وَلَئِنْ أَذَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً ثُمَّ نَزَعْنَاهَا مِنْهُ إِنَّهُ لَيَئُوسٌ كَفُورٌ

Sungguh, jika Kami cicipkan kepada manusia suatu rahmat dari Kami kemudian Kami cabut kembali darinya, sesungguhnya dia menjadi sangat berputus asa lagi sangat kufur.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَلَئِنْ أَذَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً ثُمَّ نَزَعْنَاهَا مِنْهُ إِنَّهُ لَيَئُوسٌ كَفُورٌwa-la-in adzaqnaa l-insaana minnaa rahmatan tsumma naza'naahaa minhu innahu la-ya'uusun kafuurunsungguh, jika Kami cicipkan kepada manusia suatu rahmat dari Kami kemudian Kami cabut kembali darinya, sesungguhnya dia menjadi sangat berputus asa lagi sangat kufur
Aplikasi

Diagnosis pola psikologis: kehilangan sesuatu yang pernah dinikmati memicu 'sangat berputus asa lagi sangat kufur', respons ekstrem terhadap kehilangan setelah pernah merasakan kelimpahan. Konkretnya: mengenali kecenderungan alami untuk bereaksi berlebihan (putus asa, tidak bersyukur) saat kehilangan sesuatu yang pernah dinikmati membantu mempersiapkan respons yang lebih seimbang, kehilangan adalah bagian wajar dari hidup, dan reaksi ekstrem terhadapnya adalah pola yang layak dikelola secara sadar, bukan dibiarkan menguasai sepenuhnya.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…kan kepada manusia suatu rahmat dari Kami kemudian Kami …”. sebagian penerjemah: 'And if We let man taste mercy from Us1 then remove it from him, he is without hope2 and ungrateful.' Corpus ayat ini: «raHomapF, INDEFINIT».