sama-sama berisiko memicu respons ekstrem (putus asa atau kesombongan); menjaga keseimbangan emosional yang stabil di kedua kondisi adalah kematangan yang lebih sehat daripada terombang-ambing dari satu ekstrem ke ekstrem lain.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar dz-w-q, n-'-m, b-'-d, d-r-r, m-s-s, q-w-l, dz-h-b, s-w-a, f-r-h, f-kh-r): adhaqnaa diterjemahkan 'mencicipkan' (akar dz-w-q); na'maa'/darraa' diterjemahkan 'nikmat/bencana'; massathu diterjemahkan 'menimpanya' (akar m-s-s putaran MSS); farih/fakhuur diterjemahkan 'sangat gembira/membanggakan diri' (akar f-r-h, akar f-kh-r). gloss '(manusia)' dibuang.